Comscore Tracker

Kolik: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Penanganan

Kondisi ini ditandai dengan bayi menangis berjam-jam

Kolik atau colic adalah suatu kondisi ketika bayi menangis hingga berjam-jam lamanya dan sulit ditenangkan. Gejala biasanya muncul selama tiga sampai enam minggu pertama kehidupannya. Meski sering kali membuat orang tua khawatir, sebenarnya kondisi ini wajar dialami oleh bayi baru lahir.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa ulasan tentang penyebab, gejala, dan penanganan kolik pada bayi. Simak, ya, Bun!

1. Penyebab dan faktor risiko

Kolik: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Penangananilustrasi ibu menenangkan bayinya yang menangis (pexels.com/Sarah Chai)

Penyebab pasti kolik belum diketahui pasti. Mungkin ini merupakan akibat dari berbagai faktor. Sementara sejumlah penyebab telah dieksplorasi, sulit bagi para peneliti untuk menjelaskan semua fitur penting, seperti mengapa biasanya dimulai pada akhir bulan pertama kehidupan, bagaimana hal itu bervariasi di antara bayi, mengapa terjadi pada waktu-waktu tertentu dalam sehari, dan mengapa kolik bisa hilang dengan sendirinya.

Beberapa faktor yang berkontribusi yang telah dieksplorasi meliputi:

  • Sistem pencernaan bayi yang belum sepenuhnya berkembang.
  • Ketidakseimbangan bakteri sehat di saluran pencernaan bayi.
  • Alergi atau intoleransi makanan.
  • Menyusu terlalu berlebihan ataupun terlalu sedikit, atau jarang serdawa.
  • Bentuk awal migrain masa kanak-kanak.
  • Stres atau kecemasan keluarga.

Faktor risiko kolik juga belum dipahami dengan baik. Penelitian belum menunjukkan perbedaan risiko ketika faktor-faktor berikut dipertimbangkan:

  • Jenis kelamin bayi.
  • Bayi yang diberi susu formula dan disusui.
  • Bayi yang lahir dari ibu yang merokok selama kehamilan atau setelah melahirkan memiliki peningkatan risiko kolik.

2. Gejala

Kolik: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Penangananilustrasi bayi menangis karena kolik (unsplash.com/Aikomo Opeyemi)

Seperti diterangkan di laman Johns Hopkins Medicine, bayi yang sehat mungkin memiliki kolik jika ia menangis atau rewel selama beberapa jam sehari tanpa alasan yang jelas. Bayi yang mengalami kolik sering menangis dari jam 6 sore hingga tengah malam.

Tangisan pada bayi dengan kolik umumnya lebih keras, bernada tinggi, dan terdengar lebih mendesak daripada tangisan bayi biasa. Bayi dengan kolik sangat sulit untuk ditenangkan.

Gejala yang dapat timbul pada bayi dengan kolik meliputi:

  • Sering serdawa atau mengeluarkan banyak gas. Ini kemungkinan karena menelan udara saat menangis. Ini tidak menyebabkan kolik.
  • Wajah bayi merah cerah atau merona.
  • Memiliki perut yang kencang.
  • Meringkukkan kaki mereka ke arah perut mereka bayi menangis.
  • Mengepalkan tinju mereka bayi menangis.

Gejala kolik bisa seperti kondisi kesehatan lainnya. Pastikan untuk memeriksakan bayi ke dokter spesialis anak untuk diagnosis akurat.

Kolik mungkin dapat menjadi perhatian karena:

  • Membuat orangtua stres dan frustasi.
  • Orangtua dan bayi mengalami kurang tidur.
  • Bayi kolik mungkin diberi makan berlebihan dalam upaya untuk menghentikan tangisannya. Ini dapat memperburuk kolik.

Baca Juga: Bayi Lahir Prematur: Kondisi, Sebab dan Penanganan

3. Diagnosis

Kolik: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Penangananilustrasi bayi mengalami kolik (pexels.com/RODNAE Productions)

Dilansir Mayo Clinic, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap untuk mengidentifikasi penyebab potensial bayi yang menangis terus-terusan. Pemeriksaan ini dapat meliputi:

  • Mengukur berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala bayi.
  • Mendengarkan jantung, paru-paru, dan perut bayi.
  • Memeriksa tangan dan kaki, jari-jari, mata, telinga, dan alat kelamin bayi.
  • Menilai reaksi bayi terhadap sentuhan atau gerakan.
  • Mencari tanda-tanda ruam, inflamasi, atau tanda lainnya dari infeksi atau alergi.

Tes laboratorium, sinar-X, dan tes diagnostik lainnya kemungkinan tidak dibutuhkan. Namun, mungkin saja akan direkomendasikan dokter anak untuk membantu mengesampingkan kondisi lain yang mungkin mendasari.

4. Penanganan

Kolik: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Penangananilustrasi ibu menggendong bayinya (pixabay.com/Fancycrave1)

Ada banyak tips untuk membantu menenangkan dan mengatasi bayi kolik. Perlu diingat, ini adalah masalah umum pada bayi baru lahir. Bicarakan dengan dokter anak untuk mengetahui lebih lanjut tentang kolik dan apa yang bisa dilakukan.

Jika bayi diberi susu botol, penggunaan botol susu yang melengkung mungkin akan membantu. Ini akan memungkinkan ibu menggendong bayi dalam posisi tegak.

