Comscore Tracker

Penyakit Paget Tulang: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan

Bisa sebabkan tulang berubah bentuk

Penyakit Paget tulang adalah kondisi kelainan tulang yang bersifat kronis. Normalnya, ada proses di mana tulang rusak dan kemudian tumbuh kembali. Pada penyakit Paget tulang, proses ini tidak normal, di mana ada kerusakan berlebihan dan pertumbuhan kembali tulang.

Karena tulang tumbuh terlalu cepat, tulang akan jadi lebih besar dan lebih rapuh dari biasanya. Ini juga dapat menyebabkan tulang menjadi salah bentuk dan mudah patah. Penyakit Paget tulang biasanya memengaruhi satu atau beberapa tulang.

Di sini, kita akan membahas lebih rinci fakta seputar penyakit Paget tulang, dari gejala hingga pengobatan. Ini informasinya yang dirangkum dari laman National Library of Medicine dan Mayo Clinic.

1. Gejala

Penyakit Paget Tulang: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatanilustrasi penyakit Paget tulang (commons.wikimedia.org/Singer)

Penyakit Paget kerap tidak menimbulkan gejala sehingga banyak orang tidak tahu bahwa mereka memilikinya. Apabila terdapat gejala, gejalanya mirip dengan artritis dan gangguan lainnya. Gejalanya meliputi:

  • Nyeri, yang mungkin disebabkan oleh penyakit atau radang sendi sebagai komplikasi dari penyakit Paget tulang.
  • Sakit kepala dan gangguan pendengaran yang terjadi jika penyakit Paget tulang memengaruhi tengkorak.
  • Tekanan pada saraf, yang terjadi saat penyakit Paget memengaruhi tengkorak atau tulang belakang.
  • Peningkatan ukuran kepala, anggota badan membungkuk, atau tulang belakang melengkung. Ini bisa terjadi pada kasus lanjut.
  • Nyeri pinggul, jika penyakit Paget terjadi pada panggul atau tulang paha.
  • Kerusakan tulang rawan, yang dapat menyebabkan radang sendi.

2. Penyebab

Penyakit Paget Tulang: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatanilustrasi penyakit Paget tulang (nejm.org/Maria João Gonçalves, M.D., and Vasco C. Romão, M.D.))

Penyebab penyakit Paget tulang tidak diketahui. Namun, para ahli menduga kombinasi faktor lingkungan dan genetik berkontribusi terhadap penyakit ini. Beberapa gen juga tampaknya terkait dengan kondisi ini. Sejumlah ahli juga meyakini penyakit Paget berhubungan dengan infeksi virus di sel-sel tulang, tetapi teori ini menimbulkan kontroversi.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena Paget tulang, yang meliputi:

  • Usia. Penyakit ini lebih mungkin terjadi pada orang yang berusia lebih dari 50 tahun.
  • Jenis kelamin. Penyakit Paget lebih mungkin terjadi pada laki-laki daripada perempuan.
  • Asal negara. Penyakit Paget tulang lebih banyak terjadi di Inggris, Skotlandia, Eropa tengah, Yunani, serta negara-negara yang dihuni oleh imigran Eropa. Ini jarang terjadi di Skandinavia dan Asia.
  • Riwayat keluarga. Individu yang memiliki kerabat yang menderita penyakit Paget tulang lebih mungkin mengalami kondisi serupa.

Baca Juga: Kanker Tulang: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

3. Diagnosis

Penyakit Paget Tulang: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatanilustrasi hasil sinar-X (freepik.com/rawpixel.com)

Sebagai bagian dari diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada area tubuh yang menyebabkan rasa sakit. Dokter juga dapat merekomendasikan tes lainnya untuk membantu memastikan diagnosis penyakit Paget. Tes ini meliputi:

  • Sinar X. Indikasi pertama Paget tulang biasanya ditemukan lewat sinar-X. Gambar rontgen tulang dapat menunjukkan area kerusakan tulang, pembesaran tulang, dan kelainan bentuk yang merupakan ciri khas penyakit Paget tulang.
  • Pemindai tulang. Tes ini melibatkan menyuntikkan bahan radioaktif ke dalam tubuh. Bahan ini bergerak ke tempat-tempat di tulang yang paling terpengaruh, dan menyala pada gambar pindaian.
  • Tes darah. Individu yang memiliki Paget tulang biasanya memiliki peningkatan kadar alkalin fosfatase dalam darah, yang dapat diungkapkan lewat tes darah.

4. Pengobatan

Penyakit Paget Tulang: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatanilustrasi obat-obatan (pexels.com/Pixabay)

Untuk menghindari komplikasi, penting untuk menemukan dan mengobati penyakit Paget tulang sejak dini. Perawatan yang diberikan dapat meliputi:

  • Obat. Terdapat beberapa obat yang dapat diberikan untuk mengobati penyakit Paget tulang. Jenis yang paling umum adalah bifosfonat untuk membantu mengurangi nyeri tulang dan menghentikan atau memperlambat perkembangan penyakit.
  • Pembedahan terkadang diperlukan untuk mengganti sendi bila ada artritis parah, menyelaraskan kembali tulang yang cacat untuk mengurangi rasa sakit, dan mengurangi tekanan pada saraf.
  • Diet dan olahraga. Ini memang tidak mengobati Paget, tetapi dapat membantu menjaga kesehatan tulang.

5. Komplikasi

Penyakit Paget Tulang: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatanilustrasi artritis atau radang sendi (freepik.com/user18526052)

Kemungkinan komplikasi yang bisa ditimbulkan dari penyakit Paget tulang meliputi:

  • Fraktur dan deformitas. Tulang yang terkena penyakit Paget akan lebih mudah patah dan berdarah. Tulang kaki bisa membungkuk yang memengaruhi kemampuan untuk berjalan.
  • Osteoartritis. Tulang yang tidak berbentuk dapat meningkatkan jumlah tekanan pada sendi di dekatnya, yang dapat menyebabkan osteoartritis.
  • Masalah neurologis. Jika penyakit Paget terjadi di daerah yang dilewati saraf, seperti tulang belakang dan tengkorak, pertumbuhan tulang yang berlebihan dapat menekan dan merusak saraf, menyebabkan rasa sakit, kelemahan, atau kesemutan, atau gangguan pendengaran.
  • Gagal jantung. Pada kasus yang parah, ini mungkin membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke area tubuh yang terkena. Peningkatan beban kerja pada jantung dapat memicu gagal jantung.
  • Kanker tulang. Sekitar 1 persen orang yang terkena penyakit Paget mengembangkan kanker tulang.

Biasanya, penyakit Paget tulang berkembang perlahan. Penyakit ini juga dapat dikelola secara efektif pada hampir semua orang. Jadi, jika kamu atau orang terdekatmu mengalami kondisi ini, jangan panik dan segera cari pengobatan.

Baca Juga: 6 Kebiasaan Sehari-hari yang Tanpa Disadari Dapat Memicu Artritis

Topic:

  • Nurulia R F
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya