Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Duduk Lama Saat Mudik? Waspadai Bahaya Deep Vein Thrombosis

Duduk Lama Saat Mudik? Waspadai Bahaya Deep Vein Thrombosis
Mudik Lebaran Gratis 2026 warga jateng di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin (16/3/2026). (IDN Times/Yovita Arnelia)
Intinya Sih

  • Duduk lama saat perjalanan mudik bisa memperlambat aliran darah di kaki dan memicu terbentuknya gumpalan darah yang menyebabkan deep vein thrombosis (DVT).

  • Gejala DVT meliputi pembengkakan, nyeri, kram, perubahan warna kulit, atau rasa hangat di kaki, namun kadang muncul tanpa tanda jelas sehingga perlu kewaspadaan ekstra.

  • Risiko DVT meningkat pada orang dengan riwayat pembekuan darah, usia lanjut, obesitas, kehamilan, penggunaan hormon, kanker, atau setelah operasi besar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dinanti memang, tetapi pemudik biasanya harus duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam selama perjalanan mudik. Tampak sepele, ya? Namun, faktanya duduk lama berjam-jam dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan.

Salah satu kondisi yang bisa terjadi adalah deep vein thrombosis (DVT), yaitu terbentuknya gumpalan darah pada pembuluh darah vena dalam, biasanya di bagian kaki. Risiko DVT kerap dikaitkan dengan perjalanan jarak jauh karena seseorang cenderung duduk dalam posisi sempit dan minim aktivitas. Jika tidak diantisipasi, gumpalan darah tersebut berpotensi berpindah ke paru-paru dan menyebabkan komplikasi yang lebih serius.

1. Duduk terlalu lama bisa memperlambat aliran darah

Sebagai contoh, kamu mudik ke Semarang dari Jakarta. Naik kereta, jarak tempuhnya sekitar 5–6 jam. Dan, seringnya selama waktu itu kamu akan terus-terusan duduk. Nah, kondisi duduk statis ini bisa memengaruhi sirkulasi darah di tubuh, khususnya bagian kaki.

Saat tubuh berada dalam posisi duduk dan kaki jarang digerakkan, aliran darah akan melambat sehingga darah cenderung berkumpul di pembuluh darah bagian bawah. Kondisi ini meningkatkan risiko terbentuknya gumpalan darah yang menjadi penyebab DVT.

Jadi, sebaiknya perjalanan mudik yang berlangsung lama tidak dihabiskan dengan duduk diam. Sesekali gerakkan kaki, berjalan menelusuri gerbong, atau melakukan peregangan ringan untuk membantu menjaga aliran darah tetap lancar dan menurunkan risiko terbentuknya gumpalan darah.

2. Kenali gejala DVT yang bisa muncul saat mudik

Ilustrasi trombosis vena dalam atau deep vein thrombosis.
ilustrasi trombosis vena dalam atau deep vein thrombosis (commons.wikimedia.org/BruceBlaus)

Penting untuk mengenali gejala DVT agar bisa segera mengambil tindakan jika gejala muncul selama atau setelah perjalanan. Kondisi ini biasanya terjadi pada pembuluh darah vena di kaki, sehingga keluhan yang muncul umumnya terasa di area tersebut.

Beberapa gejala yang bisa muncul antara lain pembengkakan pada kaki, nyeri atau kram yang biasanya dimulai dari bagian betis, serta rasa pegal atau tidak nyaman pada kaki.

Pada sebagian orang, kulit di area yang terkena juga bisa berubah warna menjadi kemerahan atau keunguan, serta terasa lebih hangat dibandingkan bagian tubuh lainnya.

Namun, yang perlu diwaspadai adalah DVT juga dapat terjadi tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, penting bagi seseorang yang melakukan perjalanan mudik dalam waktu lama untuk tetap memperhatikan kondisi tubuh dan mengambil langkah pencegahan.

3. Siapa saja yang berisiko?

Orang yang berisiko mengalami DVT saat mudik adalah mereka yang:

  • Punya riwayat DVT atau emboli paru sebelumnya. Orang yang pernah mengalami pembekuan darah berisiko tinggi kambuh.

  • Melakukan perjalanan panjang/imobilitas lama (>4 jam). Duduk lama di pesawat, bus, atau mobil meningkatkan risiko.

  • Usia ≥60 tahun. Risiko meningkat seiring usia.

  • Obesitas (IMT tinggi). Berat badan berlebih menambah tekanan pada vena dan risiko pembekuan.

  • Kehamilan dan 6 minggu pascapersalinan. Perubahan hormon dan tekanan uterus meningkatkan risiko.

  • Penggunaan estrogen (pil KB, terapi hormon). Obat hormonal meningkatkan kecenderungan pembekuan.

  • Kanker atau pengobatan kanker (kemoterapi). Kondisi dan terapi onkologi meningkatkan risiko trombosis.

  • Operasi besar atau trauma baru-baru ini. Terutama operasi ortopedi atau bedah besar.

  • Faktor genetik pembekuan (misalnya thrombofilia). Kelainan koagulasi bawaan meningkatkan risiko.

4. Waspadai komplikasi serius

Ilustrasi paru-paru.
ilustrasi paru-paru (IDN Times/NRF)

Jika mengalami gejala yang mengarah pada DVT saat atau setelah mudik, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan yang cepat penting untuk mencegah kondisi menjadi lebih serius.

Salah satu komplikasi berbahaya dari DVT adalah emboli paru, yaitu ketika gumpalan darah terlepas dari pembuluh darah di kaki dan berpindah ke paru-paru. Kondisi ini tergolong darurat medis karena dapat mengganggu aliran darah ke paru-paru.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain sesak napas yang muncul secara tiba-tiba, nyeri atau rasa tidak nyaman di dada yang makin terasa saat menarik napas dalam atau batuk, serta rasa pusing atau hampir pingsan.

Selain itu, penderita juga bisa mengalami detak jantung yang cepat, napas yang lebih cepat dari biasanya, hingga batuk disertai darah. Jika gejala-gejala ini muncul, segera cari pertolongan medis darurat.

Karena ada risiko DVT dan komplikasinya, pemudik disarankan untuk tetap aktif bergerak selama perjalanan jauh, misalnya dengan meregangkan kaki atau berjalan sejenak saat beristirahat. Langkah sederhana ini bisa membantu menjaga sirkulasi darah tetap lancar dan menurunkan risiko terjadinya DVT saat atau selama mudik.

Referensi

"Deep vein thrombosis (DVT)". Mayo Clinic. Diakses pada Maret 2026.

Bridget Healy et al., “Prolonged Work- and Computer-related Seated Immobility and Risk of Venous Thromboembolism,” Journal of the Royal Society of Medicine 103, no. 11 (October 31, 2010): 447–54, https://doi.org/10.1258/jrsm.2010.100155.

"Deep Vein Thrombosis: Deadly Risks Of Sitting". Liv Hospital. Diakses pada Maret 2026.

"Understanding Your Risk for Blood Clots with Travel." Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada Maret.

Daniele Pastori et al., “A Comprehensive Review of Risk Factors for Venous Thromboembolism: From Epidemiology to Pathophysiology,” International Journal of Molecular Sciences 24, no. 4 (February 5, 2023): 3169, https://doi.org/10.3390/ijms24043169.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More