ilustrasi paru-paru manusia (freepik.com/Freepik)
Vitamin D berperan dalam mengatur respons imun tubuh. Selain membantu menjaga kekuatan tulang dan otot, vitamin ini memiliki sifat antibakteri dan antivirus yang membantu tubuh melawan patogen penyebab infeksi.
Menurut Abi Bournot, peneliti utama dalam studi ini, data yang mereka temukan memberikan bukti kuat bahwa vitamin D berkontribusi dalam menurunkan risiko infeksi pernapasan yang cukup berat hingga memerlukan perawatan di rumah sakit. Masalahnya, banyak orang, terutama di wilayah yang paparan sinar mataharinya terbatas, tidak mencapai asupan vitamin D yang direkomendasikan.
Risiko ini menjadi makin relevan pada kelompok usia paruh baya dan lansia, yang secara global menghadapi beban besar dari penyakit pernapasan. Infeksi saluran pernapasan bawah seperti pneumonia dan bronkitis termasuk penyebab kematian utama pada kelompok usia di atas 50 tahun.
Dalam konteks ini, suplementasi vitamin D, khususnya pada bulan-bulan dengan paparan sinar matahari rendah, dipandang sebagai langkah sederhana namun bermakna untuk menurunkan risiko infeksi pernapasan serius. Bukan sebagai pengganti pengobatan, tetapi sebagai bagian dari upaya menjaga daya tahan tubuh tetap optimal.
Referensi
"Low vitamin D levels shown to raise risk of hospitalisation with potentially fatal respiratory tract infections by 33%." University of Surrey. Diakses Januari 2026.
Abigail R Bournot et al., “Association Between Serum 25-hydroxyvitamin D Status and Respiratory Tract Infections Requiring Hospital Admission: Unmatched Case-control Analysis of Ethnic Groups From the United Kingdom Biobank Cohort,” American Journal of Clinical Nutrition, December 1, 2025, 101179, https://doi.org/10.1016/j.ajcnut.2025.101179.