Comscore Tracker

Efusi Pleura: Penyebab, Gejala, Komplikasi, dan Pengobatan

Umum terjadi akibat komplikasi dari kondisi medis tertentu

Pleura adalah selaput tipis yang melapisi paru-paru dan bagian dalam rongga dada yang fungsinya melumasi dan memfasilitasi pernapasan. Umumnya, memang terdapat cairan di pleura, tetapi hanya dalam jumlah sedikit. Namun, bila terjadi penumpukan cairan berlebih di antara lapisan atau rongga pleura di luar paru-paru, kondisi ini disebut sebagai efusi pleura.

Efusi pleura biasa terjadi akibat komplikasi dari kondisi medis tertentu. Tingkat keparahan kondisi ini bergantung pada penyebab utama efusi pleura. Ketahui lebih banyak mengenai efusi pleura di bawah ini, ya!

1. Jenis efusi pleura

Efusi Pleura: Penyebab, Gejala, Komplikasi, dan Pengobatanilustrasi efusi pleura (about-cancer.cancerresearchuk.org)

Dilansir WebMD, terdapat dua jenis utama dari efusi pleura yang dibedakan menjadi:

  • Transudatif: cairan efusi pleura transudatif mirip cairan di ruang pleura biasanya, dan biasanya jenis ini terbentuk karena adanya cairan bocor yang melintasi pleura normal. Efusi pleura transudatif kebanyakan tidak perlu dikeringkan, kecuali jika efusi pleura yang terjadi sudah sangat besar.

  • Eksudatif: jenis eksudatif terbentuk dari cairan ekstra, protein, darah, sel-sel inflamasi, atau bakteri yang bocor melalui pembuluh darah yang rusak ke dalam pleura. Sebagian besar jenis efusi pleura ini memerlukan pengeringan, tetapi ini juga tergantung pada ukuran dan seberapa banyak peradangan yang terjadi.

2. Penyebab efusi pleura

Efusi Pleura: Penyebab, Gejala, Komplikasi, dan PengobatanEmboli paru bisa menjadi salah satu penyebab efusi pleura. (uscjournal.com)

Biasanya, efusi pleura merupakan komplikasi dari kondisi kesehatan yang lain, sehingga penyebabnya bisa beragam. Kelebihan cairan juga bisa mengandung sedikit protein atau transudatif maupun kaya protein atau eksudatif.

Dilansir Cleveland Clinic, penyebab paling umum dari efusi pleura transudatif adalah:

  • Gagal jantung
  • Emboli paru
  • Sirosis
  • Pascaoperasi jantung terbuka

Sementara sejumlah penyebab efusi pleura eksudatif mungkin termasuk:

  • Pneumonia
  • Kanker, terutama kanker paru-paru
  • Radang paru-paru
  • Emboli paru
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit terkait peradangan

Ada pula beberapa penyebab lain efusi pleura yang kurang umum terjadi, seperti:

  • Tuberkulosis (TBC)
  • Penyakit autoimun
  • Pendarahan karena trauma dada
  • Chylothorax karena trauma
  • Infeksi dada dan perut yang jarang terjadi
  • Efusi pleura asbes yang terjadi karena paparan asbes
  • Sindrom Meig karena tumor ovarium jinak
  • Sindrom hiperstimulasi ovarium

Selain itu, sejumlah obat-obatan, operasi perut, dan terapi radiasi juga berpotensi memicu efusi pleura terjadi.

3. Gejala efusi pleura

Efusi Pleura: Penyebab, Gejala, Komplikasi, dan Pengobatanilustrasi sakit dada karena efusi pleura (freepik.com/user18526052)

Tidak semua orang dengan efusi pleura menunjukkan gejala, sehingga kebanyakan orang mengetahui dirinya mengalami efusi pleura setelah melakukan pemeriksaan fisik atau rontgen dada.

Bila muncul gejala, seperti dipaparkan di laman Healthline, bisa mencakup:

  • Batuk kering
  • Demam
  • Sakit dada
  • Sesak napas
  • Kesulitan bernapas saat berbaring
  • Kesulitan mengambil napas yang panjang
  • Cegukan yang terjadi terus-menerus
  • Mengalami kesulitan melakukan aktivitas fisik

Baca Juga: 8 Fakta ARDS, Gangguan Serius pada Paru-paru yang Berpotensi Fatal

4. Potensi komplikasi efusi pleura

Efusi Pleura: Penyebab, Gejala, Komplikasi, dan Pengobatanilustrasi sepsis (childrenshospital.org)

Mengutip MedicineNet, terdapat komplikasi yang mungkin berkaitan dengan efusi pleura, misalnya:

  • Terbentuknya jaringan parut pada paru-paru.
  • Pneumotoraks atau kolaps paru-paru sebagai komplikasi dari pengeluaran cairan atau thoracentesis.
  • Empiema atau kumpulan nanah di dalam rongga pleura.
  • Sepsis atau infeksi dalam aliran darah, kondisi ini terkadang menyebabkan kematian.

5. Diagnosis efusi pleura

Efusi Pleura: Penyebab, Gejala, Komplikasi, dan Pengobatanilustrasi diagnosis efusi pleura lewat rontgen dada (radiopaedia.org)

Diagnosis efusi pleura bisa jadi tidak mudah karena gejalanya mirip dengan berbagai kondisi lain. Namun, yang jelas penting bagi dokter untuk mengetahui jenis efusi pleura yang dialami, apakah transudatif atau eksudatif.

Dilansir Medical News Today, untuk melakukan diagnosis, dokter dapat:

  • Menanyakan gejala yang dialami
  • Menanyakan riwayat kesehatan atau riwayat medis lengkap
  • Melakukan pemeriksaan fisik
  • Menyarankan tes pencitraan seperti sinar-X, ultrasound, atau pemindaian CT

6. Pengobatan efusi pleura

Efusi Pleura: Penyebab, Gejala, Komplikasi, dan Pengobatanilustrasi thoracentesis (healthjade.net)

Pengobatan efusi pleura bertujuan untuk mengeluarkan cairan, mencegah cairan kembali menumpuk, serta untuk menentukan dan mengobati penyebab utama efusi pleura. mengutip MedlinePlus.

Pengeluaran cairan atau thoracentesis bisa dilakukan jika cairan tersebut mengakibatkan tekanan dada, sesak napas, atau kadar oksigen yang rendah. Cairan yang dikeluarkan akan membuat pernapasan menjadi lebih lega dan mudah.

Untuk gagal jantung, pil air atau diuretik serta obat-obatan lain untuk mengobati gagal jantung bisa diberikan. Sementara untuk mengobati infeksi, antibiotik dapat diberikan. Kanker, penyakit hati, atau penyakit ginjal juga harus menerima pengobatan. Efusi pleura yang disebabkan oleh kanker atau infeksi sering diobati dengan menggunakan selang dada untuk mengalirkan cairan dan mengobati penyebabnya.

Pada sejumlah kasus, mungkin perawatan yang akan dilakukan meliputi:

  • Menempatkan obat ke dalam dada yang mencegah cairan menumpuk lagi setelah dikeringkan
  • Kemoterapi
  • Terapi radiasi
  • Operasi

7. Pencegahan efusi pleura

Efusi Pleura: Penyebab, Gejala, Komplikasi, dan Pengobatanilustrasi pemeriksaan dan perawatan pasien oleh dokter (pennmedicine.org)

Sebagian perkembangan efusi pleura tidak dapat dicegah. Namun, terkadang perkembangan efusi pleura dapat dicegah dengan pengobatan dini dari penyebab utamanya.

Selain itu, beberapa kasus efusi pleura juga bisa dicegah agar tidak kambuh dengan melakukan pleurodesis, yakni prosedur untuk menutup ruang pleura.

Gaya hidup sehat juga dibutuhkan, yakni demi mencegah berbagai kondisi atau penyakit yang dapat menyebabkan efusi pleura.

Efusi pleura berpotensi serius dan mengancam jiwa, sehingga kondisi ini harus segera diperiksakan ke dokter. Sebagian besar kasus memerlukan perawatan di rumah sakit, bahkan beberapa memerlukan pembedahan.

Pemulihan efusi pleura juga bisa bervariasi, tergantung penyebab, ukuran, tingkat keparahan, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Walau pengobatan kerap mampu mengatasi efusi pleura, tetapi penyebab yang mendasarinya tidak selalu sanggup disembuhkan.

Baca Juga: 7 Fakta Fibrosis Paru, Penyebabnya Sering Kali Tidak Diketahui

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya