Pada 26 Januari 2026, pemerintah Ethiopia secara resmi menyatakan wabah Marburg virus disease (MVD) telah berakhir. Keputusan ini diambil setelah dua periode inkubasi berturut-turut (total 42 hari) tanpa ditemukannya kasus baru, sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kasus terakhir meninggal dunia pada 14 Desember 2025.
Wabah ini bermula pada November 2025, ketika sejumlah kasus demam berdarah virus terkonfirmasi di Kota Jinka, wilayah selatan Etiopia. Pengujian molekuler oleh Ethiopian Public Health Institute (EPHI) memastikan bahwa penyebabnya adalah virus Marburg, menandai wabah Marburg pertama yang pernah dilaporkan di Ethiopia.
Secara keseluruhan, hingga 25 Januari 2026 tercatat 19 kasus, terdiri dari 14 kasus terkonfirmasi dan 5 kasus probable. Dari jumlah tersebut, 14 orang meninggal dunia. Angka ini mencerminkan betapa mematikannya virus Marburg, terutama ketika deteksi dan perawatan tidak dilakukan sejak dini.
