Comscore Tracker

14 Penyebab Tenggorokan Mengeluarkan Darah, Jangan Diabaikan

Darah bisa berasal dari tempat lain di tubuh

Adanya darah di mulut sering merupakan akibat dari trauma pada mulut atau tenggorokan, atau bisa juga karena kondisi medis tertentu. Apabila kamu batuk darah, mungkin tenggorokan tampak berdarah. Namun, bisa juga darah berasal dari tempat lain, misalnya saluran pernapasan atau saluran pencernaan.

Inilah beberapa kemungkinan penyebab tenggorokan mengeluarkan darah.

1. Abrasi faring

Abrasi faring adalah goresan di tenggorokan, bisa karena menelan sesuatu yang tajam, misalnya tulang. Selain pendarahan, kamu mungkin mengalami batuk, sulit menelan, memuntahkan darah, nyeri saat menelan, dan mungkin terasa seperti ada yang tersangkut di tenggorokan, seperti dijelaskan dalam Medical News Today.

Dalam kasus ini, konsumsilah cairan dan makanan lunak. Redakan rasa sakit dengan obat pereda nyeri yang dijual bebas dan berkumur dengan air garam hangat.

2. Cedera pada mulut atau tenggorokan

Dilansir Healthline, cedera pada mulut atau tenggorokan mungkin terjadi jika kamu menggigit sesuatu yang keras, atau jika kamu mendapat pukulan keras di area mulut atau tenggorokan. Misalnya saat olahraga, jatuh, serangan fisik, dan lain-lain.

Darah di mulut juga bisa disebabkan oleh luka di mulut, ulkus, penyakit gusi, gusi berdarah, atau menyikat gigi atau flossing secara agresif.

Jika penyebabnya adalah cedera dan ini serius, cari bantuan medis. Siapa pun yang mengalami pukulan di dada dan batuk darah harus segera mendapat perawatan.

3. Efek samping obat-obatan

14 Penyebab Tenggorokan Mengeluarkan Darah, Jangan Diabaikanilustrasi obat-obatan (IDN Times/Aditya Pratama)

Obat antikoagulan atau pengencer darah dapat menyebabkan batuk darah. Menurut American Heart Association, orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan di bawah ini juga dapat melihat adanya darah dalam urine atau muntah dan mimisan berat:

  • Apixaban.
  • Edoxaban.
  • Dabigatran.
  • Rivaroxaban.
  • Warfarin.
  • Heparin.

Apabila pendarahan adalah efek samping dari obat-obatan di atas, segera beri tahu dokter.

4. Infeksi virus dan bakteri

Infeksi berikut dapat menyebabkan seseorang batuk berdahak yang mengandung darah:

  • Bronkitis.
  • Pneumonia.
  • Tonsilitis.
  • Tuberkulosis.
  • Bronkiektasis.

Dahak berdarah juga bisa muncul jika seseorang mengalami batuk parah atau kronis.

Pengobatan akan tergantung pada jenis infeksi. Dokter umumnya dapat merekomendasikan untuk minum banyak cairan, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dan banyak beristirahat.

5. Penyakit gusi

Pendarahan yang tampaknya berasal dari tenggorokan juga bisa berasal dari gusi. Kebersihan gigi yang buruk dapat menyebabkan penyakit gusi, yang dapat menyebabkan pendarahan. Kamu mungkin juga melihat darah setelah menyikat gigi.

Gejala lain dari penyakit gusi meliputi napas berbau tidak sedap, gusi merah yang meradang, gigi goyang, sakit saat mengunyah, gigi sensitif, dan gusi surut.

Meningkatkan kebersihan mulut dapat mengontrol gejala. Berhenti merokok juga dapat membantu. Rekomendasi dari National Institute of Dental and Craniofacial Research antara lain:

  • Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluorida.
  • Flossing secara teratur.
  • Rutin ke dokter gigi setidaknya enam bulan sekali.

6. Ulkus esofagus

14 Penyebab Tenggorokan Mengeluarkan Darah, Jangan Diabaikanilustrasi penyebab tenggorokan mengeluarkan darah (pexels.com/Karolina Grabowska)

Ulkus esofagus dapat terjadi akibat penyakit refluks gastroesofagus (GERD) atau esofagitis. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh muntah berulang yang diinduksi, infeksi (seperti ragi Candida), obat-obatan (beberapa antibiotik, NSAID, dan bifosfonat), konsumsi makanan dan minuman asam dalam jangka panjang, termasuk minuman beralkohol.

Selain pendarahan, gejala lainnya bisa meliputi heartburn, sakit dada, sulit menelan yang mungkin menyakitkan, mual, dan muntah.

Seseorang dengan jenis ulkus ini bisa muntah darah. Muntah mungkin terlihat mirip dengan bubuk kopi, jika ada darah yang menggumpal. Cari perawatan medis darurat jika ini terjadi.

Perawatan untuk ulkus ini biasanya tergantung penyebabnya. Jika disebabkan oleh GERD, dokter dapat meresepkan antasida, H2 blocker, prokinetik, atau penghambat pompa proton.

Jika kerongkongan terluka secara signifikan, kamu mungkin perlu cairan infus, antibiotik, dan obat pereda nyeri. Untuk mengobati ulkus, dokter mungkin menggunakan H2 blocker atau penghambat pompa proton.

Baca Juga: Telinga Berdarah: Penyebab, Gejala, Perawatan

7. Mukositis atau stomatitis

Mukositis adalah ulserasi dan peradangan menyakitkan yang terjadi di mana saja di sepanjang saluran pencernaan, sedangkan stomatitis adalah ulserasi yang menyakitkan dan peradangan pada pipi, lidah, tenggorokan, gusi, bibir, serta langit-langit dan dasar mulut.

