Bagi masyarakat yang berisiko, beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi paparan, seperti:
Mengurangi penggunaan pestisida di rumah.
Menggunakan alat pelindung saat bekerja di bidang pertanian.
Mendukung kebijakan yang membatasi penggunaan bahan kimia neurotoksik.
Pada akhirnya, hubungan antara paparan pestisida dan penyakit Parkinson menunjukkan betapa besar peran lingkungan terhadap kesehatan otak manusia. Meski tidak semua orang yang terpapar akan mengalami penyakit ini, tetapi berbagai penelitian menunjukkan bahwa paparan jangka panjang dapat meningkatkan risiko secara signifikan. Oleh karena itu, meningkatkan kesadaran tentang penggunaan pestisida yang lebih aman serta membatasi paparan bahan kimia berbahaya penting untuk melindungi kesehatan saraf dalam jangka panjang.
Referensi
American Parkinson Disease Association. "New Research on Pesticide Exposure Risk." Diakses pada April 2026.
Beyond Pesticides. "High Frequrncy of Household Pesticide Exposure Can Double the Risk of Parkinson's Disease Among the General Population." Diakses April 2026.
Costello, S., Cockburn, M., Bronstein, J., Zhang, X., & Ritz, B. (2009). "Parkinson’s disease and residential exposure to maneb and paraquat from agricultural applications in the Central Valley of California." American Journal of Epidemiology, 169(8), 919–926. https://doi.org/10.1093/aje/kwp006.
MD Pest Net.org. "Residential Exposure to Agricultural Pesticides Increases Risk to Parkinson’s Disease." Diakses pada April 2026.
Santos, J. R., Mendes, M. C., Dallabrida, K. G., Gonçalves, R., & Sampaio, T. B. (2025). "Pesticide exposure and the development of Parkinson disease: a systematic review of Brazilian studies." Cadernos De Saúde Pública, 41(4), e00011424. https://doi.org/10.1590/0102-311xen011424.
UCLA Health. "Widely Used Pesticide Linked to More Than Doubled Parkinson’s Risk." Diakses pada April 2026.
Wang, A., Costello, S., Cockburn, M., Zhang, X., Bronstein, J., & Ritz, B. (2011). "Parkinson’s disease risk from ambient exposure to pesticides." European Journal of Epidemiology, 26(7), 547–555. https://doi.org/10.1007/s10654-011-9574-5.