22 Penyebab Kram Perut tetapi Tidak Sedang Haid

Mulai dari perubahan hormonal, ovulasi, atau kondisi serius

Selain perut kembung, mood naik turun, dan mengidam makanan atau minuman manis, kram perut adalah salah satu tanda paling umum bahwa menstruasi atau haid akan segera tiba. Namun, apa yang terjadi bila merasakan kram perut tetapi sedang tidak haid?

Ada banyak alasan mengapa itu bisa terjadi. Mulai dari perubahan hormonal terkait dengan ovulasi hingga kondisi medis tertentu, itu semua bisa memunculkan kram perut yang terasa seperti gejala khas sindrom pramenstruasi (PMS).

Untuk lebih jelasnya, simak daftar penyebab yang membuat seseorang merasakan kram perut tetapi tidak sedang haid di bawah ini.

1. Anovulasi

Anovulasi terjadi ketika sel telur (ovum) tidak terlepas dari ovarium selama siklus menstruasi. Dilansir Women's Health, apabila tidak melepaskan sel telur selama satu siklus, perempuan tidak akan benar-benar mengalami menstruasi (tetapi masih bisa mengalami kram perut).

Anovulasi lebih umum daripada yang kita kira. Sekitar 10 hingga hingga 18 persen dari semua siklus reguler adalah anovulasi. Siklus anovulasi kadang dapat terjadi secara acak, atau mungkin terkait dengan masalah lain, seperti nutrisi, berat badan, atau hampir menopause.

Meskipun melewatkan menstruasi sesekali biasanya tidak perlu dikhawatirkan, tetapi jika mengalami demam, mual, atau muntah yang signifikan, atau nyeri yang tidak reda setelah minum obat pereda nyeri yang dijual bebas, atau nyeri tidak membaik dalam seminggu, temui dokter.

2. Kehamilan

Jika kamu berhubungan seks tanpa kondom dan/atau kontrasepsi lain dalam sebulan terakhir, tidak disiplin minum pil KB, atau mengandalkan metode "penarikan" untuk mencegah kehamilan, ada baiknya lakukan tes kehamilan.

Banyak gejala awal kehamilan—termasuk nyeri payudara, perubahan suasana hati, kelelahan, dan kram perut—meniru gejala yang biasanya dialami sebelum dan selama haid.

3. Ovulasi

22 Penyebab Kram Perut tetapi Tidak Sedang Haidilustrasi ovulasi (yourfertility.org.au)

Kram perut ovulasi terjadi ketika salah satu indung telur melepaskan sel telur sebagai bagian dari siklus menstruasi bulanan. Sekitar satu dari lima perempuan mengalami kram saat mereka masa ovulasi, mengutip Insider.

Kram ini biasanya dialami sekitar 14 hari sebelum menstruasi dan bisa terasa seperti rasa sakit yang tajam atau nyeri tumpul. Kram ovulasi biasanya hanya dirasakan di satu sisi perut bagian bawah dan dapat berlangsung hanya beberapa menit hingga beberapa hari.

Baca Juga: Dari Perut sampai Kulit, 5 Gejala Terselubung Tanda Usus Tidak Beres

4. Kista ovarium

Kista ovarium adalah kantung kecil berisi cairan yang tumbuh di dalam atau di sepanjang bagian luar ovarium. Ini merupakan kondisi yang relatif umum dan kista yang berukuran kecil mungkin tidak menimbulkan gejala apa pun. Akan tetapi, kista ovarium yang ukurannya lebih besar bisa menyebabkan kram hebat di perut bagian bawah, biasanya hanya di sisi tempat di mana kista tumbuh.

Apabila mengalami demam atau muntah bersamaan dengan kram perut, segera cari perhatian medis. Ini bisa menjadi tanda kista mungkin pecah yang dapat menyebabkan pendarahan internal.

5. Kondisi tiroid

Tiroid mengatur banyak fungsi tubuh, termasuk metabolisme dan siklus menstruasi. Jika tiroid rusak, siklus menstruasi bisa menjadi tidak teratur. Akibatnya, seseorang bisa tidak mengalami menstruasi namun mengalami kram mirip nyeri haid.

Karena tiroid mengatur fungsi otak, perubahan suasana hati dikira bagian dari PMS mungkin terkait dengan fungsi neurologis. Sementara itu, bercak darah atau kram perut bisa terjadi karena lapisan rahim telah menumpuk namun belum luruh karena tidak berovulasi.

