Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bayi Baru Lahir Dilindungi dari Infeksi E. coli oleh Mikroba dari Ibu

Bayi Baru Lahir Dilindungi dari Infeksi E. coli oleh Mikroba dari Ibu
ilustrasi tenaga kesehatan memeriksa bayi yang baru lahir (unsplash.com/Solen Feyissa)
Intinya Sih
  • Studi dalam jurnal Nature menemukan antibodi dari ibu melindungi bayi baru lahir dari infeksi E. coli, terutama saat sistem imun bayi belum berkembang sempurna.

  • Bayi dengan kadar antibodi rendah terhadap E. coli berisiko lebih tinggi mengalami sepsis neonatal, kondisi serius yang menyebabkan peradangan dan kerusakan organ.

  • Peneliti mengusulkan skrining antibodi pada ibu hamil serta potensi intervensi seperti probiotik untuk memperkuat imunitas ibu sebelum kehamilan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Banyak hal diwariskan seorang ibu kepada bayinya. Jauh sebelum bayi lahir, tubuh ibu sudah menyiapkan perlindungan berupa antibodi yang akan menjadi perisai bayi di dunia luar.

Pada masa awal kehidupan, sistem imun bayi belum berkembang sempurna. Dalam fase ini, bayi bergantung pada antibodi yang ditransfer dari ibu selama kehamilan. Antibodi ini terbentuk dari paparan mikroba sepanjang hidup ibu, mulai dari lingkungan, makanan, hingga infeksi yang pernah dialami.

Studi terbaru dalam jurnal Nature menunjukkan antibodi ini berperan penting dalam melindungi bayi dari infeksi bakteri Escherichia coli (E. coli). Bakteri ini sebenarnya umum dan hidup di tubuh manusia, termasuk di saluran pencernaan dan jalan lahir.

Meski hampir semua bayi terpapar E. coli saat lahir, tetapi sebagian besar tidak jatuh sakit. Ini karena antibodi dari ibu bekerja sebagai sistem pertahanan siap pakai yang langsung aktif begitu bayi terpapar dunia luar.

Kenapa sebagian bayi tetap sakit?

Tidak semua bayi memiliki perlindungan yang sama. Dalam studi tersebut, para peneliti membandingkan bayi yang mengalami sepsis dengan bayi sehat, dan menemukan perbedaan yang mencolok: bayi yang sakit memiliki hingga 10 kali lebih sedikit antibodi terhadap E. coli.

Kondisi ini menjelaskan mengapa sebagian bayi, walaupun terlihat sehat, bisa mengalami infeksi serius seperti sepsis neonatal. Sepsis adalah kondisi berbahaya yang menyebabkan peradangan sistemik, gangguan aliran darah, hingga kerusakan organ.

Secara global, sekitar 1,3 juta kasus sepsis neonatal terjadi setiap tahun, dengan ratusan ribu kematian. E. coli menjadi salah satu penyebab utama, terutama pada bayi prematur. Temuan ini menggeser pemahaman lama bahwa infeksi semata-mata berasal dari paparan bakteri saat lahir. Kini, perhatian beralih ke seberapa kuat perlindungan imun yang dimiliki bayi sejak awal.

Sumber lain dari Cincinnati Children's Hospital Medical Center juga menegaskan bahwa paparan mikroba pada ibu membantu membentuk antibodi yang kemudian diturunkan ke bayi. Namun, ada beberapa kemungkinan kenapa antibodi ini rendah:

  • Sistem imun ibu tidak menghasilkan antibodi spesifik.
  • Transfer antibodi ke janin tidak optimal.
  • Kondisi kesehatan ibu memengaruhi produksi antibodi.

Implikasi besar untuk masa depan kesehatan bayi

Newborn, bayi baru lahir.
ilustrasi newborn, bayi baru lahir (pexels.com/Vidal Balielo Jr.)

Temuan ini membuka arah baru dalam pencegahan infeksi pada bayi. Salah satu kemungkinan yang sedang dikembangkan adalah skrining antibodi pada ibu selama kehamilan untuk mengidentifikasi bayi yang berisiko tinggi.

Selain itu, penelitian pada hewan menunjukkan hasil menarik. Ketika induk tikus diberi paparan mikroba tertentu sebelum hamil, mereka menghasilkan antibodi yang mampu melindungi anaknya dari infeksi. Ini memunculkan gagasan bahwa suatu hari nanti, intervensi seperti probiotik bisa digunakan untuk memperkuat sistem imun ibu sebelum kehamilan.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa penelitian ini masih dalam tahap awal. Butuh studi lanjutan untuk memastikan keamanan dan efektivitas strategi tersebut pada manusia.

Pesan penting dari studi baru ini, kesehatan ibu tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga membentuk fondasi perlindungan imun bagi bayi sejak hari pertama kehidupan.

Perlindungan terhadap infeksi tidak dimulai setelah bayi lahir, tetapi sejak dalam tubuh ibu. Antibodi yang ditransfer selama kehamilan menjadi garis pertahanan pertama yang menentukan apakah bayi mampu menghadapi paparan mikroba di dunia luar.

Memahami mekanisme ini membuka peluang besar dalam dunia kesehatan ibu dan anak. Dengan pendekatan yang lebih preventif, mulai dari pemantauan imun ibu hingga strategi penguatan antibodi, risiko infeksi serius seperti sepsis neonatal berpotensi ditekan secara signifikan di masa depan.

Referensi

"Mothers’ Exposure to Microbes Protect their Newborn Babies Against Infection." Cincinnati Children's Hospital Medical Center. Diakses Maret 2026.

"Newborns protected from E coli infections by microbes from mom, study suggests." CIDRAP. Diakses Maret 2026.

Raymond E. Diep et al., “Natural Maternal Immunity Protects Neonates From Escherichia Coli Sepsis,” Nature, March 11, 2026, https://doi.org/10.1038/s41586-026-10225-z.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More