Virus SARS-CoV-2 (bintik kuning) menginfeksi sel apoptotik (merah) ANTARA FOTO/Institute of Allergy and Infectious Diseases, NIH/Handout via REUTERS_
Setelah meneliti catatan kesehatan dari HMC pada periode Februari-Juli 2020, para peneliti menemukan hasil yang mengejutkan. Ternyata, pasien COVID-19 dengan periodontitis terpapar risiko komplikasi dan mortalitas yang lebih besar.
Secara detail, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengidap periodontitis, para peneliti mengatakan bahwa pasien COVID-19 dengan periodontitis 3,5 kali lebih besar risikonya dirawat di unit perawatan intensif (ICU), 4,5 kali lebih membutuhkan ventilator, hingga 8,8 kali lebih mungkin untuk meninggal dunia.
ilustrasi ruang isolasi (ANTARA FOTO/REUTERS/Marko Djurica)
Analisis tersebut menyatakan bahwa terdapat penanda biologis atau biomarker yang memperlihatkan inflamasi yang jauh lebih tinggi pada pasien COVID-19 yang mengidap periodontitis.
"Pada pasien COVID-19 gejala parah, virus menyebabkan respons peradangan yang mengakibatkan komplikasi hingga kematian. Riset kami menemukan bahwa periodontitis memperburuk skenario ini," papar Cai dilansir situs resmi McGill University.
Rekan penulis penelitian tersebut, dr. Faleh Tamimi, mengiyakan pernyataan Cai. Ia pun mengkhawatirkan bahwa pasien COVID-19 dengan periodontitis juga ikut dirugikan dengan tingkat inflamasi yang sudah tinggi.
"Pasien amat dirugikan, apalagi jika penyakit COVID-19 mereka menyebabkan hiper-inflamasi. Hal ini membuat mereka lebih rentan terhadap komplikasi parah yang diakibatkan COVID-19," jelas dr. Tamimi mengutip Medical News Today.