Jaringan pada wajah, terutama di sekitar mata, sangat sensitif terhadap sentuhan dan nyeri. Karena itu, anestesi menjadi bagian penting dari prosedur ini untuk mencegah rasa sakit selama operasi.
Umumnya, dokter memilih anestesi umum, yaitu obat bius yang membuat kamu tertidur lelap sehingga tidak merasakan apa pun sepanjang operasi. Namun, dalam beberapa kasus, anestesi lokal atau regional (hanya membuat area wajah tertentu mati rasa) bisa menjadi pilihan terbaik, tergantung kebutuhan dan kondisi kamu.
Setelah operasi, wajar jika timbul rasa nyeri atau tidak nyaman. Dokter biasanya sudah menjelaskan rencana penanganan nyeri sebelum operasi dilakukan. Obat pereda nyeri resep sering digunakan untuk membantu proses pemulihan. Selain itu, dokter mungkin juga menyarankan obat bebas seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
Pada sebagian besar prosedur, kamu bisa langsung pulang pada hari yang sama. Operasi dapat dilakukan di rumah sakit, fasilitas rawat jalan, atau bahkan di klinik praktik dokter bedah.
Tergantung jenis operasinya, kamu mungkin akan mendapat anestesi lokal (membuat area operasi mati rasa) atau anestesi umum (membuat kamu tertidur penuh). Selama operasi, dokter bedah juga dapat memasang lensa kontak khusus berwarna gelap pada mata. Lensa ini berfungsi melindungi mata dari cahaya terang ruang operasi maupun paparan sinar laser yang digunakan dokter.