Indonesia hingga kini belum mencatat kasus infeksi virus Nipah pada manusia, tetapi jejak virus ini pada reservoir alaminya di alam liar, yakni kelelawar buah, sudah ditemukan.
Situasi ini menempatkan Indonesia pada fase yang kerap disebut sebagai "silent risk", ketika patogen sudah beredar di ekosistem, tetapi belum menimbulkan wabah pada manusia. Dalam konteks penyakit zoonosis, kondisi ini bukan berarti tidak ada ancaman, melainkan menjadi pengingat penting bahwa interaksi manusia, hewan, dan lingkungan dapat sewaktu-waktu membuka jalur penularan baru jika tidak diantisipasi sejak dini.
