Comscore Tracker

Vasa Previa: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan

Kondisi ini bisa menyebabkan bayi lahir mati

Vasa previa adalah komplikasi yang dapat terjadi pada saat kelahiran. Ini terjadi saat pembuluh darah yang menghubungkan tali pusat ke plasenta terletak di atas atau di dekat pintu masuk jalan lahir. Padahal, normalnya, pembuluh darah dari tali pusat akan langsung masuk ke plasenta. Saat selaput di sekitar bayi pecah, pembuluh darah ini juga bisa pecah.

Kondisi ini tentu berbahaya karena darah yang hilang berasal dari bayi. Tubuh bayi hanya memiliki sedikit darah, sehingga vasa previa menempatkan bayi pada risiko meninggal dunia. Selain itu, sang ibu mungkin juga mengalami komplikasi.

Dirangkum dari laman Healthline dan WebMD, inilah sejumlah informasi penting seputar vasa previa, mulai dari gejala hingga pengobatan.

1. Gejala

Vasa Previa: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatanilustrasi pendarahan (pexels.com/Polina Kovaleva)

Pada sebagian besar kasus, vasa previa tidak menimbulkan gejala apa pun hingga persalinan dimulai. Beberapa perempuan mungkin juga mengalami pendarahan vagina tanpa rasa sakit. Darah yang keluar biasanya berwarna gelap karena darah bayi tidak memiliki oksigen sebanyak darah orang dewasa.

Pada vasa previa yang belum ditemukan sebelum persalinan, gejalanya biasanya berupa pendarahan vagina setelah ketuban pecah. Bayi mungkin juga memiliki detak jantung yang lemah.

2. Penyebab

Vasa Previa: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatanilustrasi persalinan pervaginam (peanut-app.io)

Penyebab umum vasa previa adalah kelainan tali pusat yang disebut insersi tali pusat velamentous. Pada kondisi ini, tali pusat masuk ke membran, menghasilkan pembuluh darah yang tidak terlindungi yang mengarah ke plasenta.

Penyebab lainnya dari vasa previa adalah plasenta bilobed, di mana plasenta terbagi menjadi dua bagian. Pada kasus ini, pembuluh darah menjadi tidak terlindungi karena mereka melintas di antara dua lobus.

Baca Juga: 6 Fakta Husband Stitch, Jahitan Ekstra setelah Persalinan

3. Siapa yang berisiko terkena vasa previa?

Vasa Previa: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatanilustrasi rokok, sebagai salah satu faktor risiko vasa previa (unsplash.com/Mathew MacQuarrie)

Perempuan memiliki risiko lebih besar terkena vasa previa apabila:

  • Plasenta terletak rendah (plasenta previa).
  • Kelahiran sebelumnya melalui persalinan sesar.
  • Kehamilan terjadi melalui fertilisasi in vitro.
  • Hamil banyak bayi.
  • Pernah menjalani operasi rahim sebelumnya.
  • Merokok.
  • Memiliki masalah kesehatan kronis, seperti diabetes.

4. Diagnosis

Vasa Previa: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatanilustrasi dokter sedang membahas hasil USG dengan ibu hamil (pexels.com/MART PRODUCTION)

Vasa previa bukanlah kondisi yang diperiksa secara rutin selama kehamilan. Namun, jika kamu memiliki satu atau beberapa faktor ini, dokter mungkin akan merekomendasikan pemindaian tambahan selama kehamilan untuk memeriksa apakah kamu menderita vasa previa.

Dokter mungkin mencurigai adanya vasa previa berdasarkan USG yang rutin dilakukan. Setelah itu, dokter akan melakukan ultrasonografi transvaginal, yang dilakukan dengan memasukkan tongkat ke dalam vagina untuk memverifikasinya. Dokter juga dapat melakukan uji pemetaan aliran warna Doppler. Tes ini memungkinkan dokter melihat di mana pembuluh darah berada.

5. Pengobatan

Vasa Previa: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatanilustrasi dirawat di rumah sakit (pexels.com/Anna Shvets)

Pengobatan vasa previa bertujuan untuk melanjutkan kehamilan dengan aman dan untuk menghindari pecahnya pembuluh darah saat bayi lahir. Perawatan yang ditawarkan mungkin termasuk:

  • Memantau kondisi bayi dengan tes non-stres dua kali seminggu, yang biasanya dimulai antara minggu ke-28 hingga 32.
  • Ibu mungkin dirawat di rumah sakit antara minggu ke-30 hingga 32 untuk memantau kondisi bayi lebih dekat.
  • Ibu mungkin diberi suntikan kortikosteroid untuk membantu  perkembangan paru-paru bayi.
  • Ibu disarankan untuk mendapatkan istirahat panggul. Ini termasuk menghindari hubungan seks atau memasukkan apa pun ke dalam vagina.
  • Persalinan caesar yang direncanakan antara minggu ke-34 hingga 37.
  • Dokter mungkin akan melakukan operasi Caesar darurat jika selaput ketuban ibu pecah lebih awal, mengalami pendarahan vagina, atau bayi dalam keadaan tertekan.

Vasa previa adalah kasus yang jarang terjadi. Ini biasanya tidak menimbulkan risiko kesehatan fisik bagi ibu, tetapi dapat mengakibatkan bayi kehilangan nyawa. Namun, jika kondisi ini terdiagnosis saat hamil, maka peluang kelangsungan hidup bayi sangat baik.

Baca Juga: 7 Penyebab Bayi Lahir Prematur, Ibu Hamil Perlu Waspada

Topic:

  • Nurulia R F

Berita Terkini Lainnya