“About Hantavirus.” Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Mei 2026.
“Hantavirus.” World Health Organization (WHO). Diakses Mei 2026.
“Estimated COVID-19 Burden.” Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Mei 2026.
Apakah Hantavirus Lebih Berbahaya dari COVID-19?

- Dua warga Singapura diisolasi karena dugaan paparan hantavirus di kapal pesiar, memicu kekhawatiran publik akan potensi penyebaran seperti COVID-19.
- Hantavirus menular lewat urine, air liur, atau kotoran tikus terinfeksi dan jarang antar manusia, berbeda dengan COVID-19 yang mudah menyebar lewat udara.
- Meskipun beberapa jenis hantavirus memiliki tingkat kematian tinggi hingga 50 persen, risiko penyebarannya jauh lebih rendah dibandingkan COVID-19 yang bersifat global.
Kasus hantavirus sedang menjadi sorotan di Indonesia setelah dua warga Singapura dilaporkan harus diisolasi karena diduga terpapar virus tersebut di kapal pesiar. Peristiwa tersebut langsung mengingatkan banyak orang pada situasi awal pandemik COVID-19 beberapa tahun lalu.
Saat mendengar kata “virus”, sebagian orang pun mulai khawatir apakah hantavirus bisa menyebar luas seperti COVID-19. Apalagi, kasus yang terjadi di kapal membuat situasinya terlihat mirip dengan beberapa insiden kapal pesiar pada masa pandemik. Namun, hantavirus sebenarnya memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan COVID-19. Mulai dari cara penularan hingga tingkat penyebarannya di masyarakat.
Meski begitu, virus ini tetap perlu diwaspadai karena beberapa jenis hantavirus dapat menyebabkan penyakit serius. Lalu, apakah hantavirus sebenarnya lebih berbahaya dibandingkan COVID-19? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!
1. Perbedaan cara penularan hantavirus dan COVID-19

Hantavirus dan COVID-19 sama-sama merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Namun, cara penularan keduanya terbilang sangat berbeda. Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hantavirus umumnya menyebar melalui urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.
Virus tersebut dapat masuk ke tubuh manusia ketika partikel kecil dari kotoran atau cairan itu terhirup bersama udara. Oleh karena itu, risiko penularan biasanya lebih tinggi di tempat yang kotor, tertutup, atau banyak terdapat tikus.
Berbeda dengan hantavirus, COVID-19 menyebar terutama melalui cairan dan udara saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara atau airborne. Hal inilah yang membuat COVID-19 jauh lebih mudah menular dari satu orang ke orang lain. CDC juga menjelaskan bahwa sebagian besar jenis hantavirus tidak menyebar antarmanusia. Dengan kata lain, hantavirus memang bisa berbahaya, tetapi pola penyebarannya tidak secepat COVID-19.
2. Hantavirus bisa memiliki tingkat kematian lebih tinggi

Jika dibandingkan dari tingkat kematian, hantavirus memang bisa terlihat lebih berbahaya dibandingkan COVID-19. Namun, hal ini tidak berarti hantavirus lebih mudah menyebar di masyarakat. Dilansir World Health Organization (WHO), beberapa jenis hantavirus dapat menyebabkan penyakit serius dengan tingkat kematian yang cukup tinggi.
Pada beberapa kasus tertentu, tingkat kematiannya bahkan bisa mencapai sekitar 50 persen. Artinya, dari 100 orang yang terinfeksi, sebagian besar pasien bisa mengalami kondisi berat. Sementara itu, COVID-19 memiliki tingkat kematian yang secara umum lebih rendah dibandingkan hantavirus.
Berdasarkan data dari CDC, banyak pasien COVID-19 dapat sembuh, terutama setelah adanya vaksin dan pengobatan yang lebih baik. Meski begitu, COVID-19 tetap menyebabkan dampak global yang jauh lebih besar karena penyebarannya sangat cepat. Jadi, hantavirus bisa lebih mematikan pada sebagian kasus, tetapi COVID-19 jauh lebih mudah menular ke banyak orang.
3. Hantavirus tidak menyebar secepat COVID-19

Meski memiliki tingkat kematian yang tinggi pada beberapa kasus, hantavirus tidak menyebar secepat COVID-19. Hal ini karena pola penularannya jauh lebih terbatas. WHO menjelaskan bahwa penularan hantavirus dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi dan hanya ditemukan pada jenis tertentu.
Sebagian besar kasus justru terjadi akibat paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Kondisi ini berbeda dengan COVID-19 yang dapat menyebar dengan cepat melalui udara antarmanusia. Karena itu, risiko hantavirus untuk menyebar secara global seperti pandemik COVID-19 dinilai jauh lebih rendah.
Hantavirus dan COVID-19 memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari cara penularan hingga tingkat penyebarannya. Jika bicara soal pandemik, COVID-19 dinilai jauh lebih mudah menyebar secara global dibandingkan hantavirus. Namun hantavirus memang memiliki tingkat fatalitas yang lebih tinggi. Pemerintah sebaiknya segera membuat protokol tertentu untuk mencegah penyebaran hantavirus di Indonesia.
Referensi




![[QUIZ] Warna Tas Ungkap Mentalmu, Seberapa Kuat Kamu?](https://image.idntimes.com/post/20241211/img-20241211-164225-eff61138268aec2cdba89c9106fb0e85.jpg)












