Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa Itu Hantavirus? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
ilustrasi tikus yang dapat menyebarkan hantavirus (unsplash.com/Nikolett Emmert)

  • Hantavirus ditularkan oleh tikus dan dapat menular ke manusia melalui kontak dengan urine, saliva, dan kotoran hewan tersebut, serta melalui daging tikus.

  • Faktor risiko hantavirus termasuk paparan terhadap area yang berventilasi buruk dengan infestasi hewan pengerat aktif di rumah tangga, serta pekerja pertanian dan outdoor.

  • Gejala hantavirus dapat berkembang menjadi sindrom paru hantavirus (HPS) atau demam hemoragik dengan sindrom ginjal (HFRS), yang dapat menyebabkan gagal napas dan kematian.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Hantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan dari hewan pengerat ke manusia dan dapat menyebabkan penyakit serius seperti sindrom paru hantavirus (HPS) serta demam hemoragik dengan sindrom ginjal (HFRS).
  • Who?
    Virus ini dibawa oleh tikus dan celurut, sedangkan manusia yang terpapar urine, kotoran, atau air liur hewan tersebut berisiko tertular. Pekerja pertanian, peternakan, dan pendaki termasuk kelompok rentan.
  • Where?
    Penyebaran hantavirus terjadi di berbagai wilayah dunia sesuai jenis pengerat pembawanya.
  • When?
    Masa inkubasi infeksi berlangsung antara satu hingga tiga minggu setelah paparan. Gejala berat dapat berkembang dalam empat hingga sepuluh hari setelah gejala awal muncul.
  • Why?
    Penularan terjadi karena kontak langsung atau tidak langsung dengan cairan tubuh hewan pengerat yang terinfeksi. Faktor risiko meningkat pada lingkungan dengan ventilasi buruk dan keberadaan tikus aktif.
  • How?
    Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan rumah, menutup akses masuk tikus, menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area berisiko, serta menyimpan makanan dalam wadah tertutup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada virus namanya hantavirus yang dibawa oleh tikus. Orang bisa sakit kalau kena pipis, kotoran, atau air liur tikus. Sakitnya bisa bikin demam, pusing, dan susah napas karena paru-paru penuh cairan. Kadang juga bikin ginjal rusak. Belum ada obat khusus, tapi orang bisa dirawat di rumah sakit dan harus hati-hati supaya tidak tertular.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hantavirus adalah sekelompok virus yang hidup pada hewan pengerat seperti tikus dan celurut. Virus ini bisa berpindah ke manusia ketika seseorang terpapar urine, kotoran, atau air liur hewan yang terinfeksi, misalnya saat membersihkan tempat yang penuh kotoran tikus.

Setiap jenis hantavirus biasanya terkait dengan jenis pengerat tertentu dan tersebar di wilayah berbeda di dunia. Kebanyakan hantavirus tidak menular antarmanusia, tetapi ada beberapa pengecualian yang pernah dilaporkan.

Artikel ini memberi gambaran dasar tentang apa itu hantavirus dan bagaimana virus ini beredar, termasuk cara penularan, gejala, komplikasi, dan langkah pencegahannya.

1. Hantavirus dibawa dan ditularkan oleh tikus

Hantavirus termasuk penyakit zoonosis, yakni ditularkan dari hewan ke manusia. Hewan utama yang menjadi media penyebarannya adalah tikus. 

Penularan pada manusia biasa terjadi jika kita melakukan kontak dengan urine, saliva, dan kotoran hewan tersebut. Bisa juga melalui daging tikus jika tidak sengaja memakannya. Penularan lain juga mungkin terjadi melalui gigitan, tetapi tingkat terjangkitnya cukup kecil.

2. Faktor risiko hantavirus

Tikus padi kerdil berekor panjang, reservoir utama virus Andes. (commons.wikimedia.org/Yamil Hussein E.)

Siapa pun yang bersentuhan dengan kotoran, urine, air liur, material sarang, atau partikel dari semua ini dari hewan pengerat yang terinfeksi dapat tertular penyakit hantavirus.

Paparan terhadap area yang berventilasi buruk dengan infestasi hewan pengerat aktif di rumah tangga, merupakan faktor risiko terkuat untuk infeksi.

Memasuki bangunan yang jarang dibuka atau ditutup secara musiman dengan aktivitas hewan pengerat juga dapat menyebabkan infeksi.

Selain itu, pengunjung daerah pedesaan dan resor alam—berkemah, pendaki, dan orang lain berkegiatan outdoor—dapat terpapar virus.

Orang denga potensi paparan pekerjaan termasuk petani gandum, spesialis peternakan, ahli biologi lapangan, dan pekerja pertanian, penggilingan, konstruksi, utilitas, dan peternakan. Banyak dari orang-orang ini juga mengalami paparan rumah tangga.

3. Gejala hantavirus

Beberapa jenis hantavirus dapat berkembang menjadi penyakit paru-paru yang langka namun parah yang disebut sindrom paru hantavirus (hantavirus pulmonary syndrome/HPS). HPS dapat dimulai dengan gejala seperti flu ringan tetapi dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa hari.

Jenis hantavirus lainnya diketahui dapat menyebabkan demam hemoragik dengan sindrom ginjal (hemorrhagic fever with renal syndrome/HFRS).

Seseorang yang terinfeksi hantavirus, termasuk yang dapat menyebabkan HPS dan HFRS, dapat mengalami gejala di mana saja antara satu hingga tiga minggu setelah terpapar.

