Bruksisme tidak selalu memerlukan perawatan jika gejalanya ringan dan tidak menyebabkan nyeri atau kerusakan yang signifikan. Namun, kamu harus menemui dokter gigi atau tenaga medis yang kompeten jika kamu mengalami:
Nyeri rahang terus-menerus atau pembengkakan.
Kerusakan nyata pada gigi (retak, pecah, aus berat).
Sakit kepala kronis atau gangguan tidur yang mengganggu kualitas hidup.
Penanganan dini penting karena bruksisme bisa memicu komplikasi seperti kerusakan permanen pada gigi, gangguan TMJ, serta masalah tidur dan nyeri yang berulang.
Dokter gigi bisa menilai tingkat keparahan, menentukan apakah ada penyebab medis yang mendasari, serta merencanakan strategi perawatan, mulai dari pelindung mulut khusus (night guard), perubahan gaya hidup, hingga rujukan untuk evaluasi gangguan tidur jika diperlukan.
Bruksisme bisa menjadi masalah tersembunyi yang perlahan merusak gigi kamu dan menyebabkan rasa tidak nyaman yang berkepanjangan. Karena sering terjadi saat tidur atau tidak disadari, banyak orang baru menyadari kondisinya setelah muncul gejala seperti nyeri rahang, sakit kepala, atau kerusakan gigi.
Dengan mengenali tanda-tanda di atas, kamu dapat mengambil langkah awal untuk mengevaluasinya bersama dokter gigi. Penanganan yang cepat tidak hanya melindungi kesehatan gigi dan rahang, tetapi juga meningkatkan kualitas tidur dan kenyamanan sehari-hari.
Referensi
“Bruxism (Teeth Grinding): Symptoms and Management.” Cedars-Sinai. Diakses Februari 2026.
“Bruxism (Teeth Grinding), Symptoms and Management.” Cleveland Clinic. Diakses Februari 2026.
“Bruxism.” Johns Hopkins Medicine. Diakses Februari 2026.
“Bruxism (Teeth Grinding), Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses Februari 2026.