ilustrasi seorang yang merasa lemas (freepik.com/freepik)
Selain metabolisme dan ritme tubuh, beberapa faktor lain berkontribusi pada rasa lemas sore hari, seperti:
Air dan elektrolit membantu menjaga volume darah, suhu tubuh, dan fungsi otot. Selama puasa, tubuh tidak mendapatkan cairan sejak sahur sampai berbuka, sehingga volume cairan tubuh menurun. Dehidrasi ringan saja dapat menyebabkan rasa lelah, pusing, atau kesulitan berkonsentrasi di siang sampai sore hari.
Makanan tinggi karbohidrat sederhana cepat dicerna menjadi gula, tetapi tidak menyediakan energi yang tahan lama. Karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat cenderung melepaskan energi lebih bertahap, membantu mengurangi lonjakan dan penurunan gula darah yang tajam, yang bisa memengaruhi kekuatan energi di sore hari.
Tidur yang terpotong karena sahur atau ibadah malam dapat mengurangi jumlah tidur total namun tetap memengaruhi kewaspadaan di siang hari. Meski puasa tidak secara langsung mengubah struktur tidur secara dramatis, tetapi perubahan pola tidur selama Ramadan dapat memperparah perasaan lemas karena kualitas tidur menurun.
Lemas di sore hari saat berpuasa adalah hasil dari kombinasi terbatasnya cadangan energi tubuh, perubahan ritme biologis, dan faktor gaya hidup seperti hidrasi dan kualitas makanan sahur.
Tubuh bekerja keras untuk mempertahankan fungsi utama dalam kondisi tanpa asupan makanan dan minuman, tetapi perubahan pola makan dan tidur lepas sahur membawa tantangan tersendiri bagi ritme energi sepanjang hari.
Rasa lemas ini umumnya sementara dan adaptif, terutama pada minggu awal puasa, saat tubuh menyesuaikan diri. Memahami penyebab fisiologisnya membantu menentukan langkah yang tepat, seperti memilih menu sahur yang sehat dan seimbang, menjaga hidrasi, dan mempertahankan kualitas tidur yang baik agar energi lebih stabil hingga waktu berbuka.
Referensi
Shaden O. Qasrawi, Seithikurippu R. Pandi-Perumal, and Ahmed S. BaHammam, “The Effect of Intermittent Fasting During Ramadan on Sleep, Sleepiness, Cognitive Function, and Circadian Rhythm,” Sleep and Breathing 21, no. 3 (February 11, 2017): 577–86, https://doi.org/10.1007/s11325-017-1473-x.
Syrine Khemila et al., “Effects of Ramadan Fasting on the Diurnal Variations of Physical and Cognitive Performances at Rest and After Exercise in Professional Football Players,” Frontiers in Psychology 14 (March 28, 2023): 1148845, https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1148845.