Psikolog sekaligus dosen Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Nur Islamiah, MPsi, PhD, dalam situs resmi menyebut, salah satu langkah penting adalah mengatur ekspektasi diri dengan menetapkan batas psikologis atau psychological boundaries.
Ketika suasana Lebaran terasa sangat ramai, penting untuk mengenali batas diri kamu. Misalnya dengan memilih percakapan yang ingin diikuti atau mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri tanpa merasa bersalah.
Menetapkan batas waktu dan energi untuk bersosialisasi bukan berarti tidak menghargai orang lain, melainkan bentuk upaya menjaga kesehatan mental. Ia menekankan pentingnya memberi ruang bagi diri sendiri di tengah aktivitas silaturahmi untuk menjaga kapasitas emosional agar tidak mudah merasa lelah atau tersinggung.
Keseimbangan antara kebersamaan dengan keluarga dan waktu untuk diri sendiri sangat penting. Salah satu cara sederhana adalah menyempatkan waktu sejenak untuk diri sendiri, seperti bangun lebih pagi menikmati ketenangan atau beristirahat beberapa menit di kamar.
Lebaran memang identik dengan kebahagiaan, tetapi di saat yang sama juga bisa menjadi sumber stres. Tekanan sosial, beban finansial, hingga dinamika keluarga berperan besar dalam memicu kondisi ini. Menyadari bahwa stres saat Lebaran itu valid menjadi langkah awal untuk mengelolanya dengan lebih sehat.
Referensi
"Indonesia Health Insights Q1 2026". Halodoc. Diakses Maret 2026.
"Navigating Emotional Challenges and Depression During Eid". Muslim Pro. Diakses Maret 2026.
"Managing stress during Eid-ul-Fitr 2024: 8 tips to avoid last-minute rush and maintain mental well-being". Hindustan Times. Diakses Maret 2026.
"The Essence of Eid Al-Fitr". MindTales. Diakses Maret 2026.
"Tetap Sehat Mental Saat Hari Raya, Ini Tips dari Psikolog IPB University". IPB University. Diakses Maret 2026.