Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seorang perempuan mengalami flu.
ilustrasi sakit flu (vecteezy.com/nuttawan jayawan)

Musim influenza terbaru yang tengah terjadi di berbagai belahan dunia ramai dibicarakan media dengan istilah “super flu.” Sebutan ini muncul karena lonjakan jumlah kasus yang cepat dan luas akibat varian baru influenza A, khususnya subvarian H3N2 subclade K. Namun, di kalangan ahli kesehatan masyarakat, itu bukan istilah resmi ilmiah, melainkan julukan yang dipakai publik dan media untuk menggambarkan tren kasus yang luar biasa tinggi saat ini.

Virus influenza sudah lama dikenal sebagai penyebab flu musiman yang menyebabkan demam, batuk, nyeri otot, dan kelelahan pada jutaan orang setiap tahunnya. Musim flu yang intensitasnya tinggi sering kali dipengaruhi kombinasi beberapa faktor, termasuk mutasi virus yang membuatnya lebih mudah menyebar dan tingkat kekebalan populasi yang turun setelah pandemi lain seperti COVID-19.

Dalam artikel FAQ ini, kami merangkum fakta-fakta penting seputar super flu, apakah statusnya berbeda dari flu biasa, bagaimana cara penularan dan gejalanya, serta upaya pencegahan yang disarankan berdasarkan informasi dan penilaian ilmiah yang tersedia.

FAQ mengenai super flu

Apakah super flu adalah virus baru yang lebih mematikan?

Tidak. Istilah super flu bukan nama resmi untuk virus baru, melainkan sebutan media dan publik untuk varian influenza yang saat ini menyebar luas, khususnya Influenza A (H3N2) subclade K. Sebutan ini muncul karena jumlah kasus yang tinggi dan penyebarannya yang cepat, bukan karena virus ini terbukti lebih mematikan dibandingkan strain influenza lainnya. Istilah tersebut cenderung bersifat populer ketimbang deskriptif secara klinis.

Kenapa ada julukan "super"?

Media menggunakan istilah “super” karena tren lonjakan kasus yang cukup tajam dalam beberapa wilayah di musim flu terbaru, termasuk meningkatnya kunjungan ke fasilitas kesehatan, rawat inap, dan kadang dampak yang luas pada sistem kesehatan. Istilah ini bukan mencerminkan tingkat kematian atau virulensi yang lebih tinggi secara ilmiah, tetapi lebih pada tingkat penyebaran dan jumlah kasus yang tinggi. Mutasi yang terjadi pada subclade K menyebabkan virus ini menjadi antigenik berbeda dari strain yang sebelumnya beredar. Perubahan ini membuat imunitas dari vaksin atau paparan sebelumnya kurang efektif mencegah infeksi, sehingga lebih banyak orang yang terinfeksi.

Apakah super flu adalah jenis influenza yang benar-benar baru?

Secara biologis, virus tersebut masih merupakan influenza A, yaitu bagian dari kelompok virus flu yang sudah dikenal sejak lama. Yang berubah adalah karakter genetiknya, khususnya subclade K dari H3N2 yang menunjukkan kemampuan penyebaran yang lebih efisien dari musim flu sebelumnya.

Apakah gejalanya berbeda dengan flu biasa?

Gejala yang dilaporkan sejauh ini hampir sama dengan flu musiman yang umum, seperti: demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan kelelahan. Hingga kini belum ada bukti kuat bahwa penyakit yang disebabkan oleh varian ini secara konsisten lebih parah dibanding strain influenza lain, terutama jika memiliki akses ke perawatan medis yang tepat.

Siapa yang lebih berisiko mengalami komplikasi?

Kelompok yang lebih rentan terhadap komplikasi serius dari influenza pada umumnya sama dengan sebelumnya, yaitu lansia, anak kecil, ibu hamil, orang dengan kondisi medis kronis atau sistem imun lemah. Oleh karena itu, mereka tetap perlu mendapat perhatian ekstra dalam pencegahan dan pengobatan flu, tidak hanya terhadap strain tertentu saja.

Bagaimana virus ini menyebar?

Penularannya sama seperti flu pada umumnya: lewat droplet pernapasan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Virus ini juga bisa bertahan di permukaan dan menyebar saat kamu menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah. Oleh karena itu, kebersihan tangan, etika batuk yang baik, dan ventilasi ruangan tetap penting.

Apakah vaksin flu masih melindungi?

Walaupun vaksin musiman tahun ini mungkin tidak cocok secara sempurna terhadap varian subclade K, tetapi bukti ilmiah menunjukkan bahwa vaksin flu tetap mencegah banyak kasus serius, rawat inap, dan kematian. Kekebalan dari vaksin bisa kurang optimal terhadap strain yang berubah cepat, tetapi tetap memberikan cross-protection yang penting terutama terhadap komplikasi parah. Vaksinasi tetap dianjurkan, terutama bagi kelompok berisiko, karena tingkat perlindungan terhadap gejala yang berat jauh lebih besar dibanding tanpa vaksinasi.

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah penularan?

Cara-cara yang direkomendasikan untuk mengurangi risiko flu meliputi: vaksinasi tahunan; mencuci tangan secara teratur; menjaga jarak dari orang yang sakit; pakai masker di tempat ramai atau saat sakit; ventilasi yang baik di ruang tertutup; istirahat dan nutrisi yang baik untuk memperkuat sistem imun. Langkah-langkah ini efektif terhadap berbagai strain influenza, termasuk varian subclade K yang saat ini dominan.

Apakah super flu juga ada di Indonesia?

Ya, varian ini telah terdeteksi di Indonesia, dan kasus yang dikonfirmasi masih dalam jumlah yang relatif rendah serta dikatakan terkendali oleh otoritas kesehatan setempat.

Referensi

"What Is the ‘Super Flu’ That Is Spreading in the United States and Europe?" Wired. Diakses Januari 2026.

"Apakah Super Flu?" Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Diakses Januari 2026.

"Indonesia's 63 'super flu' cases are under control: Health Ministry." Antara. Diakses Januari 2026.

Editorial Team