ilustrasi ibu hamil terkena campak, bisa sebabkan komplikasi pada janin (pexels.com/cottonbro studio
Berikut beberapa komplikasi yang paling sering dilaporkan pada ibu hamil yang terinfeksi campak:
Salah satu risiko paling serius dari infeksi campak pada kehamilan adalah keguguran, terutama jika infeksi terjadi pada trimester pertama.
Beberapa penelitian menunjukkan infeksi virus selama awal kehamilan dapat mengganggu perkembangan plasenta dan embrio. Ketika proses ini terganggu, kehamilan berisiko berakhir lebih awal.
Sebuah tinjauan ilmiah melaporkan bahwa perempuan hamil yang terinfeksi campak memiliki risiko lebih tinggi mengalami kehilangan kehamilan dibandingkan populasi umum.
Komplikasi campak pada janin yang paling sering dilaporkan adalah kelahiran prematur, bayi lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu.
Infeksi virus dapat memicu respons inflamasi dalam tubuh ibu. Respons ini berpotensi merangsang kontraksi rahim lebih awal atau memengaruhi fungsi plasenta.
Penelitian menyebut infeksi campak pada kehamilan secara signifikan meningkatkan risiko persalinan prematur dibandingkan ibu yang tidak terinfeksi.
Kelahiran prematur sendiri membawa berbagai risiko kesehatan bagi bayi, seperti gangguan pernapasan dan perkembangan organ yang belum matang.
Bayi yang lahir dari ibu dengan infeksi campak selama kehamilan juga lebih berisiko memiliki berat badan lahir rendah (BBLR).
Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti:
Bayi dengan berat badan lahir rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi kesehatan pada masa neonatal, termasuk infeksi dan gangguan pertumbuhan.
Dalam beberapa kasus, virus campak dapat menular dari ibu ke bayi sebelum atau saat persalinan. Kondisi ini dikenal sebagai campak kongenital.
Bayi yang mengalami infeksi ini biasanya menunjukkan gejala dalam beberapa hari pertama setelah lahir, seperti:
Demam.
Ruam khas campak.
Gangguan pernapasan.
Pneumonia.
Meski jarang, campak kongenital dapat menyebabkan penyakit berat pada bayi baru lahir dan membuatnya butuh perawatan intensif.
Beberapa studi juga melaporkan peningkatan risiko kematian pada periode neonatal (28 hari pertama kehidupan) pada bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi campak. Ini biasanya berkaitan dengan komplikasi lain seperti prematuritas, infeksi berat, atau gangguan pernapasan.