ilustrasi ibu hamil (pexels.com/cottonbro studio)
Janin sangat rentan karena otaknya belum selesai terbentuk. Pada masa ini, terdapat banyak sel progenitor saraf, yaitu sel yang terus membelah dan nantinya menghasilkan berbagai sel penyusun otak.
Penelitian eksperimental menggunakan sel manusia menunjukkan bahwa Zika dapat secara langsung menginfeksi sel progenitor saraf. Infeksi mengganggu siklus sel, meningkatkan kematian sel, dan menghambat pertumbuhan populasi sel tersebut.
Studi menggunakan brain organoid—model tiga dimensi yang menyerupai otak manusia yang sedang berkembang—juga menunjukkan Zika dapat mengganggu neurogenesis dan pertumbuhan jaringan otak.
Itulah salah satu alasan mengapa akibatnya dapat jauh lebih berat pada janin daripada pada ibu. Tubuh orang dewasa sudah memiliki jaringan otak yang matang. Sebaliknya, pada janin, gangguan terhadap sejumlah besar sel pembentuk otak pada periode kritis dapat memengaruhi struktur otak yang sedang dibangun.
Dampaknya pun tidak terbatas pada mikrosefali. Sindrom Zika kongenital dapat mencakup gangguan perkembangan otak, kelainan mata, gangguan pendengaran, kejang, kekakuan otot, kontraktur sendi, dan kesulitan menelan.