Temui dokter bila mengalami gejala lain dari kondisi tiroid, termasuk penurunan atau kenaikan berat badan yang tiba-tiba tanpa sebab, gemetar, jantung berdebar, atau kelelahan yang signifikan.

6. Penggunaan kontrasepsi hormonal

22 Penyebab Kram Perut tetapi Tidak Sedang Haidilustrasi alat kontrasepsi (unsplash.com/ Reproductive Health Supplies Coalition)

Salah satu efek samping yang sangat umum dari intrauterine device (IUD) atau alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) adalah haid yang terlewat. Ini karena salah satu cara alat kontrasepsi ini dalam mencegah kehamilan adalah dengan menipiskan lapisan endometrium di rahim, sehingga tidak ada yang keluar saat waktunya haid.

Sementara itu, penggunaan pil KB dapat menyebabkan darah haid yang dikeluarkan sangat sedikit atau bercak. Penggunanya bisa merasakan gejala mirip haid, seperti kram perut dan nyeri payudara, bahkan tanpa adanya menstruasi yang berat.

7. Stres

Stres juga merupakan penyebab umum seorang perempuan bisa melewatkan menstruasi. Stres meningkatkan kadar hormon kortisol yang memengaruhi keseimbangan hormon, termasuk hormon yang mengatur ovarium dan lapisan rahim, dan seseorang mungkin mengalami kram.

Ujian, kematian, berita terkini, bahkan perpisahan adalah peristiwa besar yang memicu stres yang dapat menyebabkan siklus haid menjadi kacau. Bahkan hal-hal yang lebih "halus", seperti beban berat di tempat kerja dan/atau rumah, bisa memicu stres kronis yang memengaruhi pikiran dan tubuh, meskipun kamu mungkin tidak menyadarinya.

8. Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik mengacu pada sel telur yang telah dibuahi menempel di lokasi abnormal di luar rahim, yang biasanya di saluran tuba.

Kehamilan ektopik yang pecah dapat menyebabkan nyeri tajam yang tiba-tiba dan parah di perut bagian bawah yang dapat menyebar ke punggung. Ini merupakan kondisi darurat medis.

Sebelum ini terjadi, mungkin ada gejala khas awal kehamilan seperti kelelahan, nyeri atau nyeri payudara, atau mual.

Baca Juga: 12 Penyebab Perut Buncit pada Perempuan yang Harus Diwaspadai

9. Endometriosis

22 Penyebab Kram Perut tetapi Tidak Sedang Haidilustrasi endometriosis (healthdirect.gov.au)

Endometriosis adalah kondisi jangka panjang (kronis) ketika jaringan yang mirip lapisan rahim menempel pada organ lain dan mulai tumbuh. Kram perut yang terjadi dirasakan mirip nyeri haid biasa, tetapi bisa terjadi kapan saja sepanjang bulan, seperti dilansir WebMD. Penderitanya juga mungkin mengalami kram dan nyeri di punggung bawah dan perut di bawah pusar.

Gejala endometriosis lainnya meliputi rasa sakit saat penetrasi seks. Beberapa perempuan juga melaporkan rasa sakit saat buang air besar. Endometriosis dapat membuat perempuan sulit hamil.

10. Intoleransi laktosa

Saat tubuh tidak dapat mencerna laktosa, gula yang ditemukan dalam susu dan produk susu, seseorang akan mengalami gas, diare, kembung, dan nyeri. Sensasi di perut ini mungkin mirip kram dan/atau kembung seperti yang dirasakan saat menstruasi, tetapi akan hilang dalam waktu beberapa jam, menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases.

11. Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul adalah infeksi bakteri yang biasanya menyebar melalui seks. Ini memengaruhi bagian-bagian yang membantu kehamilan, termasuk saluran tuba, rahim, ovarium, vagina, dan leher rahim atau serviks.

Kram perut akan dirasakan di kedua sisi perut bagian bawah dan punggung bagian bawah, dan ini bisa terjadi kapan saja sepanjang bulan.

Gejala radang panggul lainnya adalah keputihan abnormal dan terkadang bercak darah. Kamu mungkin akan merasakan nyeri atau sensasi terbakar saat berhubungan seks atau buang air kecil. Menstruasi mungkin lebih berat atau lebih lama, bisa juga mengalami demam atau mual dan muntah. Jika mengalami gejala-gejala ini, segera periksa ke dokter.

