Obat epilepsi atau yang dikenal sebagai anti-seizure medications (ASM) adalah andalan dalam mengontrol kejang. Bagi banyak orang dengan epilepsi, obat ini membantu mereka menjalani hidup yang lebih stabil, produktif, dan minim risiko kambuh. Bahkan, sekitar 70–80 persen pasien bisa mencapai kontrol kejang yang baik dengan terapi yang tepat.
Namun, seperti obat pada umumnya, obat epilepsi juga memiliki efek samping. Efek ini bisa ringan dan sementara, tetapi pada beberapa kasus juga bisa lebih serius. Jenis obat, dosis, usia pasien, hingga kondisi kesehatan lain ikut memengaruhi bagaimana tubuh merespons terapi.
Supaya lebih siap dan tidak panik saat mengalaminya, ketahui beberapa efek samping obat epilepsi yang perlu diketahui lewat paparan di bawah ini.
