Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tenaga medis menangani luka splinter.
ilustrasi penanganan luka splinter (pexels.com/Gustavo Fring)

Intinya sih...

  • Pembersihan dan penilaian awal adalah kunci. Tentukan posisi, kedalaman, dan jenis splinter sebelum mencoba mengeluarkannya.

  • Penggunaan alat yang bersih dan teknik yang lembut membantu mengurangi risiko komplikasi.

  • Ada tanda-tanda khas kapan sebaiknya kamu berhenti berusaha sendiri dan mencari bantuan medis.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bisa terjadi kapan saja, saat kamu berkebun, membantu anak bermain, atau baru saja bersih-bersih pekarangan. Sebuah serpihan kecil, seperti serpihan kayu, kaca, atau logam, menembus kulit. Serpihannya sih kecil, tetapi itu bisa menjadi sumber nyeri atau bahkan infeksi jika tidak ditangani dengan cara yang benar.

Untungnya, banyak luka tusuk serpihan (splinter) bisa ditangani di rumah dengan langkah sederhana. Meski demikian, panduan di bawah ini tidak menggantikan saran medis, hanya untuk tujuan edukasi. Jika kondisi luka menunjukkan tanda infeksi, terlalu dalam, atau berada di area sensitif (seperti dekat mata), temui dokter.

1. Apa itu splinter dan risiko terkait

Splinter adalah serpihan kecil dari material tajam seperti kayu, kaca, atau benda lain yang terselip di bawah permukaan kulit. Biasanya, splinter yang dangkal dan kecil dapat diangkat dengan peralatan sederhana di rumah. Namun, serpihan yang lebih dalam bisa menyebabkan pembengkakan, nyeri, atau infeksi jika tidak ditangani dengan benar.

2. Cara mengatasi splinter dengan aman

ilustrasi membalut luka di jari dengan plester (vecteezy.com/Adisak Srathongphian)

Berikut ini langkah-langkah aman mengatasi splinter:

1. Bersihkan dulu, lalu amati

Sebelum mengangkat splinter, cuci tangan dan area luka dengan sabun dan air bersih. Langkah ini penting untuk mengurangi kemungkinan bakteri masuk ke luka terbuka. Gunakan pencahayaan yang baik dan, jika perlu, kaca pembesar untuk menentukan posisi dan arah splinter.

2. Gunakan pinset atau jarum steril

Jika sebagian splinter terlihat menonjol dari kulit:

  • Sterilkan pinset dengan alkohol isopropil.

  • Pegang bagian yang tampak dan tarik perlahan mengikuti arah masuk splinter.

  • Jangan memaksa atau memencet kulit, karena itu dapat membuat serpihan terpecah dan makin sulit diangkat.

Jika splinter berada di bawah permukaan kulit:

  • Sterilkan jarum kecil dan gunakan dengan hati-hati untuk membuka sedikit kulit di atas splinter.

  • Setelah bagian serpihan terlihat di permukaan, gunakan pinset yang bersih untuk menariknya keluar.

Jika splinter dialami oleh anak kecil, kamu bisa mengaplikasikan sedikit es yang dibungkus kain di area yang terdampak, untuk membantu menenangkan dan mengurangi rasa sakit ringan.

3. Pilihan lain sesuai situasi

Selain pinset dan jarum, beberapa metode alternatif, tetapi kurang terbukti secara ilmiah, adalah penggunaan selotip kuat untuk menarik splinter dangkal, atau merendam area dalam air hangat untuk membantu kulit lunak sebelum usaha pengangkatan. Namun, teknik ini bukan solusi utama jika splinter dalam atau sulit dijangkau.

3. Penanganan lanjutan

Setelah splinter berhasil diangkat, berikut panduan pertolongan lanjutannya:

  1. Cuci area kembali dengan sabun dan air.

  2. Keringkan perlahan, lalu oleskan salep antibiotik ringan atau petroleum jelly untuk menjaga kelembapan dan mengurangi risiko infeksi.

  3. Tutupi dengan plester bersih sampai luka mulai sembuh.

Pantau area selama beberapa hari untuk tanda-tanda infeksi seperti:

  • Kemerahan yang melebar.

  • Pembengkakan.

  • Nyeri yang tak kunjung hilang.

  • Ada cairan berwarna kuning atau nanah.

Jika kamu melihat gejala-gejala ini, segera hubungi tenaga medis untuk penanganan lebih lanjut.

4. Kapan harus menemui dokter?

ilustrasi mengobati luka (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Kamu sebaiknya mencari minta bantuan dari tenaga medis apabila:

  • Splinter sangat besar atau dalam.

  • Lokasi berada di area sensitif (dekat mata, di bawah kuku).

  • Kamu tidak berhasil mengeluarkannya dalam beberapa kali percobaan.

  • Tanda-tanda infeksi mulai muncul.

Dokter memiliki peralatan dan teknik medis seperti anestesi lokal dan pencitraan (ultrasonografi atau X-ray) untuk menangani splinter yang tidak mudah terlihat atau berada dalam struktur jaringan yang kompleks.

Menangani splinter dengan benar tidak cuma asal mencabutnya. Prosesnya tetap harus dilakukan secara bersih, hati-hati, dan dengan pengetahuan yang benar, sehingga kamu terhindar dari risiko infeksi.

Langkah-langkah sederhana seperti pembersihan, alat yang steril, dan teknik yang lembut dapat membuat perbedaan besar dalam hasil akhirnya. Dan yang terpenting, jangan ragu untuk mencari bantuan medis jika ragu atau jika situasi menjadi rumit.

Referensi

"Foreign object in the skin: First aid." Mayo Clinic. Diakses Februari 2026.

"How To Remove a Splinter — and When to Call Your Doctor." Cleveland Clinic. Diakses Februari 2026.

"How to remove a splinter." American Academy of Dermatology Association. Diakses Februari 2026.

"Ways to remove a splinter and when to see a doctor." Medical News Today. Diakses Februari 2026.

"3 Safe Ways to Remove a Splinter." Healthline. Diakses Februari 2026.

Editorial Team