ilustrasi Lebaran (pexels.com/RDNE Stock project)
Masalah utama justru muncul ketika duduk lama dan makan berlebihan terjadi bersamaan. Setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak, tubuh membutuhkan aktivitas untuk membantu proses metabolisme. Jika setelah makan langsung duduk berjam-jam, energi yang masuk tidak digunakan secara optimal.
Akibatnya, tubuh terasa lebih cepat lelah, perut terasa penuh lebih lama, dan rasa kantuk meningkat. Kombinasi ini juga membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat dibandingkan dengan kondisi aktif bergerak. Jadi bukan hanya soal memilih antara duduk dan makan, tetapi bagaimana keduanya terjadi dalam satu waktu.
Lebaran tetap bisa dinikmati tanpa rasa khawatir berlebihan selama memahami batas wajar tubuh. Duduk sebentar saat berpindah rumah tidak masalah, tetapi duduk lama saat silaturahmi lebih bahaya dari makan opor dan hal ini perlu diwaspadai. Opor juga masih aman dinikmati selama porsinya tidak berlebihan dan tidak berlangsung terus-menerus. Jadi, di tengah hangatnya Lebaran, sudahkah tubuh ikut diperhatikan dengan cara yang cukup?
Referensi:
"The Risks Of Prolonged Sitting" Orthopedic Associates Team. Diakses pada Maret 2026
"What are the risks of sitting too much?" Mayo Clinic. Diakses pada Maret 2026
"Occupational Sitting Time, Leisure Physical Activity, and All-Cause and Cardiovascular Disease Mortality" Jama Network. Diakses pada Maret 2026