12. Keguguran

22 Penyebab Kram Perut tetapi Tidak Sedang Haidilustrasi kram perut saat tidak sedang haid (pexels.com/Polina Zimmerman)

Keguguran terjadi pada masa kehamilan kurang dari 20 minggu, dan pada banyak kasus perempuan akan mengalami kram yang menyakitkan. Kram perut akibat keguguran dapat berlangsung dalam waktu singkat, tetapi bisa juga berlangsung selama berjam-jam dalam beberapa kasus.

Dilansir Insider, keguguran umumnya dapat menyebabkan kram panggul bagian bawah. Mungkin ada bercak atau pendarahan yang menyertainya. Tanda keguguran lainnya adalah keluarnya cairan dan jaringan dari vagina.

Baca Juga: Ingin Berhubungan Seks setelah Keguguran? Baca Ini Dulu ya

13. Infeksi saluran kemih

Infeksi yang terhubung ke sistem kemih (ginjal, kandung kemih, uretra) disebut infeksi saluran kemih (ISK), dan perempuan lebih mungkin mengembangkannya dibanding laki-laki. 

Nyeri panggul adalah gejala umum, meskipun sering buang air kecil serta rasa sakit dan sensasi terbakar saat berkemih (dan mungkin ada darah dalam urine) juga menunjukkan ISK, mengutip What to Expect.

14. Polip rahim

Banyak orang mengasosiasikan polip dengan usus besar, tetapi tumor jinak kecil ini bisa juga tumbuh di rahim. Polip di rahim dapat menyebabkan kram perut dan ketidaknyamanan mirip gejala haid, bahkan ketika tidak sedang haid.

Karena polip dapat menyebabkan sulit hamil dan karena ada risiko kecil polip dapat berkembang menjadi kanker rahim, dokter mungkin ingin mengangkatnya, paling sering dengan histeroskopi. Selama histeroskopi, dokter memasukkan tabung panjang melalui vagina dan ke dalam rahim. Dokter dapat menggunakan teropong untuk melihat dan memotong polip.

15. Olahraga terlalu berlebihan

22 Penyebab Kram Perut tetapi Tidak Sedang Haidilustrasi olahraga di gym (pexels.com/mentatdgt)

Rutin olahraga diketahui merupakan salah satu cara untuk mengatasi gejala PMS. Namun, olahraga terlalu keras atau terlalu sering sebenarnya dapat mengacaukan siklus haid, dan dalam beberapa kasus dapat membuat seseorang tidak mengalami haid.

Stres fisik yang dialami, terutama jika kehilangan banyak lemak tubuh, dapat membuat perempuan tidak haid dan menyebabkan fluktuasi hormonal pada kadar hormon. Fluktuasi ini dapat menyebabkan mood naik turun, bercak yang tidak teratur, jerawat, dan gejala seperti PMS lainnya (yaitu kram tanpa haid yang sebenarnya).

16. Posisi seks tertentu

Merasakan kram atau nyeri setelah berhubungan seks umumnya adalah hal yang normal. Dilansir Women's Health, beberapa posisi seks diketahui secara anatomis lebih keras pada vagina, misalnya doggy style yang memungkinkan penetrasi lebih dalam namun dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi banyak perempuan, sementara posisi seks misionaris cenderung lebih nyaman dan mudah. Bereksperimenlah dengan pasangan untuk tahu posisi seks mana yang terbaik untuk tubuh kamu.

Posisi seks yang secara khusus menggerakkan rahim dapat menimbulkan rasa sakit yang menusuk jika ada masalah pada ligamen. Rasa sakit mungkin menyebar ke selangkangan. Hindari mengulangi gerakan apa pun yang menyakitkan dan temui dokter jika rasa sakit berlanjut keesokan harinya.

17. Interstitial cystitis

Interstitial cystitis atau sindrom nyeri kandung kemih juga dapat menyebabkan kram pada area perut bagian bawah. Gejala lainnya mirip ISK, termasuk nyeri panggul, rasa sakit antara vagina dan anus pada perempuan, rasa sakit saat berhubungan seks, dan keinginan untuk buang air kecil terus-menerus.

Baca Juga: Infeksi Saluran Kemih: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan

18. Sindrom iritasi usus besar

22 Penyebab Kram Perut tetapi Tidak Sedang Haidilustrasi sindrom iritasi usus besar atau IBS (scientificanimations.com)

Kram di perut bagian bawah adalah salah satu keluhan umum pasien sindrom iritasi usus besar atau irritable bowel syndrome (IBS), dan menurut beberapa studi perempuan dilaporkan lebih banyak mengalaminya daripada laki-laki.

