- Warna dan tekstur: Ruam dimulai dengan bintik-bintik merah kecil yang mungkin datar (makula) atau sedikit menonjol (papula). Bintik-bintik ini dapat menyatu membentuk bercak-bercak yang lebih besar.
- Pola penyebaran: Dimulai di wajah, terutama di sekitar garis rambut dan di belakang telinga, kemudian menyebar ke leher, badan, lengan, kaki, dan akhirnya ke telapak kaki.
- Durasi: Ruam biasanya berlangsung sekitar 5 hingga 6 hari sebelum mulai memudar, terkadang meninggalkan perubahan warna kecoklatan atau kulit yang mengelupas. Tidak seperti ruam lainnya, ruam campak sering disertai dengan gejala sistemik, sehingga lebih mudah untuk diidentifikasi.
Kenapa Campak Bisa Menyebabkan Ruam Merah?

- Campak menyebabkan ruam merah khas yang muncul akibat reaksi sistem imun tubuh terhadap infeksi virus, bukan karena kerusakan langsung pada sel kulit.
- Ruam dimulai di wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh selama beberapa hari, sering disertai demam, batuk, dan bercak putih kecil di mulut sebagai tanda awal.
- Tidak ada obat khusus untuk campak; perawatan difokuskan pada istirahat, hidrasi, pengelolaan demam, serta pemberian vitamin A guna memperkuat daya tahan tubuh.
Campak sering dianggap sebagai penyakit anak biasa, padahal dampaknya bisa jauh lebih serius. Salah satu gejala paling khas dari penyakit ini adalah munculnya ruam merah yang menyebar hampir ke seluruh tubuh. Ruam tersebut bukan sekadar tanda di permukaan kulit, melainkan bagian dari proses kompleks yang terjadi di dalam tubuh saat melawan infeksi virus.
Banyak orang bertanya-tanya, kenapa campak bisa menyebabkan ruam merah yang begitu jelas dan khas. Jawabannya ternyata berkaitan erat dengan cara sistem imun bereaksi terhadap virus. Ketika tubuh berusaha melawan infeksi, reaksi peradangan yang muncul justru memicu perubahan pada pembuluh darah kecil di kulit—dan di situlah ruam merah mulai terbentuk.
Penasaran bagaimana campak menyebabkan ruam merah? Terus baca, ya!
Table of Content
1. Apa itu ruam campak?
Ruam campak adalah ruam kulit merah dan berbintik-bintik yang biasanya muncul 3 hingga 5 hari setelah gejala awal campak, seperti demam, batuk, dan konjungtivitis.
Juga dikenal dalam istilah medis sebagai ruam makulopapular, ruam ini dimulai di wajah, biasanya di belakang telinga dan di sepanjang garis rambut, sebelum menyebar ke bawah ke seluruh tubuh.
Ruam ini lebih dari sekadar masalah kosmetik; ini adalah indikator yang jelas bahwa virus telah menguasai sistem kekebalan tubuh. Saat virus bereplikasi, sistem kekebalan tubuh merespons secara agresif, dan reaksi kekebalan ini berkontribusi pada perkembangan ruam.
2. Penampilan dan karakteristik ruam campak
Ruam campak biasanya melewati beberapa tahap yang dapat dikenali:
3. Virus menyerang: mempersiapkan tahap awal

