ilustrasi pemeriksaan amandel (freepik.com/stefamerpik)
Sebagian besar batu amandel bisa membaik sendiri atau keluar dengan sendirinya. Namun, periksa ke dokter jika:
Bau mulut tidak membaik.
Batu amandel terus muncul berulang.
Sulit menelan.
Nyeri tenggorokan makin berat.
Amandel sering bengkak.
Keluar darah.
Demam atau tanda infeksi.
Dokter THT dapat membantu memastikan apakah keluhan benar-benar disebabkan batu amandel atau ada kondisi lain seperti radang amandel kronis, refluks asam lambung, atau infeksi.
Batu amandel sering dianggap sepele karena ukurannya kecil. Namun, gejalanya bisa cukup beragam dan mengganggu, terutama bau mulut, rasa mengganjal, dan tenggorokan yang tidak nyaman.
Makin cepat gejalanya dikenali, makin mudah juga mengatasinya. Menjaga kebersihan mulut, membersihkan lidah, cukup minum, dan rutin memeriksa kondisi gigi serta tenggorokan dapat membantu mencegah batu amandel muncul berulang.
Referensi
“Tonsil Stones: Symptoms, Causes, Removal & Treatment.” Cleveland Clinic. Diakses April 2026.
“Tonsillitis: Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses April 2026.
Midori Tsuneishi et al., “Composition of the Bacterial Flora in Tonsilloliths,” Microbes and Infection 8, no. 9–10 (July 4, 2006): 2384–89, https://doi.org/10.1016/j.micinf.2006.04.023.
Mesolella M, Cimmino M, Di Martino M, Criscuoli G, Albanese L, Galli V. Tonsillolith. "Case report and review of the literature." Acta Otorhinolaryngol Ital. 2004 Oct;24(5):302-7. PMID: 15871614.
“Halitosis (Bad Breath).” Cleveland Clinic. Diakses April 2026.