Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Panduan Pertolongan Pertama saat Terjadi Kejang Epilepsi

Ilustrasi kejang epilepsi.
ilustrasi kejang epilepsi (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Ketika kejang epilepsi terjadi, langkah pertama adalah menjaga keselamatan penderita dengan cara sederhana seperti menjauhkan dari bahaya dan memiringkan tubuh ke sisi.
  • Hal-hal yang harus dihindari termasuk menahan gerakan atau memasukkan benda ke dalam mulut, yang justru bisa menyebabkan cedera serius.
  • Ada kondisi tertentu saat harus segera mencari bantuan medis, misalnya jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit atau terjadi berulang tanpa istirahat.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menyaksikan seseorang mengalami kejadian kejang epilepsi bisa sangat menegangkan, terutama bagi yang belum pernah berada pada situasi ini sebelumnya. Kejang merupakan manifestasi fisik dari aktivitas listrik tidak normal dalam otak dan bisa berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit.

Walaupun kejang sering kali berhenti dengan sendirinya tanpa komplikasi serius, tetapi reaksi yang salah saat memberikan pertolongan dapat menimbulkan cedera dan komplikasi tambahan yang serius. Karena itu, memiliki pengetahuan yang benar tentang pertolongan pertama saat kejang terjadi sangat penting.

Panduan ini menjelaskan langkah-langkah praktis dan aman yang harapannya dapat membantu seseorang yang mengalami kejang epilepsi, termasuk tindakan yang harus dihindari dan kapan perlu bantuan medis segera.

Table of Content

1. Langkah-langkah pertolongan pertama saat pengidap epilepsi mengalami kejang

1. Langkah-langkah pertolongan pertama saat pengidap epilepsi mengalami kejang

1. Tetap tenang dan amankan situasi

Langkah pertama saat melihat seseorang mengalami kejang adalah menjaga ketenangan diri. Kalau panik, kamu malah bisa menambah kebingungan dan membuat pengidap epilepsi merasa lebih takut atau stres.

Setelah tetap tenang, cepat amankan area di sekitar penderita. Singkirkan benda-benda keras, tajam, atau panas yang bisa menyebabkan cedera ketika tubuh bergerak tak terkendali saat kejang. Ini termasuk meja, kursi, atau barang lain yang berpotensi berbahaya.

2. Lindungi kepala dan badan, serta catat waktu kejang

Letakkan benda lunak (seperti jaket yang dilipat atau bantal) di bawah kepala penderita untuk melindungi kepala dari benturan ke lantai atau permukaan keras lainnya. Ini membantu mencegah cedera kepala yang bisa menambah risiko komplikasi.

Selain itu, penting untuk mengamati dan mencatat durasi kejang. Kebanyakan kejang epilepsi berhenti dalam beberapa menit. Namun, jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, ini sudah dianggap kondisi darurat medis (status epileptikus), dan bantuan medis harus segera dipanggil.

3. Posisikan badan ke sisi (recovery position)

Jika penderita sudah terjatuh, dengan hati-hati miringkan tubuhnya ke satu sisi dengan mulut mengarah bawah. Posisi ini dikenal sebagai recovery position dan membantu menjaga saluran napas tetap bersih dari air liur, muntahan, atau saluran cairan lainnya.

Memiringkan tubuh juga membantu meminimalkan risiko tersedak dan memfasilitasi pernapasan yang lebih baik setelah kejang berhenti. Selama kejang, seseorang mungkin tampak berhenti bernapas karena otot-otot dada kaku. Namun, setelah fase kejang utama berakhir, pernapasan biasanya kembali normal.

4. Temani sampai kejang berhenti dan mulai pulih

Tetaplah bersama penderita sampai kejang benar-benar berakhir dan mereka mulai pulih. Setelah kejang berakhir, banyak orang yang merasa bingung, lelah, atau malu—fase yang dikenal sebagai fase postictal.

Beri dukungan dengan kata-kata yang menenangkan, dan pastikan mereka tetap tenang dan nyaman sampai sadar sepenuhnya. Tawarkan bantuan untuk menghubungi kerabat atau teman yang bisa membantu saat pemulihan.

2. Tindakan medis untuk menangani epilepsi

Ilustrasi petugas paramedis menenangkan seseorang pasca kejang epilepsi.
ilustrasi petugas paramedis (pexels.com/RDNE Stock project)

Pertolongan pertama di tempat kejadian sangat penting untuk mencegah cedera, tetapi penanganan medis jangka panjang tetap esensial bagi pasien epilepsi. Pengelolaan medis biasanya melibatkan:

  • Obat antiepilepsi untuk membantu mencegah kejang berulang.
  • Evaluasi neurologis dengan EEG atau pencitraan otak yang membantu dokter menentukan jenis epilepsi dan pilihan pengobatan yang tepat.

Dalam kasus tertentu, seperti epilepsi yang tidak terkontrol dengan obat, prosedur medis lanjutan atau intervensi khusus bisa dipertimbangkan sesuai arahan dokter spesialis.

3. Pantangan untuk orang dengan epilepsi

Orang dengan epilepsi perlu mengetahui tindakan yang harus dihindari baik saat kejang maupun untuk pencegahan:

  • Jangan menahan gerakan tubuh saat kejang berlangsung, karena ini dapat menyebabkan cedera sendi atau otot.
  • Jangan memasukkan benda apa pun ke mulut penderita saat kejang—mitos bahwa ini mencegah lidah tergigit adalah tidak benar, justru dapat menyebabkan cedera atau tersedak.
  • Hindari memberikan makanan atau minuman sampai penderita sepenuhnya sadar, karena ini berpotensi menyebabkan tersedak.
  • Jangan lakukan resusitasi mulut ke mulut selama kejang, karena pernapasan biasanya kembali sendiri setelah fase utama kejang usai.

Pertolongan pertama yang tepat pada saat seseorang mengalami kejang epilepsi berfokus pada menjaga keselamatan dan kenyamanan penderita dengan cara melindungi dari cedera, menjaga saluran napas terbuka, dan memberikan dukungan sampai kejang berhenti. Mengetahui langkah-langkah ini dapat membuat perbedaan besar dalam mengurangi risiko komplikasi.

Selalu ingat bahwa penanganan medis profesional tetap diperlukan terutama jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, terjadi kejang berulang, atau kondisi lain yang mencurigakan seperti cedera atau gangguan pernapasan. Kesiapan informasi dan tindakan yang benar dapat membantu mendukung pemulihan dan keselamatan penderita epilepsi secara efektif.

Referensi

"First Aid for Seizures." Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Februari 2026.

"First Aid for Seizures." Epilepsy Foundation. Diakses Februari 2026.

"First Aid During a Seizure." International League Against Epilepsy. Diakses Februari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

[QUIZ] Dari Alasan Kamu Lari, Kami Bisa Tebak Hubunganmu dengan Tubuh

06 Feb 2026, 21:45 WIBHealth