Selama puluhan tahun, serangan jantung dipahami sebagai titik tanpa jalan kembali. Ketika sel otot jantung mati akibat aliran darah yang terputus, kerusakan itu dianggap permanen. Jantung yang terluka akan membentuk jaringan parut, membuat kemampuannya memompa darah menurun seumur hidup.
Penelitian terbaru dari Australia mulai menggeser keyakinan lama tersebut. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation Research ini menunjukkan bahwa jantung manusia ternyata masih mampu menumbuhkan sel otot baru setelah serangan jantung, meskipun dalam jumlah terbatas.
Temuan ini tidak serta-merta menjadi “obat ajaib” bagi penyakit jantung. Namun, bagi dunia medis ini adalah secercah harapan, bahwa jantung bukanlah organ yang sepenuhnya pasif setelah cedera, melainkan masih menyimpan potensi regenerasi yang bisa diperkuat.
