Comscore Tracker

Polip Hidung: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahan

Banyak orang yang tidak sadar dirinya memiliki polip hidung

Pernahkah kamu merasa pilek terus-terusan atau tak kunjung sembuh? Atau sering mengalami hidung tersumbat atau tidak hilang meski sudah minum obat pilek atau obat alergi yang dijual bebas? Ada kemungkinan itu disebabkan oleh polip hidung atau nasal polyps.

Polip hidung adalah pertumbuhan non-kanker yang lunak, tidak nyeri, yang melapisi hidung atau sinus. Polip hidung paling sering dialami penderita asma, alergi, infeksi berulang, atau peradangan di saluran hidung. Untuk memahaminya lebih lanjut, simak ulasannya di bawah ini.

1. Apa itu polip hidung?

Polip Hidung: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi polip hidung (merckmanuals.com)

Polip hidung adalah pertumbuhan non-kanker berbentuk tetesan air mata yang umum, yang terbentuk di hidung atau sinus. Mereka biasanya ditemukan di sekitar area di mana sinus terbuka ke rongga hidung. Polip yang matang biasanya terlihat seperti buah anggur yang dikupas.

Sering dikaitkan dengan alergi atau asma, polip mungkin tidak menimbulkan gejala, terutama jika ukurannya kecil dan tidak memerlukan perawatan. Polip yang ukurannya lebih besar bisa menghalangi drainase normal dari sinus. Saat terlalu banyak lendir menumpuk di sinus, polip bisa terinfeksi.

Beda halnya dengan polip yang terbentuk di usus besar atau kandung kemih, polip hidung jarang berubah menjadi kanker. Dilansir Mayo Clinic, para ahli menganggap penyebabnya adalah peradangan jangka panjang atau ada riwayat polip hidung dalam keluarga.

Polip hidung biasanya muncul di kedua sisi hidung. Pertumbuhan pada satu sisi hidung adalah kondisi yang berbeda, misalnya tumor ganas. 

2. Apa penyebab polip hidung?

Polip Hidung: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi polip hidung (shenoysentclinic.com)

Polip hidung tumbuh di jaringan mukosa hidung yang meradang. Mukosa adalah lapisan yang sangat basah yang membantu melindungi bagian dalam hidung dan sinus, serta melembapkan udara yang dihirup, mengutip Healthline.

Selama infeksi atau iritasi akibat alergi, mukosa hidung menjadi bengkak dan merah, dan dapat menghasilkan cairan yang menetes keluar. Dengan iritasi yang berkepanjangan, mukosa dapat membentuk polip. Polip pada dasarnya adalah pertumbuhan bulat (mirip kista kecil) yang bisa menyumbat saluran hidung.

Walaupun beberapa orang bisa mengembangkan polip tanpa adanya masalah hidung sebelumnya, tetapi sering kali ada pemicu polip hidung terbentuk, yang meliputi:

  • Infeksi sinus kronis atau berulang
  • Rinitis alergi
  • Asma
  • Fibrosis kistik
  • Sindrom Churg-Strauss
  • Sensitivitas terhadap obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen atau aspirin

Ada pula kemungkinan polip hidung diturunkan dalam keluarga. Ini mungkin karena cara gen menyebabkan mukosa bereaksi terhadap peradangan atau inflamasi.

Seperti dijelaskan di laman Johns Hopkins Medicine, berkembangnya polip hidung dikaitkan dengan rinosinusitis kronis, yaitu peradangan pada saluran hidung dan sinus yang berlangsung selama 12 minggu atau lebih.

Penyebabnya tidak sepenuhnya dipahami karena kompleksitas kondisinya. Namun, penelitian menunjukkan orang-orang yang memilikinya mungkin memiliki respons imun yang abnormal dan penanda kimia yang berbeda dalam selaput lendir (yang meliputi sinus dan rongga hidung), dibanding dengan orang-orang yang tidak mengembangkan polip hidung.

Penanda kimia tersebut bertindak seperti tanda yang memberi tahu tubuh apa itu dan bagaimana harus bereaksi. Ini adalah bidang studi aktif yang membutuhkan banyak penelitian.

3. Gejala polip hidung

Polip Hidung: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi gejala polip hidung (sinusandallergywellnesscenter.com)

Polip hidung adalah pertumbuhan lunak yang tidak disertai nyeri di dalam saluran hidung. Polip sering terbentuk di area di mana sinus atas mengalir ke hidung (di mana mata, hidung, dan tulang pipi bertemu). Beberapa orang mungkin tidak sadar dirinya punya polip hidung karena polip tidak memiliki sensasi saraf.

Polip bisa tumbuh cukup besar untuk menyumbat saluran hidung, mengakibatkan penyumbatan kronis. Gejalanya bisa meliputi:

  • Sensasi ada penyumbatan di hidung
  • Hidung meler
  • Postnasal drip, yaitu kelebihan lendir mengalir di bagian belakang tenggorokan
  • Hidung tersumbat
  • Hidung terasa penuh
  • Penurunan kemampuan indra penciuman
  • Sensasi seperti tertekan di dahi atau wajah
  • Sleep apnea
  • Bernapas lewat mulut
  • Mendengkur

Nyeri atau sakit kepala juga bisa terjadi bila ada infeksi sinus selain polip. 

Baca Juga: 9 Tips atau Cara Mengatasi Hidung Tersumbat Tanpa Obat

4. Diagnosis polip hidung

Polip Hidung: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi pemeriksaan hidung oleh dokter (sutterhealth.org)

Bila kamu memiliki gejala-gejala yang mengarah ke polip hidung, periksalah ke dokter. Untuk menegakkan diagnosis, dokter mungkin akan:

  • Bertanya seputar riwayat kesehatan, terutama alergi, infeksi, dan asma.
  • Bertanya seputar gejala dan berapa lama gejala tersebut berlangsung.
  • Memeriksa bagian dalam hidung dengan endoskopi hidung (selang tips dan fleksibel yang dilengkapi dengan lampu dan kamera.
  • CT scan untuk melihat gambaran yang lebih rinci di dalam sinus.

Baiknya periksa ke dokter bila kamu mengalami gejala selama lebih dari 10 hari. Gejala dari sinusitis kronis dan polip hidup bisa mirip dengan gejala kondisi lainnya, termasuk pilek. Maka dari itu, penting untuk mengetahui penyebabnya.

5. Pengobatan polip hidung

Polip Hidung: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi obat-obatan (IDN Times/Aditya Pratama)

Menurut keterangan dari U.S. National Library of Medicine, obat-obatan dapat membantu meredakan gejala, tetapi jarang bisa menghilangkan polip hidung. Berikut ini adalah beberapa bentuk perawatan polip hidung:

  • Semprotan steroid hidung untuk mengecilkan polip. Ini juga membantu membersihkan saluran hidung yang tersumbat dan hidung meler. Gejala biasanya kembali bila pengobatan dihentikan.
  • Kortikosteroid dalam bentuk pil atau cairan juga bisa mengecilkan polip, serta bisa mengurangi pembengkakan dan hidung tersumbat. Dalam banyak kasus, efeknya bisa bertahan selama beberapa bulan.
  • Obat alergi bisa membantu mencegah polip tumbuh kembali.
  • Antibiotik untuk mengobati infeksi sinus yang disebabkan oleh bakteri. Bila penyebabnya adalah virus, antibiotik tidak akan diberikan.

Bila obat-obatan tidak bekerja, atau ukuran polip terlalu besar, mungkin dibutuhkan pembedahan untuk mengangkatnya. Bedah sinus endoskopi umum digunakan untuk mengatasi polip.

Dalam prosedur ini, dokter akan menggunakan selang elastis dengan lampu dan kamera optik di ujungnya, selanjutnya dokter akan mengangkat polip. Biasanya pasien bisa langsung pulang pada hari yang sama setelah operasi dilakukan. Meski demikian, kadang polip bisa kembali setelah operasi.

Konsultasikan dengan dokter mengenai opsi perawatan polip hidung yang terbaik dan sesuai kondisi.

6. Komplikasi yang dapat terjadi

Polip Hidung: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi penggunaan inhaler saat asma kambuh (freepik.com/freepik)

Polip hidung bisa menyebabkan komplikasi karena pembentukannya bisa menyumbat atau menghalangi aliran udara normal dan drainase cairan, serta akibat iritasi jangka panjang dan pembengkakan (peradangan) yang mendasari perkembangannya.

Potensi komplikasinya meliputi:

  • Sleep apnea obstruktif. Ini merupakan kondisi yang berpotensi serius di mana penderitanya mengalami henti napas berkali-kali saat tidur.
  • Serangan asma. Sinusitis kronis bisa memperburuk asma.
  • Infeksi sinus. Polip hidung bisa membuat penderitanya lebih rentan terhadap infeksi sinus yang sering kambuh.

7. Cara mencegah polip hidung

Polip Hidung: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi penggunaan semprotan hidung atau nasal spray (flickr.com/NIAID)

Dilansir Cleveland Clinic, tidak semua orang bisa mencegah polip hidung. Namun, tetap ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risikonya, meliputi:

  • Mematuhi instruksi dokter untuk mengonsumsi obat-obatan alergi dan asma. 
  • Hindari menghirup alergen atau iritan di udara yang bisa menyebabkan peradangan pada hidung dan rongga sinus.
  • Praktikkan kebersihan yang baik.
  • Gunakan pelembap udara atau humidifier di rumah untuk membantu melembapkan saluran udara hidung.
  • Gunakan pembilas hidung atau semprotan saline untuk menghilangkan alergen atau iritasi lain yang bisa menyebabkan polip hidung terbentuk. 

Saat polip hidung tumbuh di hidung atau sinus, mereka dapat menyebabkan gejala yang mengganggu dan menyebabkan infeksi. Bila kamu mengalami gejala-gejalanya, sebaiknya periksa ke dokter agar bisa dicari tahu penyebabnya dan mendapat penanganan yang tepat. Bila memang terbukti polip hidung, perawatan yang tepat bisa mengecilkan ukurannya dan meredakan gejala.

Baca Juga: 14 Gejala Polip Hidung Paling Umum, Bisa Sampai Mimisan!

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya