Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi mata (freepik.com/wavebreakmedia_micro)
ilustrasi mata (freepik.com/wavebreakmedia_micro)

Intinya sih...

  • Okuloplasti tidak hanya berkaitan dengan operasi rekonstruktif untuk memulihkan fungsi, tetapi juga prosedur kosmetik yang memperbaiki area sekitar mata.

  • Prosedur okuloplasti dapat dilakukan untuk berbagai kondisi mata, seperti ptosis, entropion, kanker kulit di sekitar mata, dan masalah kosmetik.

  • Bedah okuloplasti mencakup operasi kelopak mata, alis, laser skin resurfacing, pengangkatan tumor di wajah atau sekitar mata, dan perbaikan penampilan wajah setelah enukleasi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bedah okuloplastik (oculoplastic surgery), yang sering disingkat sebagai okuloplasti (oculoplastics atau oculoplasty) adalah cabang khusus dari oftalmologi yang berfokus pada diagnosis dan penanganan berbagai gangguan yang memengaruhi kelopak mata, rongga orbita (tulang tempat bola mata berada), hingga saluran air mata. Bidang ini tidak hanya berkaitan dengan operasi rekonstruktif untuk memulihkan fungsi, tetapi juga prosedur kosmetik yang memperbaiki area sekitar mata.

Melalui tindakan okuloplasti, penampilan mata dapat diperbaiki, fungsi dan kesehatannya terjaga, sekaligus memberi kamu rasa percaya diri yang baru. Bahkan, pada beberapa kasus, penglihatan pun bisa ikut membaik.

Kondisi mata yang dapat diobati dengan okuloplasti

Prosedur okluplasti dapat dilakukan pada:

  • Kelopak mata.

  • Rongga mata.

  • Alis.

  • Pipi.

  • Saluran air mata.

  • Wajah atau dahi.

Prosedur ini menangani berbagai kondisi, termasuk:

  • Kelopak mata atas yang turun (ptosis).

  • Kelopak mata yang melengkung ke dalam (entropion) atau ke luar (ektropion).

  • Masalah mata yang disebabkan oleh penyakit tiroid, seperti penyakit Graves.

  • Kanker kulit atau pertumbuhan lain di dalam atau di sekitar mata.

  • Kelemahan di sekitar mata atau kelopak mata yang disebabkan oleh Bell's palsy.

  • Masalah saluran air mata.

  • Cedera pada mata atau area mata.

  • Cacat lahir pada mata atau orbit (tulang di sekitar bola mata).

  • Masalah kosmetik, seperti kelebihan kulit kelopak mata atas (dermatokalasis), kelopak mata bawah yang menonjol, dan alis yang "jatuh".

Prosedur yang termasuk okuloplasti

Bedah okuloplasti mencakup berbagai prosedur untuk menangani banyak kondisi dan masalah seputar mata. Contohnya:

  • Operasi kelopak mata (blefaroplasti). Istilah umum untuk berbagai prosedur yang mengubah bentuk kelopak mata.

  • Operasi alis dan area dahi bagian bawah. Termasuk brow lift atau prosedur lain untuk memperbaiki posisi alis.

  • Laser skin resurfacing. Perawatan kulit pada kelopak mata atau area wajah di sekitar mata.

  • Mengangkat pertumbuhan kulit yang tidak diinginkan. Misalnya skin tag atau kutil.

  • Operasi sistem air mata. Termasuk prosedur untuk membuka atau melebarkan saluran air mata yang tersumbat, seperti dakriosistorinostomi.

  • Perbaikan cedera wajah. Terutama pada kasus luka atau trauma di kelopak mata.

  • Pengangkatan tumor di wajah atau sekitar mata. Baik tumor jinak maupun ganas.

  • Perbaikan penampilan wajah setelah pengangkatan bola mata (enukleasi). Termasuk pemasangan implan pada rongga mata untuk menjaga bentuknya, sekaligus memungkinkan penggunaan mata prostetik.

Dokter dari beberapa spesialisasi berbeda dapat melakukan operasi okuloplasti. Bidang spesialisasi yang terlibat biasanya bergantung pada seberapa rumit prosedur yang diperlukan.

Umumnya, dokter bedah yang melakukan okuloplasti berasal dari:

  • Oftalmologi (spesialis mata). Dokter mata yang menempuh pelatihan khusus di bidang bedah, termasuk prosedur okuloplasti.

  • Bedah plastik dan rekonstruktif. Ahli bedah yang fokus pada jaringan permukaan dan struktur tubuh. Bedah plastik kosmetik biasanya hanya mengubah penampilan, sedangkan bedah rekonstruktif bertujuan memulihkan atau memperbaiki penampilan akibat kondisi medis, penyakit, atau cedera.

  • Dokter kulit atau dokter umum. Untuk prosedur sederhana yang hanya menyentuh permukaan kulit tanpa melibatkan jaringan lebih dalam, misalnya menghilangkan kutil, skin tag, atau prosedur laser ringan untuk mengurangi keriput.

Persiapan sebelum operasi

ilustrasi operasi mata (pexels.com/@cottonbro)

Dokter bedah mungkin akan memberikan beberapa instruksi yang perlu kamu ikuti sebelum operasi, seperti:

  • Menghentikan obat pengencer darah. Dokter akan memberikan daftar obat apa saja yang harus dihentikan.