Gejala sering kali dimulai dengan gejala ringan dan berkembang selama beberapa hari dan minggu. Seiring perkembangan penyakit, tanda-tanda yang menentukan adalah:

  • Penumpukan cairan di paru-paru (edema paru).
  • Kadar oksigen darah rendah (hipoksemia).
  • Detak jantung cepat (takikardia).
  • Tekanan darah rendah (hipotensi).

HPS

Meskipun banyak orang mengalami infeksi hantavirus ringan, tetapi beberapa infeksi hantavirus berkembang menjadi HPS. HPS pada akhirnya dapat menyebabkan penumpukan cairan, yang menyebabkan masalah paru-paru yang parah.

Pada awalnya, seseorang dengan HPS mungkin mengalami gejala mirip flu seperti:

  • Demam.
  • Kelelahan.
  • Nyeri otot.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Menggigil.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Nyeri perut.

Kemudian, seseorang dengan HPS mungkin mengalami batuk dan sesak napas yang disebabkan oleh penumpukan cairan di paru-paru. Gejala tersebut cenderung berkembang empat hingga 10 hari setelah gejala paling awal.

Bagi sebagian orang, HPS dapat berkembang menjadi gagal napas dan kematian. Angka kematian HPS tinggi, tetapi dapat bergantung pada virus menyerang dan di mana seseorang berada.

HFRS

HFRS adalah penyakit serius dengan gejala awal yang menyerupai HPS. Gejala biasanya berkembang dalam dua hingga empat minggu, tetapi bisa memakan waktu hingga delapan minggu untuk muncul.

Setelah muncul, gejala awal seperti flu berlangsung selama satu hingga tujuh hari. Setelah itu, gejala yang lebih serius dapat berkembang, yang dapat meliputi:

  • Syok.
  • Tekanan darah rendah.
  • Kebocoran pembuluh darah.
  • Retensi cairan.
  • Gagal ginjal.
  • Jumlah trombosit rendah (trombositopenia).
  • Terlalu banyak cairan dalam tubuh (hipervolemia), terutama pada orang hamil.

Beberapa jenis hantavirus yang diketahui menyebabkan HFRS dapat berakibat fatal.  Bahkan setelah pulih dari gejala yang paling serius, seseorang mungkin masih mengalami gejala ringan selama tiga hingga enam bulan berikutnya.

4. Diagnosis hantavirus

ilustrasi dokter mengambil sampel darah untuk mendeteksi hantavirus (freepik.com/stefamerpik)

Tes darah dapat mengungkap apakah tubuh telah membuat antibodi terhadap hantavirus. Dokter mungkin akan meminta tes laboratorium lain untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi lain dengan gejala serupa.

5. Pengobatan hantavirus

Tidak ada pengobatan khusus untuk infeksi hantavirus. Pasien harus menerima perawatan suportif, termasuk istirahat, hidrasi, dan pengobatan gejala.

HPS dapat menyebabkan kesulitan bernapas, dan pasien mungkin memerlukan bantuan pernapasan, seperti intubasi. Intubasi adalah prosedur medis ketika sebuah tabung dipasang di paru-paru dari mulut untuk membantu pasien mendapatkan oksigen.

HFRS dapat mengganggu fungsi ginjal. Pasien dengan HFRS mungkin memerlukan dialisis untuk membuang racun dari darah dan menjaga keseimbangan cairan yang tepat dalam tubuh saat ginjal tidak berfungsi dengan baik.

6. Pencegahan hantavirus

ilustrasi cuci tangan, bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat sebagai salah satu cara untuk mencegah paparan hantavirus (pexels.com/Pixabay)

Cara terbaik untuk mencegah infeksi hantavirus adalah dengan menurunkan risiko terpapar tikus dan langkah-langkah pencegahan penyakit:

  • Cuci tangan setelah menghabiskan waktu di luar ruangan, seperti saat mendaki. Cuci tangan secara rutin saat melakukan aktivitas luar ruangan yang lama seperti berkemah.
  • Saat berkemah, simpan makanan dan perlengkapan makanan, serta sampah, dalam wadah tertutup.
  • Hindari menyentuh tikus atau urine atau kotorannya. Jika terpapar, segera cuci tangan.

Infeksi juga bisa berasal dari paparan virus di sekitar rumah. Ada beberapa langkah untuk melindungi rumah.

  • Tutup pintu masuk tikus yang potensial ke rumah.
  • Pasang perangkap atau sewalah profesional pengendalian hama jika mengalami jika menemukan tikus di rumah.
  • Saat membersihkan area yang mungkin dihuni tikus, kenakan masker respirator yang pas (seperti N95) dan sarung tangan.
  • Jaga kebersihan dapur dan simpan makanan di atas meja untuk mencegah tikus.

Hantavirus adalah penyakit langka namun serius yang dibawa oleh hewan pengerat dan ditularkan ke manusia. Hantavirus menyebabkan perkembangan gejala mirip flu yang diikuti oleh gejala pernapasan yang dapat parah atau fatal.

Infeksi hantavirus pada sebagian orang dapat berkembang menjadi HPS, komplikasi serius yang berhubungan dengan paru-paru. Sebagian berkembang menjadi HFRS, komplikasi yang berhubungan dengan ginjal.

Referensi

"Hantavirus." Centers for Disease Control and Prevention. Diakses Maret 2025.
"Hantavirus pulmonary syndrome." Mayo Clinic. Diakses Maret 2025.
"Know the Symptoms of Hantavirus and What You Can Do To Prevent Its Spread." Healthline. Diakses Maret 2025.
"Hantavirus Pulmonary Syndrome." Cleveland Clinic. Diakses Maret 2025.
"Hantavirus Infection." MSD Manual. Diakses Maret 2025.

Editorial Team