Tetap saja, pencegahan lebih baik daripada harus mengobati. Dilansir Pharmaceutical Technology, vaksinasi tetap menjadi salah satu langkah utama untuk mencegah infeksi Omicron. Selain itu, penelitian menemukan manfaat vaksinasi terhadap risiko long COVID.
Sebuah penelitian di Inggris yang dimuat dalam jurnal Lancet Infectious Diseases pada Januari 2022 menemukan sebanyak 11 persen pasien COVID-19 yang tak divaksinasi menderita gejala yang menetap selama 28 hari. Sementara itu, risiko long COVID selama 28 hari pada yang sudah divaksinasi hanya 5 persen.
ZOE COVID Study menambahkan bahwa dalam studi pracetaknya pada 2021 lalu, orang yang sudah divaksinasi primer (dua dosis) memiliki risiko terkena long COVID 47 persen lebih rendah daripada yang tidak divaksinasi.
Tetap lindungi diri dan orang-orang di sekitar kita dengan vaksinasi komplet (termasuk dosis lanjutan atau booster). Selain vaksinasi COVID-19, mari kita tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, yaitu:
- Memakai masker lapis ganda.
- Mencuci tangan dengan air dan sabun selama 20 detik.
- Menjaga jarak dari kerumunan 1,8–2 meter.
- Tidak keluar rumah saat tidak fit atau tak ada keperluan penting.
- Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut.