Comscore Tracker

Fluoxetine: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Samping

Antidepresan yang digunakan untuk mengatasi masalah mental

Fluoxetine adalah obat resep yang banyak digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan terkait mental seperti depresi dan lainnya.

Antidepresan ini termasuk ke dalam kelompok obat yang dikenal sebagai selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs). Fluoxetine hanya bisa diperoleh dengan resep dokter dan tersedia dalam bentuk sediaan kapsul, tablet, atau juga bentuk cair seperti sirop.

1. Manfaat

Fluoxetine: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Sampingilustrasi depresi (unsplash.com/christopher lemercier)

Mengutip Verywell Health, fluoxetine umum diresepkan untuk pengobatan beberapa kondisi kejiwaan seperti:

  • Gangguan depresi mayor: untuk orang dewasa dan anak-anak berusia 8 tahun ke atas.
  • Gangguan obsesif kompulsif atau obsessive-compulsive disorder (OCD): untuk orang dewasa dan anak-anak berusia 7 tahun ke atas.
  • Bulimia nervosa: untuk orang berusia 18 tahun ke atas.
  • Gangguan panik: untuk orang berusia 18 tahun ke atas.

Fluoxetine bekerja dengan cara meningkatkan aktivitas serotonin di otak. Serotonin adalah neurotransmiter yang memengaruhi suasana hati, kecemasan, dan berbagai fungsi lain.

Dilansir Mayo Clinic, fluoxetine juga dapat digunakan sebagai bagian dari pengobatan gangguan disforik pramenstruasi atau premenstrual dysphoric disorder (PMDD). Penggunaannya bersama dengan olanzapine juga bisa mengobati depresi yang diakibatkan oleh gangguan bipolar.

2. Peringatan

Fluoxetine: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Sampingilustrasi fluoxetine (rrvp.com)

Sebelum mengonsumsi fluoxetine, pasien dan keluarga pasien harus berhati-hati terhadap pemikiran terkait bunuh diri atau depresi yang mungkin muncul atau memburuk.

Waspadai pula perubahan perasaan yang tiba-tiba seperti cemas, sangat gelisah, panik, mudah tersinggung, agresif, impulsif, terlalu bersemangat, hiperaktif, atau tidak bisa tidur. Jika mengalami gejala-gejala tersebut, terutama pada masa awal pengobatan atau setelah dilakukan perubahan dosis, segera hubungi dokter.

Rasa kantuk atau pusing bisa juga dialami sebagai efek samping fluoxetine. Jadi, jangan mengemudi, mengoperasikan mesin atau peralatan berat tertentu, atau melakukan kegiatan lain yang butuh kewaspadaan mental tingkat tinggi selama mengonsumsi obat ini. Jangan berdiri atau duduk dengan cepat, terutama bila pengonsumsinya sudah berusia lanjut. Hindari juga minuman beralkohol karena ini bisa mengganggu efek obat.

Mengonsumsi fluoxetine bisa memengaruhi kadar gula darah. Pengidap diabetes harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar penggunaan obat ini lebih aman. Setidaknya diperlukan beberapa minggu sampai efek maksimal dari obat ini dapat terlihat dan terasa, sehingga pemeriksaan rutin untuk memeriksa kemajuan perlu dilakukan.

Mengutip Cleveland Clinic, penting untuk memberi tahu dokter jika kamu memiliki atau sedang mengalami:

  • Gangguan bipolar atau memiliki riwayat keluarga gangguan bipolar
  • Gangguan pendarahan
  • Glaukoma
  • Penyakit jantung
  • Penyakit hati
  • Kadar natrium yang rendah dalam darah
  • Kejang
  • Pikiran, rencana, atau upaya bunuh diri; percobaan bunuh diri sebelumnya oleh anda atau anggota keluarga
  • Menggunakan obat seperti carbex, eldepryl, marplan, nardil, dan parnate
  • Mengonsumsi obat untuk mengobati atau mencegah pembekuan darah
  • Penyakit tiroid
  • Reaksi yang tidak biasa atau alergi terhadap fluoxetine, obat-obatan lain, makanan, pewarna, atau pengawet
  • Hamil atau mencoba untuk hamil
  • Menyusui

3. Dosis

Fluoxetine: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Sampingilustrasi fluoxetine (commons.wikimedia.org/M.Minderhoud)

Dosis obat ini bisa berbeda-beda untuk setiap kondisi kesehatan yang ingin ditangani. Tanyakan pada dokter untuk dosis rincinya. Menurut Pusat Informasi Obat Nasional Badan POM RI, dosis umumnya adalah:

  • Depresi: dosisnya adalah 20 miligram per harinya (mg/hari).
  • Bulimia nervosa: dosisnya sebesar 60 mg/hari.
  • OCD: dosis awal adalah 20 mg/hari, kemudian dosis bisa dinaikkan bila dalam beberapa minggu setelah perawatan tidak ada respons yang positif. Dosis sanggup ditingkatkan hingga maksimal 60 mg/hari.

Baca Juga: Prednisone: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, dan Efek Samping

4. Cara penggunaan

Fluoxetine: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Sampingilustrasi mengonsumsi obat (pexels.com/Ron Lach)

Agar mendapatkan manfaat maksimal dari fluoxetine, ikuti arahan dokter untuk aturan konsumsi obat ini. Jangan mengonsumsinya lebih dari dosis yang disarankan. Pemberian obat biasanya akan disertai panduan dan penting untuk membaca keterangan di kemasan obat sebelum mulai mengonsumsinya. Bila ada yang kurang jelas, jangan ragu untuk bertanya ke dokter yang meresepkan.

