Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi mengambil sampel darah untuk pemeriksaan kolesterol (freepik.com/freepik)
ilustrasi mengambil sampel darah untuk pemeriksaan trombosit (freepik.com/freepik)

Intinya sih...

  • DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

  • Trombosit adalah sel darah kecil yang membantu pembekuan darah dan penyembuhan luka, tetapi jumlahnya menurun saat DBD karena virus merusak trombosit.

  • Penurunan trombosit pada DBD dapat menyebabkan perdarahan hebat pada kulit, kebocoran plasma, dan pendarahan di bagian tubuh lainnya, serta memengaruhi paru-paru, hati, atau jantung.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Demam berdarah (DBD/DB) ialah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui nyamuk. Salah satu aspek yang paling mengkhawatirkan dari DBD adalah penurunan jumlah trombosit secara tiba-tiba. Menurunnya trombosit dapat menyebabkan komplikasi kesehatan serius jika tidak ditangani dengan benar.

Apa sebenarnya yang menyebabkan penurunan jumlah trombosit saat sakit DBD? Mengapa sangat penting untuk memantaunya? Dan, langkah-langkah apa yang dapat diambil untuk membantu tubuh pulih?

Yuk pahami apa saja gejala yang perlu diperhatikan dan tips praktis untuk mendukung pemulihan dari DBD.

1. Sekilas tentang DBD

DBD ialah infeksi virus yang disebabkan oleh virus dengue. Penyakit ini dapat ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi, yang dikenal sebagai Aedes aegypti. Virus penyebab DBD memiliki empat jenis serotipe yang terkait erat, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. 

Infeksi dengan satu serotipe memberikan kekebalan seumur hidup terhadap serotipe spesifik tersebut, tetapi hanya kekebalan parsial dan sementara terhadap serotipe lainnya. Artinya, kamu bisa sakit DBD hingga empat kali seumur hidup, sekali dengan setiap serotipe.

Gejala DBD bisa berkisar dari gejala ringan seperti flu hingga kondisi parah yang dapat mengancam jiwa.

2. Apa itu trombosit dan perannya?

Trombosit adalah sel-sel kecil berbentuk cakram dalam darah. Trombosit membantu pembekuan darah dan penyembuhan luka.

Trombosit diproduksi di sumsum tulang, sama seperti sel darah merah dan putih, dan beredar ke seluruh darah. Setiap kali kamu mengalami luka atau cedera, trombosit bergegas ke lokasi tersebut, saling menempel, dan membentuk bekuan untuk menghentikan pendarahan.

Trombosit juga membantu:

  • Memperbaiki pembuluh darah yang rusak.

  • Melepaskan growth factor yang membantu penyembuhan jaringan.

  • Berkomunikasi dengan sel imun selama peradangan atau infeksi.

Dalam tubuh yang sehat, jumlah trombosit normal memastikan darah mengalir dengan lancar, tetapi membeku saat dibutuhkan. Namun, ketika penyakit seperti DBD menyebabkan ketidakseimbangan kadar trombosit, jumlahnya menurun sehingga menyulitkan darah untuk membeku dengan benar.

3. Mengapa trombosit menurun pada demam berdarah

ilustrasi trombosit (commons.wikimedia.org/BruceBlaus)

Penurunan jumlah trombosit saat sakit DBD memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Hal ini terjadi karena alasan berikut:

  • DBD menekan aktivitas sumsum tulang, yang bertanggung jawab atas produksi trombosit.

  • Virus secara langsung merusak trombosit, memengaruhi fungsi dan jumlahnya.

  • Antibodi yang diproduksi selama tahap ini menghancurkan sejumlah besar trombosit saat kamu mengalami DBD.

4. Kapan jumlah trombosit menurun selama demam berdarah dan apa gejalanya?

Jumlah trombosit biasanya menurun secara signifikan pada hari ke-4.

Pada orang dewasa yang tidak mengalami syok, jumlah trombosit biasanya menurun ringan hingga sedang antara hari ke-3 dan ke-7 penyakit dan kembali normal pada hari ke-8 atau ke-9.

Sementara pada anak-anak, penurunan jumlah trombosit tidak selalu berkaitan langsung dengan gejala perdarahan atau tingkat keparahan penyakit.

Jika trombosit menurun, kamu mungkin mengalami gejala-gejala ini:

  • Perdarahan hebat pada kulit, ditandai dengan bintik-bintik merah kecil (petechiae) dan bercak perdarahan besar di bawah kulit (ecchymosis).

  • Tinja berwarna hitam.

  • Adanya darah dalam urine (hematuria).

  • Kebocoran plasma yang berat.

  • Gagal napas.

  • Gagal fungsi hati, jantung, atau organ lainnya.

  • Perubahan status mental, termasuk penurunan kesadaran.

Jika menunjukkan tanda peringatan seperti lemas berlebihan dan muntah terus-menerus, atau yang memiliki jumlah trombosit rendah disertai peningkatan hematokrit (menunjukkan peningkatan sel darah merah), ada risiko tinggi komplikasi serius, termasuk gagal organ bahkan kematian.

5. Bagaimana penurunan trombosit pada DBD memengaruhi kesehatan?

Pada kasus ringan, kamu mungkin mengalami demam berkepanjangan disertai gejala seperti sakit kepala, nyeri badan, dan muntah, yang dapat memengaruhi kesehatan dan kemampuan kerja mereka secara keseluruhan.

Pada kasus DBD parah dengan penurunan trombosit, kamu dapat mengalami bercak darah pada kulit, kebocoran plasma, dan pendarahan di bagian tubuh lainnya. DBD yang parah dapat secara signifikan memengaruhi paru-paru, hati, atau jantung. Tekanan darah dapat turun hingga tingkat yang mengancam jiwa, menyebabkan syok, dan bahkan kematian.

6. Cara pulih dengan cepat dari DBD

ilustrasi ruam demam berdarah (commons.wikimedia.org/Emy Abi Thomas, Mary John,1 and Bimal Kanish)

Berikut pola makan yang direkomendasikan saat terkena DBD agar cepat pulih:

  • Vitamin B12: Membantu menjaga kesehatan sel darah. Makanan yang kaya akan B12 termasuk hati sapi, kerang, telur, dan produk susu. Selain itu, kekurangan vitamin B12 dikaitkan dengan trombosit rendah pada demam berdarah.

  • Zat besi: Mendukung produksi sel darah yang sehat. Makanan kaya akan zat besi meliputi kerang, biji labu, lentil, dan daging sapi.

  • Vitamin C: Meningkatkan fungsi trombosit dan penyerapan zat besi. Sumber vitamin C yang baik adalah mangga, nanas, brokoli, paprika, tomat, dan kembang kol.

Turunnya trombosit saat DBD bukanlah kejadian yang muncul tanpa sebab, melainkan bagian dari respons kompleks tubuh terhadap infeksi virus dengue. Memahami proses ini membantu kamu lebih waspada terhadap tanda bahaya. Yang terpenting, pemantauan kondisi secara rutin, mencukupi kebutuhan cairan, dan penanganan medis yang tepat dapat mencegah komplikasi serius serta membantu proses pemulihan berjalan lebih aman.

Referensi

Redcliffe Labs. Diakses pada Januari 2026. "Why Platelet Count Decreases in Dengue Fever: Causes, Symptoms, and Recovery Tips."

Vinmec. Diakses pada Januari 2026. "Why Do Platelets Decrease During Dengue Fever?"

Editorial Team