Kehamilan adalah masa ketika fondasi perkembangan otak manusia dibangun dengan sangat cepat dan sensitif terhadap berbagai pengaruh. Penelitian terbaru dari Children’s National Hospital dan George Washington University menunjukkan bahwa paparan virus SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19, selama kehamilan dapat meninggalkan jejak biologis yang terukur pada otak anak sejak usia sangat dini.
Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Brain, Behavior, and Immunity, para peneliti membandingkan 39 pasangan ibu-bayi yang terpapar COVID-19 selama kehamilan (periode 2020–2022) dengan 103 pasangan ibu-bayi dari era sebelum pandemi (2016–2019). Seluruh ibu yang terinfeksi dalam kelompok pandemi belum menerima vaksin COVID-19 saat hamil.
Ketika bayi berusia dua minggu, mereka menjalani pemeriksaan MRI volumetrik 3D kuantitatif. Hasilnya menunjukkan perbedaan struktur otak yang signifikan: bayi yang terpapar SARS-CoV-2 dalam kandungan memiliki volume korteks abu-abu dan hipokampus kiri yang lebih besar, tetapi volume materi abu-abu subkortikal dan materi putih yang lebih kecil. Pola ini mengindikasikan bahwa infeksi COVID-19 selama kehamilan berpotensi memengaruhi jalur perkembangan otak sejak awal kehidupan.