Fluoxetine bisa dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Sebagian kondisi kesehatan yang ingin ditangani bisa memerlukan waktu sekitar satu bulan atau lebih sebelum efeknya dapat dirasakan. Seumpama kamu merasa obat ini tidak bekerja dengan baik, segera beri tahu dokter.

Untuk obat sediaan cair, kocok botol terlebih dulu, lalu tuangkan ke sendok takar atau oral syringe dan pastikan dosisnya tepat. Jangan menakarnya dengan sendok dapur karena dosisnya berpotensi menjadi tidak akurat.

5. Overdosis, dosis yang terlewat, dan penyimpanan

Fluoxetine: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Sampingilustrasi fluoxetine (unsplash.com/Christina Victoria Craft)

Overdosis fluoxetine mungkin menimbulkan gejala detak jantung yang cepat atau tidak teratur, pusing yang parah, atau bisa sampai pingsan. Bila sampai pingsan atau kesulitan bernapas, segera bawa orang tersebut ke rumah sakit.

Apabila ada satu dosis yang terlewat, beri tahu dokter atau apoteker agar bisa segera dibuatkan jadwal pemberian dosis yang baru. Jangan menggandakan dosis untuk menggantikan dosis yang terlewat, mengutip WebMD.

Simpanlah obat pada suhu ruangan yang jauh dari cahaya dan kelembapan. Jauhkan pula obat dari jangkauan anak-anak atau hewan peliharaan. Jangan menyimpannya di kamar mandi dan jangan buang obat ke toilet atau saluran pembuangan. Buang produk dengan benar bila obat sudah kedaluwarsa atau tidak lagi digunakan.

6. Interaksi obat

Fluoxetine: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Sampingilustrasi obat-obatan (pexels.com/freestocks.org)

Fluoxetine dapat menimbulkan efek samping seperti masalah jantung yang serius, dan risiko ini lebih tinggi bila pasien juga mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat untuk infeksi, asma, masalah jantung, tekanan darah tinggi, depresi, penyakit mental, kanker, malaria, atau HIV. 

Selain itu, penggunaan fluoxetine dengan sejumlah obat akan memperburuk efek kantuk yang sanggup ditimbulkan. Beberapa obat tersebut dapat termasuk opioid, pil tidur, pelemas otot, atau obat untuk kecemasan atau kejang.

Kemudian, menggunakan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) bersama dengan fluoxetine mungkin menyebabkan pasien menjadi mudah memar atau berdarah, dilansir Drugs.

Lebih lengkapnya, beberapa orang yang dapat berinteraksi dengan fluoxetine mungkin mencakup:

  • Antidepresan lain
  • St. John's Wort
  • Triptofan
  • Pengencer darah seperti warfarin, Coumadin, Jantoven
  • Obat untuk mengobati kecemasan, gangguan mood, gangguan pikiran, atau penyakit mental seperti amitriptyline, buspirone, desipramine, lithium, nortriptyline, dan masih banyak lagi
  • Obat untuk mengobati ADHD atau narkolepsi seperti Adderall, Concerta, Ritalin, Vyvanse, Zenzedi, dan lainnya
  • Obat sakit kepala migrain seperti rizatriptan, sumatriptan, zolmitriptan, dan lain-lain
  • Obat nyeri narkotika seperti fentanil atau tramadol

Mengutip RxList, fluoxetine memiliki setidaknya interaksi serius dengan 101 obat yang berbeda, interaksi moderat atau sedang dengan 235 obat, dan interaksi ringan dengan 43 obat yang berbeda.

Informasikan ke dokter atau apoteker terkait semua obat resep, obat bebas, vitamin, dan produk herbal lain yang kamu konsumsi sebelum mulai mengambil fluoxetine. Dengan demikian, dokter dapat mempertimbangkan semua interaksi obat yang mungkin terjadi.

7. Efek samping

Fluoxetine: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Sampingilustrasi mengantuk (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Sejumlah efek samping fluoxetine yang umum terjadi adalah:

  • Mengantuk
  • Sakit kepala atau pusing
  • Sakit dada
  • Mual
  • Muntah
  • Insomnia
  • Getaran atau tremor
  • Kehilangan selera makan
  • Nafsu makan meningkat
  • Kecemasan
  • Kelemahan fisik yang tidak normal
  • Diare
  • Rasa gugup
  • Mulut kering
  • Sulit bernapas
  • Berkeringat
  • Libido menurun
  • Indra perasa menjadi tidak normal
  • Agitasi
  • Panas dingin
  • Kebingungan
  • Sakit telinga
  • Telinga berdenging (tinnitus)
  • Tekanan darah tinggi
  • Gangguan tidur
  • Frekuensi kencing meningkat
  • Penambahan berat badan
  • Detak jantung tidak teratur (palpitasi)
  • Kadar glukosa darah abnormal pada penderita diabetes melitus

Kemudian, ada pula efek samping yang langka terjadi, yakni risiko kejang saat menjalani terapi electroconvulsive.

Mengatasi masalah kesehatan mental seperti depresi dan kondisi lainnya tidaklah mudah. Mengambil pengobatan fluoxetine sesuai saran dokter mungkin dapat membantu. Meski bisa sekalipun, efek obat ini membutuhkan waktu yang lama untuk bekerja.

Bila ada pertanyaan seputar penggunaan, dosis, interaksi, efek samping, dan keamanan tentang obat ini, jangan ragu untuk menanyakannya ke dokter.

Baca Juga: Acetaminophen: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Samping

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya