"WHO prequalifies the first two rapid antigen detection tests for COVID-19." World Health Organization. Diakses Januari 2026.
WHO Setujui Tes Antigen Cepat COVID-19 Pertama

- WHO pertama kali memberikan prequalification untuk dua tes antigen COVID-19.
- Tes ini dinilai memenuhi standar kualitas, keamanan, dan kinerja jangka panjang.
- Langkah ini memperluas akses diagnosis cepat, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Pada 17 Desember 2025, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan langkah penting dalam upaya pengendalian COVID-19 global. Untuk pertama kalinya, WHO memberikan status prequalification kepada dua alat tes antigen cepat untuk SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19. Kedua produk tersebut adalah SD Biosensor STANDARD Q COVID-19 Ag Test dan ACON Biotech Flowflex SARS-CoV-2 Antigen Rapid Test (Self-Testing).
Sebelumnya, kedua tes tersebut telah melewati fase penggunaan darurat melalui mekanisme WHO Emergency Use Listing (EUL). Pada September 2020, STANDARD Q dari SD Biosensor bahkan menjadi tes antigen cepat pertama di dunia yang masuk daftar EUL WHO, memungkinkan penggunaannya secara luas di lebih dari 100 negara selama fase kritis pandemi.
EUL sendiri dirancang sebagai penilaian risiko—manfaat untuk mempercepat akses terhadap produk kesehatan penting saat darurat kesehatan masyarakat. Dalam kondisi ketika data ilmiah masih terbatas, WHO menilai apakah manfaat suatu produk lebih besar dibandingkan risikonya, sebuah pendekatan pragmatis di tengah krisis global.
Mengapa prequalification WHO penting

Berbeda dari EUL yang bersifat sementara, prequalification WHO memberikan jaminan kualitas jangka panjang. Status ini menegaskan bahwa produk telah memenuhi standar WHO terkait mutu, keamanan, dan kinerja. Tes antigen ini kini memenuhi syarat untuk dibeli oleh badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, mitra kesehatan global, serta negara-negara di seluruh dunia.
Bagi negara berpenghasilan rendah dan menengah, keputusan ini membuka peluang besar. Tes dapat diprioritaskan dalam skema pengadaan bersama untuk menekan harga, menjaga stabilitas pasokan, dan mengatasi hambatan akses akibat keterbatasan biaya, logistik, maupun regulasi. Ini menjadi langkah konkret menuju pemerataan alat diagnosis berkualitas.
Meski WHO telah mengumumkan berakhirnya fase darurat COVID-19 lebih dari dua setengah tahun lalu, tetapi virus ini masih terus bersirkulasi secara global. Data terkini memang menunjukkan tren yang relatif stabil, tetapi kebutuhan akan alat diagnosis yang akurat dan terjangkau tetap mendesak, terutama di wilayah dengan akses laboratorium yang terbatas.
Tes antigen cepat menawarkan jawaban praktis. Hasil dapat diperoleh dalam 15–30 menit, biayanya lebih terjangkau, dan penggunaannya tidak bergantung pada laboratorium terpusat. Tes ini bisa dilakukan di klinik, fasilitas komunitas, hingga layanan kesehatan bergerak, menjadikannya pelengkap penting bagi tes molekuler seperti PCR, khususnya di daerah dengan kapasitas laboratorium terbatas.
Hingga kini, tes antigen cepat masih memegang peran krusial dalam mendeteksi dan mengendalikan wabah lokal, melindungi kelompok rentan dan tenaga kesehatan, serta menjaga kesiapsiagaan menghadapi pandemi pernapasan di masa depan. Sejalan dengan strategi diagnostik global WHO, penguatan akses terhadap tes berkualitas dan terdesentralisasi tetap menjadi bagian penting dari upaya mencapai cakupan kesehatan semesta dan ketahanan kesehatan global.
Referensi



















