Katarak adalah kondisi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga penglihatan perlahan mengabur. Pada tahap lanjut, kondisi ini dapat menyebabkan kebutaan.
Secara global, lebih dari 94 juta orang hidup dengan katarak. Namun, di balik angka besar itu, ada fakta lain yang lebih mengkhawatirkan, yaitu hampir setengah dari mereka yang mengalami kebutaan akibat katarak belum mendapatkan akses operasi yang dibutuhkan.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Global Health berdasarkan analisis 68 estimasi negara pada tahun 2023–2024. Studi tersebut menilai cakupan operasi katarak (cataract surgical coverage/CSC) dan memodelkan kesenjangan global yang masih terjadi.
Padahal, operasi katarak tergolong salah satu intervensi medis paling efektif dan paling hemat biaya di dunia. Prosedurnya sederhana, rata-rata hanya sekitar 15 menit, dan bisa langsung mengembalikan penglihatan secara signifikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa operasi ini bukan cuma tindakan medis, tetapi juga intervensi yang mengembalikan kemandirian, martabat, dan kesempatan hidup seseorang.
Dalam dua dekade terakhir, cakupan global operasi katarak memang meningkat sekitar 15 persen. Untuk dekade ini diproyeksikan naik lagi sekitar 8,4 persen. Namun, angka tersebut masih jauh dari target Majelis Kesehatan Dunia yang menargetkan peningkatan 30 persen pada tahun 2030.
