Belum ada terapi spesifik yang disetujui untuk Bundibugyo virus. Namun, pasien tetap bisa mendapatkan perawatan suportif seperti:
Cairan infus.
Pengelolaan elektrolit.
Oksigen.
Dukungan organ.
Perawatan dini dapat meningkatkan peluang bertahan hidup secara signifikan.
Saat ini beberapa kandidat vaksin dan terapi eksperimental juga sedang diteliti.
Bundibugyo virus adalah salah satu jenis Ebola yang kini menyebabkan wabah di DR Kongo dan Uganda. Meski lebih jarang dibanding strain Ebola lain, tetapi virus ini tetap dapat menyebabkan penyakit berat dengan tingkat kematian yang signifikan.
Tantangan terbesar wabah saat ini adalah belum adanya vaksin atau terapi spesifik yang disetujui. Jadi, pengendalian sangat bergantung pada deteksi dini, isolasi pasien, pelacakan kontak, dan perlindungan tenaga kesehatan.
Gejala awalnya juga sering menyerupai penyakit umum, sehingga kewaspadaan dan respons cepat menjadi sangat penting untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Referensi
"Ebola disease caused by Bundibugyo virus, Democratic Republic of the Congo & Uganda." World Health Organization (WHO). Diakses Mei 2026.
"Ebola Disease." WHO. Diakses Mei 2026.
"Ebola Bundibugyo Virus Disease in the Democratic Republic of the Congo." Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Mei 2026.
Shevin T. Jacob et al., “Ebola Virus Disease,” Nature Reviews Disease Primers 6, no. 1 (February 20, 2020): 13, https://doi.org/10.1038/s41572-020-0147-3.
Raymond Ernest Kaweesa et al., “Resilience and Residuals Beyond Containment — the Hidden Burden of Bundibugyo Ebola Virus Survivorship Sixteen Years on: A Cross-sectional Observational Study,” New Microbes and New Infections 69 (December 13, 2025): 101685, https://doi.org/10.1016/j.nmni.2025.101685.
Adam MacNeil et al., “Proportion of Deaths and Clinical Features in Bundibugyo Ebola Virus Infection, Uganda,” Emerging Infectious Diseases 16, no. 12 (November 29, 2010): 1969–72, https://doi.org/10.3201/eid1612.100627.