Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Keluyuran Saat Campak, Apakah Penyakit Ini Menular?
ilustrasi campak (freepik.com/freepik)
  • Campak disebabkan virus measles yang bisa menular lewat udara, droplet batuk atau bersin, serta benda terkontaminasi.

  • Penularan campak bisa terjadi sebelum ruam pada penderitanya muncul.

  • Pencegahan campak dilakukan dengan vaksinasi MMR atau MMRV, menjaga kebersihan, menghindari kontak dengan penderita, dan melakukan isolasi sementara agar penularan tidak meluas.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Seorang selebgram belakangan menjadi sorotan warganet setelah mengunggah Instagram Story saat dirinya berolahraga di luar rumah meski sedang sakit campak. Dalam unggahan tersebut, terlihat ruam kemerahan muncul di bagian tangan hingga kakinya.

Hal tersebut memicu kritik dari banyak warganet karena dinilai berisiko menularkan penyakit kepada orang lain. Ia kemudian menyampaikan permintaan maaf dan mengaku tidak mengetahui bahwa campak merupakan penyakit menular.

Jadi, sebenarnya apakah campak menular? Ya, campak termasuk penyakit yang sangat menular, bahkan satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virusnya hingga ke sekitar 18 orang lainnya. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

1. Apakah campak menular?

Campak termasuk salah satu penyakit yang sangat menular. Penyakit ini disebabkan oleh virus measles dari kelompok Morbillivirus yang menyerang saluran pernapasan.

Mengingat sifat virusnya sangat mudah menyebar, campak sering kali cepat menimbulkan kasus dalam jumlah besar ketika muncul di suatu wilayah. Bahkan, jika ada satu orang yang terinfeksi, hingga 18 orang di sekitarnya yang belum memiliki kekebalan, bisa ikut tertular.

Tingkat penularan yang tinggi membuat campak dapat menyebar dengan cepat, terutama di lingkungan yang padat seperti sekolah, permukiman padat, atau tempat umum yang ramai. Kondisi ini membuat virus lebih mudah berpindah dari satu orang ke orang lain dalam waktu singkat.

2. Campak menular lewat apa saja?

ilustrasi campak (freepik.com/Freepik)

Campak dapat menular dengan mudah karena virusnya bisa berpindah melalui beberapa cara. Penularan paling umum terjadi melalui droplet yang keluar saat penderita batuk, bersin, berbicara, atau bernapas.

Virus ini juga dapat menyebar melalui udara dan tetap bertahan di dalam ruangan hingga sekitar 2 jam setelah penderita meninggalkan tempat tersebut. Selain itu, droplet yang mengandung virus bisa menempel pada permukaan benda sehingga penularan dapat terjadi saat seseorang menyentuh benda terkontaminasi lalu memegang mata, hidung, atau mulut.

Perlu diketahui, campak sudah bisa menular bahkan sebelum ruam muncul di kulit. Seseorang yang terinfeksi biasanya dapat menularkan virus sekitar 4 hari sebelum ruam terlihat hingga 4 hari setelah ruam mulai muncul. Mengingat gejalanya belum selalu terlihat pada tahap awal, virus campak sering menyebar tanpa disadari dan dapat dengan cepat menular ke orang lain di sekitarnya.

3. Siapa saja yang berisiko tertular campak?

Beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular campak atau mengalami komplikasi lebih serius. Kondisi ini biasanya terjadi pada kelompok yang daya tahan tubuhnya lebih rentan atau belum memiliki perlindungan yang cukup terhadap virus campak. Berikut beberapa kelompok yang termasuk berisiko:

  • Anak-anak yang belum mendapatkan vaksin campak

  • Anak-anak dan bayi di bawah usia 5 tahun

  • Ibu hamil

  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah

4. Cara mencegah penularan campak

Mencegah penularan campak penting dilakukan agar virus tidak mudah menyebar ke orang lain, terutama di lingkungan padat atau ketika ada kasus campak di sekitar. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah penularan campak:

  • Vaksinasi campak sebagai perlindungan utama

Vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah campak. Vaksin yang umum digunakan adalah vaksin MMR (measles, mumps, rubella) atau MMRV (measles, mumps, rubella, varicella).

Untuk perlindungan optimal, biasanya diperlukan dua dosis vaksin. Vaksin ini terbukti aman dan sangat efektif dalam membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap virus campak.

  • Menghindari kontak dengan penderita

Mengurangi atau menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi juga dapat membantu mencegah penularan. Jika ada anggota keluarga atau orang di sekitar yang mengalami gejala campak, sebaiknya batasi interaksi sementara hingga kondisi mereka membaik.

  • Menjaga kebersihan dan etika batuk

Menerapkan kebersihan yang baik penting untuk menekan penyebaran virus. Misalnya dengan menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, menggunakan masker jika sedang sakit, serta rutin mencuci tangan setelah menyentuh benda di tempat umum.

  • Isolasi sementara bagi penderita

Seseorang yang terinfeksi campak sebaiknya melakukan isolasi sementara agar tidak menularkan virus ke orang lain. Umumnya, penderita disarankan tetap di rumah setidaknya sekitar 4 hari setelah ruam muncul. Selama masa ini, penggunaan masker juga dapat membantu mengurangi risiko penularan kepada orang di sekitar.

Itulah penjelasan terkait pertanyaan apakah campak menular. Dengan memahami risikonya, kamu bisa lebih bijak dalam menyikapi penyakit ini. Jadi, jika mengalami gejalanya, sebaiknya segera beristirahat di rumah dan hindari aktivitas yang berisiko menularkan virus ke orang lain, ya.

FAQ seputar apakah campak menular

Apakah campak termasuk penyakit menular?

Ya, campak merupakan penyakit yang sangat menular. Virusnya dapat dengan mudah berpindah dari satu orang ke orang lain, terutama jika seseorang belum mendapatkan vaksin.

Apakah orang yang sudah divaksin masih bisa tertular campak?

Kemungkinannya sangat kecil. Vaksin campak sangat efektif dalam melindungi tubuh dari infeksi virus ini.

Apakah orang dewasa bisa tertular campak?

Bisa. Orang dewasa tetap berisiko tertular campak, terutama jika belum pernah mendapatkan vaksin atau belum pernah terinfeksi sebelumnya.

Referensi

"Measles (Rubeola)". Cleveland Clinic. Diakses Maret 2026.
"Measles". World Health Organization. Diakses Maret 2026.
"About Measles". CDC. Diakses Maret 2026.
"Measles: Spread, Prevention and Risks". Public Health Agency of Canada. Diakses Maret 2026.

Editorial Team