ilustrasi koin untuk kerokan (vecteezy.com/Rudy Hermawan)
Menurut studi, kerokan atau coining tergolong sebagai terapi dermabrasi tradisional, yakni tindakan yang secara sengaja memberikan tekanan berulang pada kulit menggunakan benda tumpul seperti koin, batu giok, atau alat khusus, setelah sebelumnya diolesi minyak atau balsam hingga menimbulkan bekas kemerahan atau memar.
Jika dilakukan dengan tekanan yang tepat, kerokan tidak mengakibatkan kerusakan pada kulit, hanya menimbulkan reaksi peradangan akut yang normal. Proses peradangan ini yang kemudian menimbulkan rasa hangat setelahnya.
Kerokan juga mengakibatkan pelebaran pembuluh darah yang dapat meningkatan sirkulasi darah kaya akan oksigen menuju jaringan.
Studi juga menyebutkan adanya peningkatan kadar endorfin dan penurunan kadar PGE2 (prostaglandin E2) setelah kerokan. PGE2 berperan dalam pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi), peningkatan sensitivitas saraf nyeri, dan memperkuat sinyal saraf nyeri ke otak.
Sementara itu, endorfin adalah pereda nyeri alami layaknya morfin alami dan juga dapat menciptakan suasana hati bahagia dan euforia. Itulah sebabnya mengapa setelah kerokan, orang dapat merasa nyeri pegal berkurang dan tubuh terasa lebih rileks dan bahagia.
Walaupun teknik kerokan merupakan terapi yang murah dan bisa dilakukan di mana saja, tetapi kerokan hanya memberikan kelegaan subjektif sementara, tidak dapat mengatasi penyakit medis yang lebih lanjut.
Selain itu, praktik ini juga tidak dianjurkan untuk orang dengan gangguan pembekuan darah atau yang mengonsumsi obat pengencer darah, karena berisiko menimbulkan perdarahan lebih berat.
Kesimpulannya, kerokan dipahami sebagai praktik tradisional yang memiliki nilai budaya dan efek kenyamanan. Namun, dalam konteks kesehatan modern, teknik ini tetap tidak dapat menggantikan diagnosis dan pengobatan medis berbasis bukti, terutama untuk kondisi infeksi atau penyakit serius.
Referensi
“Coining: An Ancient Treatment Widely Practiced Among Asians,” PubMed, August 31, 2011, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25606235/.
Tanjung, F. F. (2014). "The Effects of Scrapping Treatment Techniques for Body Health." Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan Dan Agromedicine, 1(1), 67–71. https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/1341
Suhaimi, Nurnisaa & Sidiq, Fahmi & Amal, Alfi. (2024). "Analysis of the Effectiveness of kerokan (Coining) to Relieve Dizziness and Colds in Parungponteng District." International Journal of Health, Medicine, and Sports. 2. 16-20. 10.46336/ijhms.v2i1.74.
“What is coining (Gua sha)?”. Stanford Medicine. Diakses Desember 2025.
“Got a cold? In coin rubbing Indonesians trust”. The Conversation. Diakses Desember 2025.
“Kerokan”. Kemenkes Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Diakses Desember 2025.