  • Memeriksakan diri ke dokter umum atau dokter pribadi. Tujuannya untuk memastikan kondisi tubuh aman untuk menjalani operasi.

  • Berhenti merokok atau menggunakan produk tembakau setidaknya 2–3 minggu sebelum dan sesudah operasi, karena ini membantu proses penyembuhan.

  • Ada pendamping untuk mengantar pulang setelah operasi selesai, karena kamu belum bisa menyetir sendiri.

Prosedur

Jaringan pada wajah, terutama di sekitar mata, sangat sensitif terhadap sentuhan dan nyeri. Karena itu, anestesi menjadi bagian penting dari prosedur ini untuk mencegah rasa sakit selama operasi.

Umumnya, dokter memilih anestesi umum, yaitu obat bius yang membuat kamu tertidur lelap sehingga tidak merasakan apa pun sepanjang operasi. Namun, dalam beberapa kasus, anestesi lokal atau regional (hanya membuat area wajah tertentu mati rasa) bisa menjadi pilihan terbaik, tergantung kebutuhan dan kondisi kamu.

Setelah operasi, wajar jika timbul rasa nyeri atau tidak nyaman. Dokter biasanya sudah menjelaskan rencana penanganan nyeri sebelum operasi dilakukan. Obat pereda nyeri resep sering digunakan untuk membantu proses pemulihan. Selain itu, dokter mungkin juga menyarankan obat bebas seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), untuk mengurangi nyeri dan peradangan.

Pada sebagian besar prosedur, kamu bisa langsung pulang pada hari yang sama. Operasi dapat dilakukan di rumah sakit, fasilitas rawat jalan, atau bahkan di klinik praktik dokter bedah.

Tergantung jenis operasinya, kamu mungkin akan mendapat anestesi lokal (membuat area operasi mati rasa) atau anestesi umum (membuat kamu tertidur penuh). Selama operasi, dokter bedah juga dapat memasang lensa kontak khusus berwarna gelap pada mata. Lensa ini berfungsi melindungi mata dari cahaya terang ruang operasi maupun paparan sinar laser yang digunakan dokter.

Potensi efek samping

Secara umum, bedah okuloplasti tergolong aman. Namun, seperti halnya prosedur operasi lain, tetap ada risiko yang tidak bisa sepenuhnya dihindari. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Komplikasi, reaksi, atau efek samping dari anestesi.

  • Infeksi.

  • Perdarahan.

  • Rasa nyeri.

Meski begitu, tim medis akan melakukan berbagai langkah untuk meminimalkan risiko tersebut.

Pemulihan pascaoperasi di rumah

ilustrasi tersenyum saat bercermin (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Lama pemulihan akan bergantung pada kondisi dan jenis operasi yang dijalani. Dokter akan memberi instruksi khusus, tetapi secara umum ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Setelah operasi, wajar jika muncul rasa sakit, memar, atau bengkak. Untuk menguranginya, gunakan kompres dingin di area tersebut. Pastikan kompres dibungkus handuk agar kulit dan mata tetap terlindungi.

  • Hindari aktivitas yang bisa meningkatkan tekanan darah selama kurang lebih tiga minggu, misalnya olahraga berat atau mengangkat beban. Dokter akan memberi tahu kapan waktu yang aman untuk memulai kembali aktivitas tersebut.

  • Jangan mengonsumsi alkohol setidaknya satu minggu setelah operasi. Pada beberapa kasus, pasien juga diminta menghentikan sementara obat-obatan tertentu.

  • Saat mandi, berhati-hatilah selama setidaknya satu minggu. Ikuti petunjuk dokter tentang cara membersihkan tubuh dan area sekitar sayatan agar tetap aman.

  • Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi menggunakan beberapa bantal selama sekitar seminggu. Cara ini membantu mencegah pembengkakan.

  • Kamu biasanya perlu kontrol ulang ke dokter dalam waktu tujuh hari setelah operasi. Jika ada jahitan, kemungkinan akan dilepas saat kunjungan ini.

  • Sebagian besar orang bisa kembali bekerja atau beraktivitas sosial setelah sekitar dua minggu, meski lama pemulihan dapat berbeda-beda tergantung jenis operasi.

  • Pada minggu-minggu awal, mungkin timbul mata berair berlebih, lebih sensitif terhadap cahaya dan angin, serta penglihatan buram atau ganda. Gejala ini biasanya sementara dan akan membaik seiring proses penyembuhan.

Segera hubungi dokter bedah jika mengalami:

  • Rasa sakit yang tidak hilang meski sudah minum obat pereda nyeri.

  • Tanda-tanda infeksi, seperti bengkak dan kemerahan yang makin parah, atau keluarnya cairan dari mata maupun area sayatan.

  • Luka sayatan yang tidak sembuh atau justru terbuka kembali.

  • Penglihatan yang memburuk.

Referensi

"What is Oculoplasty?" The Eye Foundation. Diakses Agustus 2025.

"Oculoplastic procedures." MedlinePlus. Diakses Agustus 2025.

"Oculoplastics (Oculoplastic Surgery)." Cleveland Clinic. Diakses Agustus 2025.

"Oculoplasty – Everything You Need to Know." MyVision. Diakses Agustus 2025.

Editorial Team