Lukanya berwarna merah, terkadang dengan bercak putih di bagian tengah, dan mungkin berdarah.

Orang dengan kanker yang menjalani kemoterapi dapat mengembangkan luka mulut ini sebagai efek samping dari pengobatan.

Ketika luka berkembang di mulut, dokter akan merekomendasikan kebersihan mulut yang hati-hati dan obat pereda nyeri yang dijual bebas. Menggunakan sikat gigi yang lembut dapat membantu mengurangi kemungkinan cedera pada gusi.

8. Fibrosis kistik

Fibrosis kistik memengaruhi saluran pernapasan dan dapat menyebabkan kesulitan bernapas, mengi, sering mengalami infeksi saluran pernapasan, batuk kronis, serta lendir yang tebal dan terkadang dengan darah.

Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, kondisi ini tidak ada obatnya, tetapi ada banyak cara untuk mengelola gejalanya. Dokter dapat merekomendasikan terapi pembersihan jalan napas, obat pengencer lendir, terapi enzim, antibiotik, dan antiinflamasi.

9. Penyakit paru obstruktif kronis

14 Penyebab Tenggorokan Mengeluarkan Darah, Jangan Diabaikanilustrasi paru-paru (unsplash.com/averey)

Orang dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dapat menemukan darah dalam dahak mereka. Namun, batuk darah adalah gejala PPOK yang kurang umum, lebih mungkin mengindikasikan infeksi dada, misalnya.

Gejala PPOK lainnya yang lebih umum meliputi sesak napas, dada sesak, mengi, infeksi paru-paru yang sering, dan batuk kronis.

Perawatan PPOK melibatkan pengelolaan gejala dan mencegah penyakit berkembang dan merusak paru-paru lebih lanjut.

10. Stenosis katup mitral

Kondisi ini menyebabkan katup mitral jantung menyempit, yang membatasi aliran darah. Stenosis katup mitral mungkin mengalami kesulitan bernapas, ketidaknyamanan dada, pusing, palpitasi jantung, kelelahan, dan batuk darah.

Dilansir American Heart Association, walaupun obat-obatan dapat membantu mengelola gejala, tetapi ini bukan perbaikan permanen. Namun, adalah hal mungkin untuk memperbaiki atau mengganti katup mitral yang terkena stenosis.

11. Emboli paru

Emboli paru biasanya melibatkan bekuan darah yang berjalan ke paru-paru dan menghalangi arteri. Gejalanya dapat meliputi sakit dada, sesak napas, dan batuk darah, walaupun terkadang seseorang tidak memiliki gejala.

Emboli paru butuh perawatan medis segera. Dokter dapat memberikan obat antikoagulan atau trombolitik untuk melarutkan bekuan darah. Dokter juga dapat menggunakan kateter untuk memecah gumpalan atau filter untuk mencegah gumpalan baru mencapai paru-paru.

12. Edema paru

14 Penyebab Tenggorokan Mengeluarkan Darah, Jangan Diabaikanilustrasi tenggorokan mengeluarkan darah (pexels.com/Karolina Grabowska)

Ini merupakan kondisi paru-paru terisi cairan berlebihan. Edema paru merupakan kondisi yang butuh perawatan medis darurat. Biasanya ini berasal dari kondisi jantung yang mendasarinya.

Gejalanya termasuk pusing, keringat berlebihan, palpitasi jantung, sesak napas parah, dan nyeri ada. Menurut publikasi StatPearls, seseorang dapat batuk dengan dahak berbusa atau berwarna merah muda.

Tujuan pengobatan pertama adalah membantu penderitanya bernapas dan selanjutnya akan tergantung penyebab edema paru.

13. Kanker paru

Dilansir American Cancer Society, batuk mengeluarkan darah adalah gejala umum kanker paru. Gejala lainnya antara lain sakit dada, batuk persisten, sesak napas, kelelahan, nafsu makan yang buruk, dan infeksi berulang.

Penanganan kanker paru biasanya melibatkan operasi, kemoterapi, terapi radiasi, dan terapi bertarget.

14. Granulomatosis dengan polyangiitis

Kondisi langka ini bisa berakibat fatal jika tidak diobati. Granulomatosis dengan polyangiitis menyebabkan peradangan pada organ dan pembuluh darah. 

Gejalanya bisa berupa kelelahan, demam, nyeri sendi, batuk yang terkadang disertai darah dalam lendir, mimisan, infeksi sinus, nanah dalam sekret hidung, dan sesak napas.

Perawatan kondisi ini mungkin melibatkan obat-obatan seperti steroid atau rituximab.

Batuk darah yang tidak dapat dijelaskan alasannya tidak boleh diabaikan. Segera temui dokter untuk diagnosis dan rekomendasi perawatan. Temui dokter jika gejala darah dalam dahak disertai kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, serta darah dalam urin atau tinja.

Cari pertolongan medis darurat jika:

  • Batuk menghasilkan lebih dari satu sendok teh darah.
  • Darah berwarna gelap dan muncul dengan potongan-potongan makanan.
  • Kamu juga mengalami nyeri dada, sesak napas, pusing (bahkan jika hanya batuk sedikit darah).

Saat mengalami batuk berdarah, mungkin kamu menganggap ini adalah tenggorokan yang mengeluarkan darah. Akan tetapi, ada kemungkinan darah berasal dari tempat lain, misalnya dari saluran pernapasan atau saluran pencernaan.

Sejumlah kecil darah dalam air liur biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika punya riwayat medis masalah pernapasan, merokok, atau jika frekuensi atau jumlah darah meningkat, temui dokter.

Baca Juga: Kelainan Darah: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya