Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seorang perempuan menyikat gigi.
ilustrasi menyikat gigi (pexels.com/Greta Hoffman)

Intinya sih...

  • Bakteri mulut Streptococcus mutans ditemukan lebih banyak di usus pasien penyakit Parkinson.

  • Metabolit bakteri ini dapat masuk ke otak dan berkontribusi pada kerusakan neuron dopamin.

  • Temuan ini membuka peluang terapi baru dengan menargetkan mikrobioma mulut–usus.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menyikat gigi ternyata bisa memiliki dampak yang jauh lebih luas dari sekadar mencegah gigi berlubang. Penelitian terbaru dari Korea Selatan mengungkap kemungkinan hubungan antara bakteri di rongga mulut dan perkembangan penyakit Parkinson, yaitu gangguan neurologis progresif yang selama ini lebih sering dikaitkan dengan faktor usia dan genetik.

Tim peneliti lintas institusi, dipimpin oleh Profesor Ara Koh dari POSTECH dan bekerja sama dengan Sungkyunkwan University serta Seoul National University, berhasil mengidentifikasi mekanisme biologis yang menjembatani kesehatan mulut, usus, dan otak. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications dan menambah potongan penting dalam teka-teki besar penyakit Parkinson.

Penyakit Parkinson sendiri memengaruhi sekitar 1–2 persen populasi dunia berusia di atas 65 tahun. Gejalanya mencakup tremor, kekakuan otot, hingga perlambatan gerak, yang perlahan menggerus kemandirian penderitanya. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan menduga adanya peran mikrobiota usus, tetapi aktor utamanya belum benar-benar teridentifikasi—hingga kini.

Jejak Streptococcus mutans dari usus ke neuron

Dalam penelitian ini, para ilmuwan menemukan bahwa pasien penyakit Parkinson memiliki jumlah Streptococcus mutans yang lebih tinggi di usus mereka. Bakteri ini dikenal luas sebagai penyebab karies gigi, tetapi perannya ternyata tidak berhenti di rongga mulut.

Yang menjadi sorotan bukan hanya bakterinya, melainkan enzim yang dihasilkannya, yaitu urocanate reductase (UrdA), serta metabolit bernama imidazole propionate (ImP). Keduanya ditemukan dalam kadar lebih tinggi di usus dan darah pasien penyakit Parkinson. ImP diketahui mampu masuk ke sirkulasi sistemik, menembus sawar darah otak, dan memengaruhi neuron dopamin, sel saraf yang sangat penting dalam pengaturan gerakan.

Untuk memastikan hubungan sebab-akibat, para peneliti melakukan eksperimen pada tikus. Ketika S. mutans dimasukkan ke usus tikus, atau ketika E. coli direkayasa untuk menghasilkan UrdA, kadar ImP di otak meningkat. Dampaknya menyerupai ciri khas Parkinson: hilangnya neuron dopamin, meningkatnya peradangan saraf, gangguan motorik, serta penumpukan protein alfa-sinuklein—penanda utama progresi penyakit ini.

Peluang baru dalam terapi penyakit Parkinson

ilustrasi otak manusia (unsplash.com/Milad Fakurian)

Penelitian ini juga mengungkap jalur biologis yang terlibat, yakni aktivasi kompleks sinyal mTORC1. Jalur ini dikenal berperan dalam metabolisme dan pertumbuhan sel, tetapi dalam konteks ini, aktivasi berlebihnya memperparah peradangan dan kerusakan neuron.

Ketika tikus diberikan penghambat mTORC1, para peneliti melihat perbaikan yang signifikan: peradangan saraf menurun, kehilangan neuron berkurang, agregasi alfa-sinuklein terhambat, dan fungsi motorik membaik. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa metabolit bakteri berperan aktif dalam proses neurodegeneratif, bukan sekadar penumpang pasif.

“Studi kami memberikan pemahaman mekanistik tentang bagaimana mikroba mulut yang menetap di usus dapat memengaruhi otak dan berkontribusi pada perkembangan penyakit Parkinson,” ujar Profesor Ara Koh dilansir Neuroscience News. Ia menambahkan, pendekatan yang menargetkan mikrobiota mulut–usus berpotensi menjadi arah baru dalam terapi Parkinson di masa depan.

Meski masih membutuhkan penelitian lanjutan pada manusia, tetapi temuan ini menegaskan bahwa kesehatan mulut bukan isu sepele, yang terhubung dengan sistem tubuh lain, bahkan hingga ke otak.

Referensi

"Oral Bacteria May Trigger Parkinson’s Disease." Neuroscience News. Diakses Januari 2026.

Hyunji Park et al., “Gut Microbial Production of Imidazole Propionate Drives Parkinson’s Pathologies,” Nature Communications 16, no. 1 (September 5, 2025): 8216, https://doi.org/10.1038/s41467-025-63473-4.

Editorial Team