ilustrasi tindak kriminal (IDN Times/Galih Persiana)
Lebih parahnya lagi, polusi udara juga dikaitkan dengan tingginya tingkat kejahatan. Inilah yang dikemukakan oleh para peneliti dari London School of Economics and Political Science tahun 2018. Setelah menyelidiki data kejahatan di lebih dari 600 daerah London, sebagian besar kasus terjadi saat polusi udara sedang tinggi.
Mendukung studi tersebut, sebuah penelitian di AS yang dimuat dalam jurnal Psychological Science pada tahun yang sama juga meneliti data kejahatan di lebih dari 9.000 kota. Ternyata, tingkat polusi udara dapat memprediksi enam jenis kejahatan besar di Negeri Paman Sam tersebut, yaitu:
- Pembunuhan
- Pemerkosaan
- Perampokan
- Pencurian mobil
- Pencurian
- Penyerangan
ilustrasi narkoba (IDN Times/Mardya Shakti)
Sebelum kedua penelitian tersebut, penelitian di AS yang dimuat dalam Journal of Abnormal Child Psychology tahun 2017 juga mengungkap bahaya polusi udara pada tingkat kejahatan remaja. Jika ditangani dengan benar, maka kita juga bisa menyelamatkan generasi masa depan.
Melibatkan 682 remaja, para peneliti menganalisis hubungan perilaku bandel, seperti membolos hingga penggunaan narkoba, dengan polusi udara. Menghitung dampak kumulatif PM2.5 selama 12 tahun, lagi-lagi kejahatan remaja tertinggi terlihat pada daerah dengan konsentrasi polusi udara tinggi.