Menyikat gigi ternyata bisa memiliki dampak yang jauh lebih luas dari sekadar mencegah gigi berlubang. Penelitian terbaru dari Korea Selatan mengungkap kemungkinan hubungan antara bakteri di rongga mulut dan perkembangan penyakit Parkinson, yaitu gangguan neurologis progresif yang selama ini lebih sering dikaitkan dengan faktor usia dan genetik.
Tim peneliti lintas institusi, dipimpin oleh Profesor Ara Koh dari POSTECH dan bekerja sama dengan Sungkyunkwan University serta Seoul National University, berhasil mengidentifikasi mekanisme biologis yang menjembatani kesehatan mulut, usus, dan otak. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications dan menambah potongan penting dalam teka-teki besar penyakit Parkinson.
Penyakit Parkinson sendiri memengaruhi sekitar 1–2 persen populasi dunia berusia di atas 65 tahun. Gejalanya mencakup tremor, kekakuan otot, hingga perlambatan gerak, yang perlahan menggerus kemandirian penderitanya. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan menduga adanya peran mikrobiota usus, tetapi aktor utamanya belum benar-benar teridentifikasi—hingga kini.