Gangguan usus dikaitkan dengan nyeri atau ketidaknyamanan perut berulang, bersamaan dengan perubahan pola buang air besar selama setidaknya tiga bulan. Ini bisa termasuk konstipasi, diare, atau kombinasi keduanya.

19. Kanker ovarium

Kanker ini dimulai di ovarium, organ yang membuat sel telur. Kram yang berkaitan dengan kanker ovarium sebetulnya tidak jelas. Namun, dilansir WebMD, beberapa pasien melaporkan gejala seperti sembelit gas, tetapi rasa sakit dan tekanan di perut bagian bawah tidak akan hilang.

Gejala lainnya mungkin pembengkakan di perut sehingga pasien merasa sulit untuk mengancingkan celana. Seseorang juga mungkin cepat kenyang saat makan dan merasakan keinginan yang kuat dan sering untuk buang air kecil. Segera temui dokter jika mengalami gejala-gejala ini selama lebih dari dua minggu.

20. Disfungsi otot dasar panggul

Otot-otot dasar panggul merupakan otot yang menopang kandung kemih, usus, dan rahim. Sama seperti bagian tubuh lainnya, dasar panggul bisa menjadi lemah atau terluka, terutama setelah kehamilan dan persalinan. Ini bisa menyebabkan gejala seperti nyeri panggul, nyeri punggung bawah, dan perasaan tertekan atau penuh pada panggul yang mirip gejala saat haid.

21. Apendisitis

22 Penyebab Kram Perut tetapi Tidak Sedang Haidilustrasi sakit perut bagian kanan bawah akibat radang usus buntu (freepik.com/jcomp)

Apendisitis atau radang usus buntu merupakan iritasi dan pembengkakan kantong kecil apendiks di ujung usus besar. Kram yang dirasakan biasanya berupa sakit di sekitar area pusar pada awalnya, kemudian memburuk dan bergerak ke sisi kanan bawah perut. Kram memburuk dengan cepat dan bisa sakit jika seseorang batuk, bersin, atau bergerak.

Gejala radang usus buntu lainnya termasuk demam, mual, atau muntah. Ini merupakan kondisi darurat medis karena jika apendiks sampai pecah dapat mengancam nyawa. Jadi, bila merasakan gejalanya, segera cari pertolongan medis.

22. Penyakit radang usus

Penyakit radang usus atau inflammatory bowel disease (IBD) adalah istilah umum yang mencakup beberapa kondisi, termasuk penyakit Crohn dan kolitis ulseratif, yang ditandai dengan peradangan kronis pada saluran pencernaan. 

Kram dan nyeri yang terkait dengan IBS bisa berbeda, tergantung pada diagnosisnya. Untuk penyakit Crohn, biasanya terlokalisasi di sisi kanan bawah perut. Sementara bagi pasien dengan kolitis ulseratif, rasa sakit dapat menyebar ke kiri.

Bila memiliki IBD, seseorang mungkin akan mengalami gejala lain selain kram perut, seperti diare kronis (yang mungkin terdapat darah), penurunan berat badan, dan kelebihan gas, mengutip Cleveland Clinic.

Diagnosis penyebab kram perut saat tidak haid

Cepat-cepatlah cek ke dokter jika mengalami kram perut yang tidak kunjung hilang, terlepas dari kamu sedang haid atau tidak. Segera cari pertolongan medis bila kamu tiba-tiba mengalami sakit perut parah dan terus memburuk.

Nantinya, dokter akan menanyakan gejala, seperti apakah rasa sakit tiba-tiba atau berkelanjutan. Makin banyak detail yang diberikan, makin cepat dokter dapat mendiagnosis dan memberikan perawatan. 

Dokter mungkin melakukan tes atau prosedur untuk mengetahui penyebab kram. Jika dokter curiga gejala pasien berhubungan dengan rahim atau ovarium, tes yang umum dilakukan meliputi pemeriksaan panggul, ultrasonografi, dan laparoskopi. 

Tergantung hasilnya, dokter mungkin merujuk pasien ke spesialis gangguan perut atau usus, atau ahli urologi jika curiga kram perut disebabkan oleh salah satu dari area tersebut.

Itulah daftar penyebab perempuan mengalami kram perut tetapi tidak sedang haid. Apabila kamu mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, khususnya yang mengarah ke kondisi medis tertentu, jangan ragu untuk menemui dokter agar mendapatkan diagnosis akurat.

Baca Juga: 8 Penyebab Sakit Perut Sebelah Kanan yang Harus Diketahui

Topik:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya