Bulan Ramadan membawa perubahan besar dalam rutinitas makan, minum, dan aktivitas sehari-hari. Ketika tubuh berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam, produksi air liur cenderung menurun karena kurangnya asupan makanan dan cairan. Padahal air liur berperan penting dalam menjaga kebersihan mulut dan mencegah bakteri penyebab gigi berlubang.
Perubahan ini bisa membuat mulut kering dan rentan terhadap plak serta bau mulut, apalagi jika kebiasaan harian terkait kebersihan mulut tidak optimal. Studi menunjukkan bahwa kunjungan ke dokter gigi selama Ramadan sering menurun, karena banyak orang mengira pemeriksaan atau perawatan bisa membatalkan puasa, terutama jika memerlukan tindakan atau cairan. Padahal, banyak prosedur tertentu aman dilakukan jika dilakukan dengan benar.
Kontrol ke dokter gigi sebelum Ramadan memberi kesempatan untuk mendeteksi dan menangani masalah sedini mungkin sehingga kamu bisa berpuasa lebih nyaman dan minim gangguan. Menunda perawatan justru berisiko memperparah keluhan ketika sudah masuk masa puasa dan pilihan waktunya terbatas.
