gambar orang yang sedang minum setelah mengalami dehidrasi ringan (freepik.com/Freepik)
Gangguan kesehatan pertama yang patut kamu waspadai ketika udara panas adalah dehidrasi. Pasalnya saat cuaca panas, kita jadi lebih mudah mengeluarkan keringat. Keringat inilah yang diam-diam membuat kita kehilangan cairan, dan berujung pada dehidrasi. Dilansir Cleveland Clinic, dehidrasi adalah kondisi di mana seseorang kehilangan banyak cairan di tubuhnya. Mengingat 78 persen tubuh kita ini terdiri dari air, hilangnya cairan secara otomatis membuat tubuh gak bisa berfungsi dengan baik. Dehidrasi sendiri bisa terjadi pada semua orang, dari berbagai usia.
Meski begitu, kadang gejala yang muncul, gak selalu sama. Pada bayi dan anak kecil, dehidrasi biasanya ditandai dengan buang air kecil yang lebih sedikit, mulut kering, tidak ada air mata saat menangis, denyut jantung cepat, mata cekung, rewel dan gak berenergi, hingga kulit yang gak elastis. Sementara pada orang dewasa, dehidrasi ditandai dengan rasa haus yang parah, jarang buang air kecil, urine berwarna gelap, lelah, pusing, dan kebingungan.
Normalnya, dehidrasi ringan bisa diatasi dengan minum air yang cukup. Namun, pada kasus yang parah, dehidrasi membutuhkan perawatan di rumah sakit. Selain cuaca panas, dehidrasi juga bisa disebabkan oleh diare, muntah, olahraga berat, hingga penyakit tertentu yang membuat kita kehilangan banyak cairan.