Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Illustrasi organ jantung.
ilustrasi jantung (unsplash.com/Ali Hajiluyi)

Intinya sih...

  • Untuk pertama kalinya, regenerasi sel otot jantung dibuktikan pada manusia.

  • Jantung yang rusak memang meninggalkan bekas luka, tetapi tidak sepenuhnya kehilangan kemampuan memperbaiki diri.

  • Temuan ini membuka jalan bagi terapi regeneratif baru untuk gagal jantung.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama puluhan tahun, serangan jantung dipahami sebagai titik tanpa jalan kembali. Ketika sel otot jantung mati akibat aliran darah yang terputus, kerusakan itu dianggap permanen. Jantung yang terluka akan membentuk jaringan parut, membuat kemampuannya memompa darah menurun seumur hidup.

Penelitian terbaru dari Australia mulai menggeser keyakinan lama tersebut. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation Research ini menunjukkan bahwa jantung manusia ternyata masih mampu menumbuhkan sel otot baru setelah serangan jantung, meskipun dalam jumlah terbatas.

Temuan ini tidak serta-merta menjadi “obat ajaib” bagi penyakit jantung. Namun, bagi dunia medis ini adalah secercah harapan, bahwa jantung bukanlah organ yang sepenuhnya pasif setelah cedera, melainkan masih menyimpan potensi regenerasi yang bisa diperkuat.

Jantung tidak sepenuhnya kehilangan kemampuan regenerasi

Penelitian ini dipimpin oleh para ahli dari University of Sydney, The Baird Institute, dan Royal Prince Alfred Hospital. Untuk pertama kalinya, para peneliti membuktikan adanya pembelahan sel (mitosis) pada sel otot jantung manusia setelah serangan jantung.

Sebelumnya, fenomena ini memang pernah diamati pada tikus. Namun, membuktikannya pada manusia merupakan lompatan besar. Menurut Dr. Robert Hume, penulis pertama studi ini, temuan tersebut mengubah cara para ahli memandang kerusakan jantung.

Ia menjelaskan bahwa meskipun jantung tetap mengalami pembentukan jaringan parut setelah serangan, tetapi organ ini juga memproduksi sel otot jantung baru. Jumlahnya memang belum cukup untuk mencegah gagal jantung, tetapi keberadaannya saja sudah membuka kemungkinan yang sebelumnya dianggap mustahil.

Bukti datang dari jaringan jantung manusia yang masih hidup

ilustrasi organ jantung (freepik.com/freepik)

Salah satu kekuatan utama studi ini terletak pada metodenya. Para peneliti menggunakan sampel jaringan jantung dari pasien yang masih hidup, diambil saat menjalani operasi bypass jantung. Pendekatan ini belum pernah dilakukan sebelumnya.

Sampel diambil dari bagian jantung yang sakit dan yang relatif sehat, dengan persetujuan pasien. Teknik ini dikembangkan oleh tim bedah dan peneliti di Sydney, memungkinkan pengamatan langsung terhadap perilaku sel jantung manusia dalam kondisi nyata, bukan sekadar model hewan atau jaringan pascakematian.

Model jaringan hidup ini memberi gambaran yang jauh lebih akurat tentang apa yang sebenarnya terjadi di jantung manusia setelah serangan. Dari sinilah para peneliti menemukan tanda-tanda pembentukan sel otot baru—sebuah proses yang selama ini dianggap tidak mungkin.

Harapan baru untuk terapi gagal jantung

Secara global, penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian nomor satu. Serangan jantung dapat menghancurkan hingga sepertiga sel di jantung manusia, dan meskipun tingkat kelangsungan hidup meningkat, tetapi banyak pasien akhirnya mengalami gagal jantung kronis.

Profesor Sean Lal, penulis senior studi ini, menekankan bahwa tujuan jangka panjang penelitian adalah mengembangkan terapi yang dapat memperkuat kemampuan alami jantung untuk memperbaiki diri. Dengan model jaringan jantung hidup, tim peneliti sudah mulai mengidentifikasi protein-protein yang sebelumnya diketahui berperan dalam regenerasi jantung pada hewan.

Jika mekanisme ini bisa dimanfaatkan dan diperkuat pada manusia, masa depan pengobatan gagal jantung bisa berubah drastis. Dari sekadar memperlambat kerusakan menjadi benar-benar memperbaiki organ yang terluka.

Referensi

"Human heart regrows muscle cells after heart attack." Australian Science Media Centre. Diakses Januari 2026.

Robert D. Hume et al., “Human Hearts Intrinsically Increase Cardiomyocyte Mitosis After Myocardial Infarction,” Circulation Research 138, no. 2 (December 4, 2025): e327486, https://doi.org/10.1161/circresaha.125.327486.

Editorial Team