Tuberkulosis (TBC/TB) sempat dianggap sebagai penyakit yang mulai terkendali di banyak negara. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kasusnya kembali meningkat, dan yang lebih mengkhawatirkan, bakteri penyebabnya makin kebal antibiotik.
Organisasi kesehatan global seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebut TBC sebagai krisis kesehatan publik yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi akibat penyakit infeksi di dunia.
Dengan fakta pahit tersebut, muncul secercah harapan. Studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications mengungkap cara baru untuk menyerang bakteri TBC dari dalam sistem vitalnya.
