Comscore Tracker

Bisul: Penyebab, Gejala, Komplikasi, Pengobatan, dan Pencegahan

Jangan pernah memecahkan bisul tanpa bantuan dokter

Pernahkah kamu bisulan? Bisul atau furunkel adalah benjolan berisi nanah yang terbentuk di bawah kulit karena infeksi bakteri. Bisa amat menyakitkan, kondisi kulit ini umum terjadi.

Bisul bisa berkembang di area tubuh mana pun, tetapi paling sering terjadi di area wajah, belakang leher, ketiak, paha, dan bokong. Biasanya, bisul akan pecah dan mengering dengan sendirinya, jadi jangan sekali-kali mencoba untuk memecahkan bisul karena malah berisiko.

1. Penyebab dan faktor risiko bisul

Bisul: Penyebab, Gejala, Komplikasi, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi bisul (skinkraft.com)

Sebagian besar bisul terjadi karena infeksi bakteri Staphylococcus aureus, bakteri yang biasa ditemukan di kulit dan di dalam hidung kita.

Benjolan dari bisul mulai terbentuk ketika nanah sudah terkumpul di bawah kulit. Bisul juga mungkin berkembang setelah terjadi luka kecil atau gigitan serangga yang merusak kulit, sehingga mengakibatkan bakteri lebih mudah masuk.

Dilansir Mayo Clinic, siapa pun dapat mengembangkan bisul dan faktor-faktor berikut dapat meningkatkan risiko pembentukannya, seperti:

  • Seseorang akan lebih mungkin terkena infeksi jika tinggal dengan orang yang memiliki bisul.
  • Punya diabetes. Adanya penyakit ini akan membuat tubuh sulit melawan infeksi, termasuk infeksi bakteri penyebab bisul.
  • Masalah atau kondisi kulit seperti jerawat dan eksem dapat merusak pelindung kulit yang akhirnya membuat kamu lebih rentan terhadap bisul.
  • Memiliki sistem kekebalan yang lemah atau melemah karena alasan apa pun akan menyebabkan seseorang lebih rentan terhadap bisul.

2. Kapan bisul harus diperiksakan ke dokter?

Bisul: Penyebab, Gejala, Komplikasi, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi bisul di wajah (freepik.com/user18526052)

Pada umumnya, bisul akan sembuh sendirinya. Namun, dilansir WebMD, bila bisul tidak kunjung sembuh setelah seminggu perawatan di rumah, baiknya konsultasikan ke dokter.

Selain itu, sebaiknya periksakan bisul ke dokter bila:

  • Muncul di wajah atau tulang belakang
  • Timbul gejala demam atau garis-garis merah yang berasal dari luka
  • Bisul yang dialami berukuran sangat besar atau sangat menyakitkan
  • Bisul terus-terusan muncul

3. Gejala bisul

Bisul: Penyebab, Gejala, Komplikasi, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi bisul (omicsonline.org)

Awalnya, bisul mungkin akan dimulai sebagai area berwarna merah muda yang sakit dan sedikit terangkat atau timbul. Seiring waktu, bisul akan terisi cairan bening atau nanah dan membesar dengan cepat. Seperti dipaparkan di laman Cleveland Clinic, gejala bisul bisa meliputi:

  • Benjolan merah yang membengkak jauh di dalam kulit dan kadang rambut bisa tumbuh dari benjolan tersebut.
  • Rasa nyeri yang terutama saat bisul disentuh.
  • Rasa sakit di tempat-tempat tertentu di tubuh, seperti di hidung atau telinga.
  • Ukuran bisul bervariasi dari kecil hingga besar.
  • Bisul dapat disertai dengan berkembangnya benjolan berwarna kuning keputihan yang dapat pecah dan mengeluarkan nanah.
  • Bisul mungkin mengeluarkan cairan bening serta menimbulkan kerak atau pengerasan pada kulit.
  • Bisul dapat menyebar ke kulit di sekitarnya, menciptakan karbunkel (kumpulan dari bisul).

