- Kamu diminta berbaring atau duduk dengan nyaman.
Mau Coba Bekam? Ketahui Dulu Manfaat dan Risikonya

- Bekam dapat membantu meredakan nyeri leher atau punggung bawah, mengurangi kekakuan fasia, dan mengelola sakit kepala.
- Potensi efek samping bekam meliputi iritasi kulit, infeksi, bekas luka, dan ketidaknyamanan seperti nyeri, pusing, atau mual.
- Bekam tidak dianjurkan untuk area dengan luka kulit, varises, trombosis vena dalam, pasien hamil atau dengan kondisi medis tertentu.
Berbaring tengkurap di tempat tidur yang hangat dengan cangkir-cangkir yang ditempelkan pada kulit punggung merupakan praktik yang kita kenal dengan sebutan terapi bekam.
Praktik pengobatan tradisional ini sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu dan masih bertahan hingga sekarang, bahkan di tengah kemajuan dunia medis. Dengan popularitasnya ini, beragam penelitian pun dilakukan untuk memahaminya lebih dalam. Yuk, ketahui apa saja potensi manfaat bekam sekaligus risikonya. Penting banget untuk diketahui buat kamu yang penasaran mau mencobanya.
Prosedur bekam
Bekam adalah metode pengobatan tradisional yang menggunakan cangkir khusus untuk menciptakan isapan (suction) pada kulit. Tujuannya untuk meningkatkan aliran darah, mengurangi nyeri, dan mengeluarkan racun dari tubuh menurut prinsip pengobatan tradisional. Berikut gambaran umum prosedurnya:
Persiapan
- Area tubuh yang akan dibekam (biasanya punggung, bahu, atau leher) dibersihkan.
Pemasangan cangkir
- Cangkir (biasanya dari kaca, bambu, atau plastik) dipanaskan terlebih dahulu (bekam api) atau menggunakan alat penyedot udara (bekam kering).
- Cangkir ditempelkan ke kulit, menciptakan vakum yang menarik kulit dan jaringan di bawahnya.
Jenis
- Bekam kering: Hanya menggunakan hisapan tanpa sayatan.
- Bekam basah: Setelah isapan awal, kulit disayat tipis lalu cangkir dipasang kembali untuk mengeluarkan darah kotor.
Durasi
- Cangkir biasanya dibiarkan menempel selama 5–15 menit.
Setelah itu, cangkir dilepas, area kulit dibersihkan kembali. Luka kecil (jika bekam basah) ditutup dan dirawat agar tidak mengalami infeksi.
Potensi manfaat
Bukti ilmiah tentang seberapa efektif bekam masih terbatas. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa terapi ini dapat membantu:
- Mengurangi nyeri: Dengan merangsang aliran darah melalui jaringan otot, bekam dapat membantu meredakan nyeri leher atau nyeri punggung bawah.
- Mengurangi kekakuan fasia: Cedera, kurangnya aktivitas fisik, serta peradangan dapat membuat fasia—jaringan ikat yang menopang seluruh struktur tubuh—menjadi kaku atau menegang. Serupa dengan peregangan fasia, bekam dapat membantu melepaskan kekakuan tersebut dan meningkatkan rentang gerak tubuh.
- Mengelola beberapa jenis sakit kepala: Meskipun terbatas, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa bekam membantu meredakan sakit kepala tegang dan migrain.
Potensi efek samping

Ada beberapa efek samping yang mungkin kamu alami setelah sesi bekam. Perubahan warna kulit adalah reaksi yang paling umum dan tidak serius. Kamu akan melihat penumpukan darah dan toksin yang muncul ke permukaan kulit setelah cangkir dilepas. Bekas ini bisa bertahan dari beberapa hari hingga minggu, tergantung kondisi masing-masing pasien dan teknik yang digunakan.
Potensi efek samping bekam meliputi:
- Iritasi kulit: Bekam dapat menyebabkan pembengkakan, kemerahan, dan memar pada kulit dalam jangka pendek.
- Infeksi: Infeksi kulit bisa terjadi jika cangkir tidak disterilkan setelah digunakan pasien sebelumnya. Dan, karena bekam basah melibatkan sayatan, ada risiko infeksi yang ditularkan melalui darah, seperti hepatitis atau HIV.
- Bekas luka: Bekas luka dan hiperpigmentasi dapat terjadi jika isapan cangkir sangat kuat atau cangkir dibiarkan terlalu lama. Sayatan dari bekam basah juga dapat menyebabkan bekas luka.
- Ketidaknyamanan: Beberapa orang mengalami nyeri, pusing, atau mual saat menjalani terapi tradisional ini.
Bekam tidak untuk semua orang
Orang yang sering mengalami sakit kepala atau merasakan nyeri leher, punggung, atau lutut mungkin akan mendapat manfaat dari bekam. Selain itu, orang yang mengalami nyeri kronis akibat cedera atau yang melewati latihan yang berat dapat memperoleh manfaat dari bekam karena sifatnya yang mengalirkan darah melalui jaringan otot, sehingga dapat mendukung pemulihan.
Akan tetapi, bekam tidak selalu aman. Hindari menerapkan terapi ini pada area yang memiliki:
- Luka kulit, luka bakar, infeksi, atau ruam.
- Varises.
- Trombosis vena dalam.
- Patah tulang.
Bekam juga tidak dianjurkan untuk pasien yang sedang hamil atau memiliki:
- Jumlah trombosit darah rendah, anemia, atau gangguan pendarahan.
- Kanker.
- Gagal organ.
- Alat medis yang diimplan.
Disarankan juga agar orang dengan kondisi medis seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan gangguan pembekuan darah berkonsultasi dengan dokter yang merawat sebelum mencoba terapi bekam.
Referensi
"Should You Try Cupping Therapy? Experts Review the Reported Benefits and Risks". GoodRx. Diakses Januari 2026.
Ahmadi, Alireza, David C. Schwebel, and Mansour Rezaei. “The Efficacy of Wet-Cupping in the Treatment of Tension and Migraine Headache.” The American Journal of Chinese Medicine 36, no. 01 (January 1, 2008): 37–44.
Aboushanab, Tamer S., and Saud AlSanad. “Cupping Therapy: An Overview From a Modern Medicine Perspective.” Journal of Acupuncture and Meridian Studies 11, no. 3 (February 7, 2018): 83–87.


