Untuk mengurangi jumlah udara yang ditelan bayi saat menyusu, sering-seringlah membuat bayi serdawa.

Mempelajari cara memahami tangisan bayi juga dapat membantu mengatasi kolik. Butuh beberapa waktu bagi orangtua dan bayi untuk terbiasa satu sama lain. Juga, ingatlah bahwa itu normal bagi bayi untuk menangis dalam waktu tertentu setiap hari.

Apa yang berhasil untuk satu bayi mungkin tidak berhasil untuk bayi lainnya. Tips lain yang bisa dicoba meliputi:

  • Pastikan bayi tidak lapar. Namun, jangan paksa bayi makan jika ia tidak tertarik dengan botol atau menyusu.
  • Ubah posisi bayi. Dudukkan bayi jika ia berbaring. Biarkan bayi menghadap ke depan jika menggendong atau menggendong bayi menghadap ke dada. Bayi suka melihat berbagai pandangan dunia.
  • Berikan bayi hal-hal menarik untuk dilihat: berbagai bentuk, warna, tekstur, dan ukuran.
  • Bicaralah dengan bayi. Bernyanyilah dengan lembut untuk bayi.
  • Goyangkan bayi dengan lembut.
  • Berjalanlah dengan bayi.
  • Mandikan bayi dengan air hangat.
  • Tempatkan bayi di ayunan bayi dengan pengaturan lambat.
  • Biarkan bayi berbaring tengkurap di pangkuan, dan usap punggungnya dengan lembut.
  • Bawa bayi dengan mobil. Gerak mobil sering menenangkan bayi.
  • Coba gunakan sesuatu di kamar anak yang mengeluarkan suara menenangkan, seperti kipas angin, mesin white-noise, atau rekaman detak jantung. Suara penyedot debu atau mesin cuci juga dapat menenangkan bayi yang rewel.
  • Pegang dan peluk bayi. Manjakan dengan perhatian. Akan tetapi, bayi dapat memiliki masalah di kemudian hari jika mereka diabaikan dan kebutuhannya tidak terpenuhi sebagai bayi.
  • Coba gunakan dot.
  • Jaga stimulasi apa pun seminimal mungkin.
  • Jika bayi diberi susu botol dan metode ini tidak berhasil, dokter anak dapat merekomendasikan uji coba susu formula non-susu selama 1 minggu.

Jika menyusui bayi, dokter mungkin menyarankan agar ibu menghindari makanan yang cenderung menyebabkan reaksi alergi, seperti susu, telur, kacang-kacangan, atau gandum untuk jangka waktu tertentu.

Bayi kolik memang bisa memicu stres. Cara lainnya yang bisa membantu adalah membiarkan orang lain merawat bayi dari waktu ke waktu. Tanyakan kepada anggota keluarga dewasa lainnya, teman, atau pengasuh bayi profesional. Sang ibu juga perlu waktu untuk istirahat. Merawat diri sendiri dan mengurangi tingkat stres juga bisa membantu bayi.

5. Kapan bayi harus diperiksakan ke dokter?

Kolik: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Penangananilustrasi mengunjungi dokter (Pexels.com/Mart Production)

Sebelum berasumsi bayi mengalami kolik, carilah tanda-tanda penyakit lainnya. Ini mungkin termasuk:

  • Tidak mengisap atau minum sebotol dengan baik.
  • Minum susu lebih sedikit dari biasanya
  • Muntah.
  • Memiliki tinja yang encer (diare).
  • Bayi lebih mudah tersinggung saat dipegang atau disentuh.
  • Tangisan bayi yang terdengar aneh.
  • Memiliki perubahan dalam laju pernapasan atau terlihat atau terdengar upaya ekstra untuk bernapas.
  • Menjadi lebih mengantuk atau lamban dari biasanya.
  • Demam 38 derajat Celcius atau lebih tinggi, atau seperti yang diarahkan oleh dokter anak.

Segera periksakan bayi ke dokter bila ia menunjukkan gejala-gejala di atas, begitu pula bila bayi terlalu sering menangis. Dokter anak nantinya akan memeriksa bayi dan memastikan bahwa tidak ada masalah kesehatan lain yang mendasari gejala-gejala pada bayi.

Kolik adalah kondisi saat bayi yang sehat menangis dalam waktu lama tanpa alasan yang jelas. Ini memengaruhi beberapa bayi selama 3 sampai 4 bulan pertama kehidupannya. Kolik biasanya dimulai secara tiba-tiba, dengan tangisan keras dan mayoritas berlangsung nonstop.

Bayi dengan kolik bisa sangat sulit untuk ditenangkan. Mengubah bagaimana bayi diberi makan dan mencoba metode menenangkan bayi lainnya akan membantu menghentikan tangisan bayi. Kolik umumnya hilang sendiri, kadang saat usia 3 bulan. Pada kebanyakan kasus, kolik akan hilang saat usia bayi 6 bulan. Apabila kamu khawatir akan kolik pada bayi, tak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter anak.

Baca Juga: 5 Cara Menyerdawakan Bayi yang Benar saat Tidur

Lulu Fatikhatul Maryamah Photo Verified Writer Lulu Fatikhatul Maryamah

you can reach me on my IG @lulumaryamah23

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R F
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya