Karena penyebab pasti belum diketahui, tidak ada cara pasti untuk mencegah atresia bilier. Namun, deteksi dini sangat penting:
Perhatikan warna feses bayi.
Evaluasi jaundice yang berlangsung lebih dari 2 minggu.
Program skrining (seperti kartu warna feses) terbukti membantu deteksi lebih cepat di beberapa negara.
Atresia bilier adalah kondisi langka, tetapi dampaknya sangat besar jika terlewat. Dalam banyak kasus, tanda awalnya adalah bayi kuning lebih lama dari biasanya dan di balik itu ada proses kerusakan hati yang berjalan cepat.
Kabar baiknya, kemajuan dalam diagnosis dan terapi, termasuk transplantasi hati, telah meningkatkan harapan hidup secara signifikan. Kuncinya mengenali gejala lebih awal dan bertindak cepat.
Referensi
Jane L Hartley, Mark Davenport, and Deirdre A Kelly, “Biliary Atresia,” The Lancet 374, no. 9702 (November 1, 2009): 1704–13, https://doi.org/10.1016/s0140-6736(09)60946-6.
Akihiro Asai, Alexander Miethke, and Jorge A. Bezerra, “Pathogenesis of Biliary Atresia: Defining Biology to Understand Clinical Phenotypes,” Nature Reviews Gastroenterology & Hepatology 12, no. 6 (May 26, 2015): 342–52, https://doi.org/10.1038/nrgastro.2015.74.
Shikha S. Sundaram et al., “Biliary Atresia: Indications and Timing of Liver Transplantation and Optimization of Pretransplant Care,” Liver Transplantation 23, no. 1 (September 21, 2016): 96–109, https://doi.org/10.1002/lt.24640.
Marie-Odile Serinet et al., “Impact of Age at Kasai Operation on Its Results in Late Childhood and Adolescence: A Rational Basis for Biliary Atresia Screening,” PEDIATRICS 123, no. 5 (April 27, 2009): 1280–86, https://doi.org/10.1542/peds.2008-1949.
“Biliary Atresia.” National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diakses Maret 2026.
“Biliary Atresia.” American Liver Foundation. Diakses Maret 2026.