Beban kanker leher rahim atau kanker serviks masih tinggi. Pada 2023 saja tercatat ada 36.964 kasus baru dengan lebih dari 21.000 kematian. Tanpa penguatan intervensi, insiden serupa bisa meningkat lebih dari 60 persen pada 2040.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) bersama Jhpiego Indonesia, Roche Diagnostics Indonesia, dan Bio Farma menggelar Diseminasi Nasional Hasil Proyek Percontohan Skrining Kanker Leher Rahim dari “Studi Implementasi untuk Mendukung Program ILP: Proyek Percontohan Skrining Kanker Leher Rahim dengan Model Hub-and-Spoke menggunakan Human Papillomavirus Deoxyribonucleic Acid (DNA HPV) dan Pengambilan Sampel Mandiri di Provinsi Jawa Timur”.
