Penelitian ini tidak secara spesifik membedah mekanisme biologisnya. Namun, para peneliti menekankan bahwa tidur memengaruhi hampir semua sistem penting dalam tubuh.
Tidur berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung, mengatur sistem imun, dan memulihkan fungsi otak. Kurang tidur kronis diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, gangguan metabolik, hingga penurunan fungsi kognitif. Semua itu adalah faktor yang dapat berkontribusi pada usia yang lebih pendek.
Dengan kata lain, ketika tidur terus-menerus dikorbankan, tubuh kehilangan waktu krusial untuk memperbaiki diri.
Banyak orang menganggap tidur sebagai sesuatu yang fleksibel yang bisa dipotong, ditunda, atau "dibayar" saat akhir pekan. Studi ini menantang cara pandang tersebut. Tidur layak mendapat perhatian yang sama seriusnya dengan apa yang kamu makan dan seberapa sering kamu bergerak.
Menurut para peneliti, tidur seharusnya tidak cuma membuat kamu merasa lebih baik, tetapi juga berpotensi memengaruhi berapa lama kamu. Di tengah budaya serba sibuk dan selalu terhubung, pesan ini terasa relevan. Menjaga jam tidur bukan bentuk kemalasan, melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas dan usia panjang.
Referensi
Kathryn E McAuliffe, Madeline R Wary, Gemma V Pleas, Kiziah E S Pugmire, Courtney Lysiak, Nathan F Dieckmann, Brooke M Shafer, Andrew W McHill, Sleep insufficiency and life expectancy at the state-county level in the United States, 2019–2025, SLEEP Advances, Volume 6, Issue 4, 2025, zpaf090, https://doi.org/10.1093/sleepadvances/zpaf090
"Insufficient sleep associated with decreased life expectancy." Oregon Health & Science University. Diakses Januari 2026.