Setelah masuk melalui saluran pernapasan (melalui tetesan udara dari batuk atau bersin orang yang terinfeksi), virus campak menargetkan sel epitel yang melapisi saluran pernapasan. Virus ini menggunakan protein hemaglutinin (H) untuk mengikat reseptor seperti CD150 (SLAM) pada sel imun, khususnya limfosit dan sel dendritik. Hal ini memungkinkan replikasi yang cepat. Dalam 10-14 hari setelah infeksi, virus menyebar secara sistemik melalui aliran darah, suatu fase yang disebut viremia.
Selama waktu ini, gejalanya menyerupai flu berat: demam meningkat saat tubuh mendeteksi penyusup, dan sel darah putih (terutama sel T dan monosit) terinfeksi. Virus menekan respons imun awal dengan menghambat produksi interferon, memberi waktu untuk berkembang biak. Namun, sekitar hari ke-10 setelah infeksi, sistem imun adaptif mulai bekerja, menghasilkan antibodi IgM spesifik virus dan sel T sitotoksik. Ruam ini muncul, biasanya dimulai dari wajah dan menyebar ke bawah ke badan, lengan, kaki, dan telapak kaki selama 3-4 hari.
4. Ruam: badai yang dimediasi sistem kekebalan tubuh
Ruam ini bukanlah kerusakan sel kulit akibat virus. Biopsi kulit dari pasien campak menunjukkan kehadiran virus langsung yang minimal di dermis atau epidermis. Sebaliknya, ini adalah reaksi hipersensitivitas yang didorong oleh tim pembersih sistem kekebalan tubuh.
Sel T CD8+ menyerang sel pembuluh darah kecil di kulit yang terinfeksi, lalu melepaskan zat peradangan seperti interferon-gamma dan TNF. Zat ini membuat pembuluh darah jadi lebih “bocor”, sehingga cairan dan sel imun keluar ke jaringan sekitar. Akibatnya, muncul bercak merah datar atau sedikit menonjol yang bisa memucat saat ditekan. Ruam biasanya menyebar dari kepala ke kaki, mengikuti aliran darah dan proses pembersihan virus. Sebelum ruam muncul, sering ada bercak putih kecil di dalam mulut (bercak Koplik) sebagai tanda awal aktivasi sistem imun.
5. Pengobatan ruam campak
Tidak ada pengobatan khusus untuk menghilangkan virus campak atau ruam. Sebaliknya, fokusnya adalah pada perawatan suportif untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi:
- Istirahat dan hidrasi: Penting untuk pemulihan dan dukungan imun.
- Pengelolaan demam: Parasetamol atau ibuprofen dapat membantu mengelola demam dan ketidaknyamanan.
- Suplemen vitamin A: Direkomendasikan oleh WHO untuk mengurangi keparahan gejala dan meningkatkan respons imun.
- Kompres dingin dan losion kalamin: Ini dapat membantu menenangkan kulit dan mengurangi rasa gatal jika ada.
Jadi, ruam merah pada campak bukan hanya gejala luar semata, melainkan bukti bahwa tubuh sedang bekerja keras melawan infeksi, meski tetap perlu diwaspadai karena campak bukanlah penyakit yang bisa dianggap sepele.
Referensi
Laksono, B. M., Fortugno, P., Nijmeijer, B. M., De Vries, R. D., Cordisco, S., Kuiken, T., Geijtenbeek, T. B. H., Duprex, W. P., Brancati, F., & De Swart, R. L. (2020). "Measles skin rash: Infection of lymphoid and myeloid cells in the dermis precedes viral dissemination to the epidermis." PLoS Pathogens, 16(10), e1008253. https://doi.org/10.1371/journal.ppat.1008253.
Nelson, A. N., Putnam, N., Hauer, D., Baxter, V. K., Adams, R. J., & Griffin, D. E. (2017). "Evolution of T Cell Responses during Measles Virus Infection and RNA Clearance." Scientific Reports, 7(1), 11474. https://doi.org/10.1038/s41598-017-10965-z.
"Understanding the Measles Rash." Sahyadri Hospitals. Diakses pada Februari 2026.
"From Mpox to Measles: Why Viruses Cause Lesions and Rashes." The American Society for Microbiology. Diakses pada Februari 2026.




![[QUIZ] Dari Kebiasaan Saat Bukber, Kami Tahu Kecenderungan NPD dalam Dirimu](https://image.idntimes.com/post/20240322/kuis-kecenderungan-narsisme-cf334c99630e8453e01ee01e0ebbaaf3.jpg)