Baca Juga: Buta Warna: Jenis, Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

4. Diagnosis bisul

Bisul: Penyebab, Gejala, Komplikasi, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi pemeriksaan kulit (freepik.com/wavebreakmedia_micro)

Dokter dapat mendiagnosis bisul umumnya hanya dengan melihatnya. Mengutip MSD Manual, bisul juga bisa didiagnosis dengan evaluasi klinis atau kultur lesi.

Pengambilan sampel mungkin diperlukan untuk pemeriksaan, terutama ketika bisul yang dialami pasien adalah infeksi berulang atau bisul yang tidak merespons pengobatan standar.

Sejumlah bakteri penyebab bisul berpotensi kebal terhadap jenis antibiotik tertentu, sehingga pengujian laboratorium penting dilakukan untuk membantu menentukan jenis antibiotik yang tepat.

5. Pengobatan bisul

Bisul: Penyebab, Gejala, Komplikasi, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi mengompres bisul (myknowledgehunt.com)

Kebanyakan bisul akan sembuh dengan sendirinya. Perawatan terpenting adalah tidak memencet, memecahkan, atau menusuk bisul dengan benda tajam untuk mengeluarkan isi bisul. Sebab, ini malah dapat mengakibatkan infeksi menyebar ke bagian kulit lain.

Meskipun bisul umumnya pecah dan mengering dengan sendirinya, tetapi dalam beberapa kasus intervensi medis dibutuhkan. Bila diperlukan, dokter dapat menyayat kulit untuk mengeluarkan nanah dan cairan. Dokter juga dapat meresepkan antibiotik, terutama bila ada infeksi yang serius.

Perawatan yang disarankan untuk dilakukan termasuk:

  • Mengompres bisul dengan kompres hangat dan lembap beberapa kali sehari. Ini mampu mempercepat penyembuhan dan meringankan rasa sakit serta tekanan yang dirasakan karena bisul.
  • Menemui dokter semisal mengalami demam atau gejala serius lainnya. Kemudian, pengidap diabetes atau kondisi kesehatan lain yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh harus menemui dokter untuk pengobatan bisul.

6. Komplikasi yang dapat terjadi

Bisul: Penyebab, Gejala, Komplikasi, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi sepsis (endsepsis.org)

Bakteri dari bisul berpotensi memasuki aliran darah dan terbawa ke bagian lain tubuh. Jika hal ini terjadi, infeksi akan menyebar dan menyebabkan kondisi keracunan darah atau sepsis.

Selanjutnya, infeksi yang lebih jauh di dalam tubuh mungkin terjadi, misalnya endokarditis pada jantung atau osteomielitis pada tulang. Kondisi ini bisa berbahaya. Kabar baiknya, komplikasi akibat bisul ini tergolong jarang terjadi asal bisul dirawat dengan benar.

7. Mencegah bisul dengan menjaga kebersihan

Bisul: Penyebab, Gejala, Komplikasi, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi mencuci tangan dengan sabun (unsplash.com/purzlbaum)

Dilansir Healthline, bisul bisa dengan mudah dicegah dengan mempraktikkan kebersihan diri yang baik. Terapkan tips berikut ini untuk mencegah bisul terbentuk maupun mencegah penyebaran infeksi:

  • Sering mencuci tangan dengan sabun.
  • Mengikuti instruksi perawatan luka dari dokter, termasuk pembersihan luka secara lembut dan menjaga luka tetap tertutup perban.
  • Tidak berbagi barang pribadi seperti seprai, handuk, pakaian, atau pisau cukur.
  • Rutin mencuci seprai dengan air panas untuk membunuh bakteri.
  • Menghindari kontak dengan orang yang memiliki infeksi methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) atau infeksi bakteri staph lainnya.

Walaupun umumnya bukan masalah serius, tetapi bisul bisa menimbulkan rasa sakit dan tak enak dipandang, sehingga banyak orang yang buru-buru menghilangkannya. Namun, jangan memecahkah bisul karena itu malah bisa memperparah dan memperluas infeksi.

Tenang, sebagian bisul akan sembuh sendiri, kok! Namun, bila bisul tak juga sembuh, memburuk, atau meluas, sebaiknya periksa ke dokter spesialis kulit dan kelamin atau dermatolog, ya!

Baca Juga: Demam Rematik: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Komplikasi

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya