Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PCOS Ganti Nama Jadi PMOS, Apa Saja Perubahannya?
ilustrasi seorang perempuan yang mengalami PCOS, yang mana para ahli merekomendasikan nama baru menjadi PMOS (pexels.com/Andres Ayrton)
  • Panel ahli internasional merekomendasikan perubahan nama PCOS menjadi PMOS (polyendocrine metabolic ovarian syndrome) untuk mencerminkan pemahaman medis yang lebih akurat dan menyeluruh.
  • Istilah baru menyoroti bahwa kondisi ini melibatkan banyak sistem hormon dan gangguan metabolik, bukan sekadar masalah ovarium atau kista reproduksi.
  • Perubahan nama diharapkan menggeser fokus penanganan menjadi lebih holistik, mencakup kesehatan metabolik, mental, dan kualitas hidup pasien secara keseluruhan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Perubahan nama dari PCOS menjadi PMOS menunjukkan kemajuan penting dalam pemahaman medis terhadap kesehatan perempuan. Dengan istilah baru yang menyoroti aspek endokrin dan metabolik, kondisi ini kini dijelaskan secara lebih akurat dan menyeluruh. Pendekatan tersebut membantu pasien merasa pengalaman mereka lebih diakui, sekaligus mendorong penanganan yang lebih holistik dan manusiawi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama bertahun-tahun, banyak pasien dengan sindrom ovarium polikistik (polycystic ovary syndrome/PCOS) merasa nama penyakit mereka justru membingungkan. Sebagian tidak punya kista ovarium sama sekali, tetapi tetap didiagnosis PCOS. Sebagian lain lebih terganggu oleh jerawat, rambut berlebih, resistansi insulin, kenaikan berat badan, atau gangguan metabolik, dibanding masalah ovarium itu sendiri.

Di sisi lain, kata “polycystic ovary” atau "kista ovarium" membuat banyak orang mengira kondisi ini semata-mata penyakit kista reproduksi. Padahal realitas biologinya jauh lebih kompleks.

Karena itulah, panel internasional para ahli merekomendasikan perubahan nama PCOS menjadi PMOS, alias polyendocrine metabolic ovarian syndrome. Rekomendasi ini dipublikasikan dalam jurnal The Lancet dan didukung organisasi endokrinologi internasional seperti Endocrine Society.

Nama baru tersebut mencerminkan perubahan besar dalam cara dunia medis memahami kondisi ini. Yuk, pahami!

Kenapa nama "PCOS" dianggap bermasalah?

Kritik terhadap istilah PCOS sebenarnya sudah berlangsung lama. Masalah utamanya ada pada kata “polycystic” dan “ovary” yang dianggap terlalu sempit dan tidak akurat menggambarkan penyakit.

Tidak semua pasien memiliki kista

Yang terlihat pada USG sebenarnya biasanya bukan kista patologis seperti yang dibayangkan banyak orang. Pada banyak pasien, ovarium hanya memiliki banyak folikel kecil yang belum berkembang sempurna. Karena itu, istilah “kista” dianggap misleading dan sering membuat pasien salah paham terhadap diagnosis mereka sendiri.

Banyak perempuan juga mengira bahwa kalau mereka tidak punya kista, berarti kondisi mereka bukan PCOS. Padahal, kondisi hormonal dan metaboliknya tetap bisa memenuhi kriteria diagnosis.

Penyakit ini tidak cuma soal ovarium

PCOS selama ini diketahui berkaitan dengan resistansi insulin, diabetes tipe 2, obesitas, gangguan lipid, inflamasi kronis, sleep apnea, depresi, kecemasan, hingga peningkatan risiko penyakit kardiometabolik. Artinya, penyakit ini melibatkan banyak sistem tubuh.

Nama baru ini (PMOS) bertujuan membantu pasien dan tenaga medis memahami bahwa kondisi ini adalah gangguan endokrin-metabolik yang kompleks, bukan cuma masalah ovarium.

Apa arti PMOS?

ilustrasi obesitas abdominal (pexels.com/Andres Ayrton)

PMOS adalah singkatan dari polyendocrine metabolic ovarian syndrome. Setiap katanya dipilih dengan alasan tertentu.

“Polyendocrine”

Istilah ini menekankan bahwa banyak sistem hormon ikut terlibat. Gangguan pada PMOS tidak hanya melibatkan hormon reproduksi, tetapi juga insulin, androgen, hormon metabolik, dan regulasi hormonal lain dalam tubuh. Ini penting karena selama bertahun-tahun banyak pasien merasa gejala mereka terlalu disederhanakan hanya menjadi masalah menstruasi atau kesuburan.

“Metabolic”

Kata “metabolic” dimasukkan karena bukti ilmiah menunjukkan hubungan kuat antara PCOS dengan:

  • Resistansi insulin.

  • Sindrom metabolik.

  • Diabetes tipe 2.

  • Obesitas abdominal.

  • Peningkatan risiko kardiovaskular.

Dengan kata lain, kondisi ini tidak hanya memengaruhi ovarium, tetapi juga cara tubuh mengatur energi dan metabolisme. Bagi banyak ahli, aspek metabolisme justru merupakan bagian paling signifikan dari penyakit ini.

“Ovarian”

Meski ada perubahan besar, tetapi aspek ovarium tetap dipertahankan karena gangguan ovulasi, perubahan ovarium, dan masalah reproduksi masih menjadi bagian penting kondisi ini. Namun, kini ovarium ditempatkan sebagai salah satu komponen penyakit, bukan satu-satunya fokus utama.

Apakah diagnosisnya berubah?

Untuk saat ini, belum banyak berubah. Kriteria diagnosis utama secara umum masih mengacu pada kombinasi gangguan ovulasi, hiperandrogenisme, dan gambaran ovarium polifolikular.

Artinya, pasien yang sebelumnya memenuhi kriteria PCOS kemungkinan besar tetap akan memenuhi kriteria PMOS.

Perubahan terbesar saat ini lebih berkaitan dengan cara menjelaskan penyakit, pendekatan medis, dan pemahaman jangka panjang terhadap kondisi pasien.

Dalam pendekatan medis, apa yang berubah?

Perubahan nama ini diharapkan mengubah fokus penanganan. Selama ini, banyak pasien merasa evaluasi medis terlalu terpusat pada menstruasi, kesuburan, atau kehamilan.

Padahal banyak pasien juga mengalami kelelahan, gangguan berat badan, gangguan tidur, masalah psikologis, hingga risiko metabolik jangka panjang.

Dengan istilah “polyendocrine metabolic”, dokter diharapkan lebih memperhatikan kesehatan pasien secara menyeluruh. Artinya evaluasi tidak berhenti pada keteraturan menstruasi/siklus menstruasi, tetapi juga profil metabolik, sensitivitas insulin, kesehatan mental, kualitas tidur, dan risiko penyakit kronis.

Mengenai perubahan nama ini, menurut laporan banyak pasien menyambutnya dengan baik, dianggap dapat membantu memberikan gambaran yang lebih valid terhadap pengalaman pasien sehari-hari. Harapannya, diagnosis lebih cepat (tidak terlambat), gejala metabolik tidak lagi diabaikan, dan orang lain menjadi lebih paham mengenai beratnya kondisi ini.

Apakah pengobatannya berubah?

ilustrasi obat-obatan dari dokter (IDN Times/Novaya Siantita)

Belum ada perubahan besar dalam terapi utama. Penanganan tetap disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien, seperti:

  • Perubahan gaya hidup.

  • Manajemen resistansi insulin.

  • Terapi hormonal.

  • Penanganan infertilitas.

  • Terapi hiperandrogenisme.

Namun, pendekatan yang diharapkan kini lebih holistik. Fokusnya tak lagi cuma siklus menstruasi atau kehamilan, tetapi juga kesehatan metabolik, kualitas hidup, kesehatan psikologis, dan risiko penyakit jangka panjang.

Apakah semua dokter akan langsung menggunakan istilah "PMOS"?

Kemungkinan tidak langsung. Perubahan nomenklatur medis biasanya membutuhkan waktu panjang karena guideline, jurnal, sistem coding, dan edukasi kedokteran masih banyak menggunakan istilah PCOS. Jadi, dalam beberapa tahun ke depan kemungkinan besar kedua istilah masih akan digunakan bersamaan.

Perubahan nama dari PCOS menjadi PMOS lebih dari sekadar ganti nama, melainkan mencoba menggambarkan kondisi ini secara lebih akurat sebagai gangguan hormonal dan metabolik yang kompleks, bukan hanya masalah kista ovarium.

Walaupun sekarang belum ada perubahan drastis, tetapi perubahan ini menandai pergeseran penting dalam cara dunia medis memahami kesehatan perempuan, yaitu secara lebih menyeluruh, secara biologis lebih akurat, dan lebih mencerminkan pengalaman nyata pasien.

Referensi

Teede H, Khomami M, Morman R et al. "Polyendocrine metabolic ovarian syndrome, the new name for polycystic ovary syndrome: a multistep global consensus process." The Lancet, 2026; 0.

"Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome: New name to improve diagnosis and care of condition affecting 170 million women worldwide." Endocrine Society. Diakses Mei 2026.

"PCOS, which affects tens of millions of women, is now known as PMOS. Here's why the renaming is important." CBC. Diakses Mei 2026.

Editorial Team